Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 18:10 WIB

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Senin, 13 Juli 2026 17:35 WIB

Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja

Senin, 13 Juli 2026 17:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia
  • Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut
  • Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja
  • Prancis Siap Redam Lamine Yamal! Konate Sebut Spanyol Kuat, Tapi Les Bleus Ingin ke Final
  • Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya
  • Igor Tolic Tersenyum! Kondisi Fisik Pemain Persib Meningkat Pesat
  • Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun
  • Bukan Sekadar Sepak Bola! Argentina vs Inggris Kembali Bentrok, Sejarah Kelam Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 10 April 2026 15:12 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar. Herman Suryatman. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyesalkan insiden tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang sempat menghebohkan publik.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Saya kira tentu kita menyesalkan kejadian di RSHS, tetapi yang harus kita lakukan sekarang adalah mengambil hikmah,” ujarnya saat ditemui di Gedung Merdeka pada Jumat (10/4/2026)

Herman menekankan pentingnya pengetatan standar operasional prosedur (SOP), tidak hanya di RSHS, tetapi juga di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Tinjau Simulasi Keamanan Jelang Pemilu 2024

“Kami mengimbau agar semua rumah sakit memperketat standar operasional prosedur layanan kesehatan, termasuk layanan ibu dan anak,” katanya.

Menurutnya, aspek keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, terlebih dalam layanan yang tergolong sensitif seperti ibu dan bayi.

“Jangan sampai masyarakat ada kekhawatiran. Tidak boleh itu. Ibu harus sehat, anaknya juga harus aman,” tegasnya.

Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Cukup sudah satu kali, dan kita belajar dari kejadian itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyinggung instruksi Gubernur Jawa Barat terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Targetkan Angka Prevalensi Stunting Turun Jadi 14 Persen pada 2024

Menurutnya, tidak boleh ada penolakan layanan hanya karena persoalan administrasi, termasuk BPJS.

“Pak Gubernur sudah membuat surat edaran, tidak boleh ada masyarakat yang tidak mampu yang tidak dilayani, apapun alasannya,” ungkapnya.

Ia memastikan, pemerintah daerah siap bertanggung jawab apabila terdapat kendala administratif dalam pelayanan kesehatan.

“Kalau ada persoalan dengan BPJS, layani dulu. Kami Pemda Provinsi Jawa Barat akan bertanggung jawab,” katanya.

Meski RSHS berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, Pemprov Jawa Barat tetap melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak manajemen rumah sakit.

Herman menegaskan, langkah evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk audit terhadap prosedur yang berjalan.

Baca Juga:  Hindari Jebakan Ekonomi Digital, Istri ASN Jabar Ikuti Pelatihan Kerajinan Tangan

“Untuk memastikan tidak terulang, harus diaudit. Apakah SOP-nya yang longgar atau SDM-nya yang tidak taat SOP,” jelasnya.

Menurutnya, setiap rumah sakit sejatinya sudah memiliki standar operasional, namun implementasinya perlu terus diawasi.

“Kami meminta untuk menelusuri, karena ini menyangkut keselamatan. Bukan hanya kesehatan, ini keselamatan rakyat,” tegas Herman.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam layanan kesehatan.

“Dan tugas negara harus memberikan perlindungan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

audit rumah sakit bayi tertukar BPJS Kesehatan Herman Suryatman keselamatan pasien Layanan Kesehatan Jawa Barat Pemprov Jabar RSHS Bandung Sekda Jabar SOP Rumah Sakit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ribuan Siswa Terdampak! Operasional SPPG Rancamulya 2 Dihentikan Usai Kepala Satuan Meninggal Dunia

Hampir 5 Ribu Pasangan Berpisah, Ini Pemicu Fenomena Lonjakan Janda di Garut

Heboh Bukit Ciwidey Memutih Bak Negeri Salju, BMKG Ungkap Penyebab Sebenarnya

Horor di Ketinggian: Kaca Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Masker Oksigen Terjun

Teror Bom di Hari Pertama Sekolah: Polisi Buru Pelaku, Identitas Sudah Dikantongi

Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat

Terpopuler
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.