Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Selasa, 15 September 2026 06:00 WIB

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Selasa, 15 September 2026 05:00 WIB

Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam

Selasa, 15 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 15 September 2026 untuk Dapatkan Hadiah Eksklusif Gratis
  • Panduan Liburan ke Bandung: 14 Tempat Wisata Paling Populer dengan Panorama Alam Memukau
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Haji Rasa Konser! Pemerintah Siapkan Sistem ‘War Tiket’ Agar Jamaah Tak Perlu Antre Puluhan Tahun

By Aga GustianaJumat, 10 April 2026 14:27 WIB2 Mins Read
Jemaah haji dalam pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia tengah menggodok transformasi radikal dalam sistem pemberangkatan haji. Alih-alih menunggu hingga puluhan tahun, calon jamaah nantinya mungkin bisa memperebutkan kuota secara langsung lewat skema yang diistilahkan sebagai “war tiket”. Langkah berani ini merupakan respons atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pelaksanaan rukun Islam kelima ini lebih efisien.

Terobosan untuk Mengatasi Antrean 5,7 Juta Orang

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa saat ini kementeriannya sedang memutar otak untuk mencari formula terbaik guna memangkas daftar tunggu yang sudah sangat mengular.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil pada Kamis (9/4/2026).

Menurut Dahnil, sistem pengelolaan dana haji yang saat ini berjalan justru membuat antrean semakin panjang seiring bertambahnya jumlah pendaftar. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara tetangga seperti Malaysia dengan sistem Tabungan Haji-nya.

Baca Juga:  Pengamat Harap Masyarakat Tak Takut Kritik Pemerintahan Prabowo

Bagaimana Cara Kerja Skema “War Tiket” Haji?

Secara teknis, wacana ini mengadopsi sistem penjualan tiket konser atau transportasi yang kompetitif. Pemerintah akan mengalokasikan kuota resmi dari Arab Saudi untuk ditawarkan langsung kepada publik pada harga tertentu tanpa melalui birokrasi daftar tunggu yang memakan waktu lama.

Baca Juga:  Alasan Satryo Soemantri Mundur dari Mendiktisaintek

“Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre,” jelas Dahnil.

Nasib Jamaah yang Sudah Mengantre

Meski terdengar menggiurkan, tantangan besar menanti. Saat ini terdapat sekitar 5,7 juta orang yang sudah terdaftar dalam sistem antrean reguler. Pemerintah berkomitmen bahwa wacana “war tiket” ini tidak akan merugikan mereka yang sudah bertahun-tahun menunggu.

Dahnil menegaskan bahwa ide ini masih dalam proses pematangan yang sangat mendalam dan belum menjadi keputusan tetap.

Baca Juga:  Indonesia Sabet 91 Emas di SEA Games 2025, Prabowo: Senyum tapi Pusing Bonus

“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya.

Reformasi sistem ini diharapkan menjadi solusi adil bagi semua kalangan, baik bagi mereka yang mengandalkan tabungan jangka panjang maupun mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk berangkat lebih cepat melalui skema kuota terbuka.

“Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” pungkas Dahnil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.