bukamata.id – Aksi demonstrasi mahasiswa di Kota Bandung kembali diwarnai insiden represif aparat. Dua mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di sekitar Kampus Unisba, Tamansari, Senin (1/9/2025).
Ketua Umum HMI Korkom Unisba, Raviv Tuanku Alasaid, mengungkapkan insiden terjadi usai massa aksi mulai membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.
Menurutnya, mahasiswa yang bertahan di sekitar kampus hanya berjaga untuk memastikan para korban luka aksi sebelumnya mendapatkan pertolongan.
“Sekitar jam 9 lebih, ada konvoi aparat dari DPRD Jabar ke arah Baltos lalu berbelok ke Tamansari. Teman-teman yang sedang duduk di pelataran depan Unisba tidak tahu soal informasi tersebut. Saat aparat datang, mereka terkepung di Taman Flexing, dan akhirnya terjadi chaos,” kata Raviv.
Dalam kejadian itu, dua mahasiswa Unisba dilaporkan menjadi korban. Salah satunya, Ajiziran, mahasiswa Fakultas Hukum, ditangkap aparat dan kini tengah dalam proses advokasi.
Sementara itu, korban lain bernama Bobby Indrawan, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2022, mengalami luka serius.
“Bobby mengalami cedera parah, ada indikasi dipukul, digilas saat terjatuh, bahkan di bagian kakinya diduga terkena tembakan peluru karet. Saat ini ia harus menjalani operasi,” jelas Raviv.
Ia menegaskan, peristiwa yang menimpa mahasiswa Unisba bukanlah insiden tunggal. Menurutnya, pada malam itu setidaknya tiga kali terjadi serangan aparat ke arah massa aksi di sekitar kawasan Tamansari.
“Jadi kejadian malam tadi itu bukan penyerangan terakhir. Ada sekitar tiga kali serangan. Yang terakhir penembakan ke arah kampus ini,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penembakan peluru karet maupun tindak represif yang dialami mahasiswa Unisba.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, angkat suara menanggapi video yang beredar di media sosial terkait kericuhan di kawasan sekitar Universitas Pasundan (Unpas) dan Universitas Islam Bandung (Unisba), Jalan Taman Sari, Kota Bandung.
Dalam keterangannya melalui video pada Selasa (2/9/2025), Hendra menjelaskan bahwa aparat kepolisian bersama TNI tengah melakukan patroli gabungan di sejumlah titik berdasarkan laporan intelijen dan masyarakat.
“Di lokasi Jalan Taman Sari ditemukan tumpukan batu, kayu, dan ban yang dibakar. Saat yang sama, ada sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga bertindak anarkis,” jelas Hendra. Kelompok tersebut disebut menutup jalan dan memblokade Taman Sari.
Hendra menambahkan, patroli gabungan TNI-Polri dilakukan karena kelompok tersebut diduga merancang skenario provokatif, memancing aparat, dan memaksa mundur ke area kampus dengan harapan menimbulkan bentrokan.
“Tim tetap tenang, tidak terpancing, dan melakukan penyisiran sepanjang jalan,” kata Hendra.
Dalam video rekaman yang diperoleh kepolisian, kelompok berpakaian hitam terlihat melempar bom molotov ke tim patroli, yang saat itu menggunakan sepeda motor, mobil patroli, hingga kendaraan taktis Brimob.
“Provokasi dilakukan dari dalam kampus Unisba dengan pelemparan molotov ke kendaraan aparat,” jelasnya.
Sebagai respons, polisi menembakkan gas air mata ke jalan raya, dan asapnya tertiup ke arah parkiran Unisba. Hendra menegaskan bahwa kabar soal aparat masuk kampus dan menembakkan gas air mata adalah hoaks.
“Di lapangan, tidak ada petugas yang masuk ke kampus, dan tidak ada yang membawa senjata. Semua tembakan diarahkan ke jalan raya, bukan ke area kampus,” tegasnya.
Setelah situasi Taman Sari berhasil dikendalikan, kelompok berbaju hitam itu pun meninggalkan lokasi. Hendra menekankan, patroli yang dilakukan bersifat dialogis untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung.
Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











