Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 10 April 2026 15:12 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar. Herman Suryatman. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyesalkan insiden tertukarnya bayi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang sempat menghebohkan publik.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh fasilitas layanan kesehatan.

“Saya kira tentu kita menyesalkan kejadian di RSHS, tetapi yang harus kita lakukan sekarang adalah mengambil hikmah,” ujarnya saat ditemui di Gedung Merdeka pada Jumat (10/4/2026)

Herman menekankan pentingnya pengetatan standar operasional prosedur (SOP), tidak hanya di RSHS, tetapi juga di seluruh rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta.

Baca Juga:  Saking Luar Biasa, Ridwan Kamil Klaim PNS Pemprov Jabar Kelas Dunia

“Kami mengimbau agar semua rumah sakit memperketat standar operasional prosedur layanan kesehatan, termasuk layanan ibu dan anak,” katanya.

Menurutnya, aspek keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, terlebih dalam layanan yang tergolong sensitif seperti ibu dan bayi.

“Jangan sampai masyarakat ada kekhawatiran. Tidak boleh itu. Ibu harus sehat, anaknya juga harus aman,” tegasnya.

Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. “Cukup sudah satu kali, dan kita belajar dari kejadian itu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyinggung instruksi Gubernur Jawa Barat terkait pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga:  Bey Minta Warga Laporkan Jika Ada Pihak Cari Keuntungan Pakai Namanya

Menurutnya, tidak boleh ada penolakan layanan hanya karena persoalan administrasi, termasuk BPJS.

“Pak Gubernur sudah membuat surat edaran, tidak boleh ada masyarakat yang tidak mampu yang tidak dilayani, apapun alasannya,” ungkapnya.

Ia memastikan, pemerintah daerah siap bertanggung jawab apabila terdapat kendala administratif dalam pelayanan kesehatan.

“Kalau ada persoalan dengan BPJS, layani dulu. Kami Pemda Provinsi Jawa Barat akan bertanggung jawab,” katanya.

Meski RSHS berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, Pemprov Jawa Barat tetap melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak manajemen rumah sakit.

Herman menegaskan, langkah evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk audit terhadap prosedur yang berjalan.

Baca Juga:  Sekda Herman Ungkap Tantangan Serius Pertanian Jabar, Salah Satunya Pinjol

“Untuk memastikan tidak terulang, harus diaudit. Apakah SOP-nya yang longgar atau SDM-nya yang tidak taat SOP,” jelasnya.

Menurutnya, setiap rumah sakit sejatinya sudah memiliki standar operasional, namun implementasinya perlu terus diawasi.

“Kami meminta untuk menelusuri, karena ini menyangkut keselamatan. Bukan hanya kesehatan, ini keselamatan rakyat,” tegas Herman.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam layanan kesehatan.

“Dan tugas negara harus memberikan perlindungan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPJS Kesehatan Herman Suryatman Pemprov Jabar RSHS Bandung Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.