bukamata.id – Ketegangan hebat antara Washington dan Teheran mulai menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan telah menerima dokumen berisi 10 poin proposal dari Iran yang akan dijadikan pijakan utama dalam meja perundingan.
Langkah ini menandai babak baru setelah konflik bersenjata yang memanas dalam beberapa waktu terakhir. Melalui platform media sosial pribadinya, Trump memberikan respons positif terhadap inisiatif yang diajukan oleh Teheran tersebut.
Proposal 10 Poin: Fondasi Baru Negosiasi
Berdasarkan laporan Tasnim News Agency dan BBC pada Rabu (8/4/2026), Trump melihat adanya celah untuk mencapai perdamaian permanen melalui poin-poin yang dikirimkan Iran.
“Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan saya yakin ini dapat menjadi dasar yang dapat diandalkan untuk negosiasi,” tegas Trump.
Isi proposal tersebut mencakup perubahan peta kekuatan strategis di kawasan, mulai dari urusan kedaulatan maritim hingga pemulihan ekonomi Iran. Beberapa poin krusial yang menjadi syarat Teheran antara lain:
- Kedaulatan Maritim: Pengakuan penuh atas kendali Iran di Selat Hormuz.
- Pemulihan Ekonomi: Pencabutan sanksi utama maupun sekunder secara menyeluruh serta pembayaran kompensasi perang.
- Keamanan Kawasan: Penarikan pasukan tempur AS dari Timur Tengah dan jaminan non-agresi.
- Hak Nuklir: Pengakuan atas hak pengayaan uranium Iran dan penghentian tekanan dari IAEA maupun PBB.
Gencatan Senjata dan Penghentian Serangan
Sebelum pengumuman ini, Trump telah mengambil langkah berani dengan menunda rencana serangan militer terbaru AS selama dua pekan. Keputusan ini diambil sebagai “barter” atas kesediaan Iran membuka kembali akses navigasi di Selat Hormuz yang sempat mencekam.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X Gedung Putih, sang Presiden mengeklaim bahwa operasi militer Amerika Serikat telah mencapai sasarannya, sehingga kini saatnya beralih ke jalur diplomasi.
“Kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” tulisnya.
Harapan Besar di Tengah Ketidakpastian
Meskipun 10 poin yang diajukan Iran tergolong sangat berat, Trump menyatakan optimismenya bahwa perbedaan tajam antara kedua negara kini mulai menipis. Jika kesepakatan ini berhasil diteken, maka konflik di berbagai front, termasuk ketegangan di Lebanon, diharapkan akan berakhir secara total.
Dunia kini menanti apakah proposal ini benar-benar akan menjadi titik akhir dari konfrontasi panjang di Timur Tengah atau sekadar jeda strategis bagi kedua belah pihak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










