Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak

Minggu, 1 November 2026 12:33 WIB

Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI

Minggu, 1 November 2026 12:02 WIB

Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB

Minggu, 1 November 2026 11:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
  • Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah
  • Tolic Dihukum, Persib Tetap Ganas Hadapi Kalteng FC di Si Jalak Harupat
  • Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI
  • Emas Antam Hari Ini Tertahan di Rp 2,526 Juta, Saatnya Beli?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Haji Rasa Konser! Pemerintah Siapkan Sistem ‘War Tiket’ Agar Jamaah Tak Perlu Antre Puluhan Tahun

By Aga GustianaJumat, 10 April 2026 14:27 WIB2 Mins Read
Jemaah haji dalam pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Kemenag)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Indonesia tengah menggodok transformasi radikal dalam sistem pemberangkatan haji. Alih-alih menunggu hingga puluhan tahun, calon jamaah nantinya mungkin bisa memperebutkan kuota secara langsung lewat skema yang diistilahkan sebagai “war tiket”. Langkah berani ini merupakan respons atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan pelaksanaan rukun Islam kelima ini lebih efisien.

Terobosan untuk Mengatasi Antrean 5,7 Juta Orang

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa saat ini kementeriannya sedang memutar otak untuk mencari formula terbaik guna memangkas daftar tunggu yang sudah sangat mengular.

“Sekarang itu Presiden berkeinginan supaya, coba kalian pikirkan bagaimana caranya haji tidak ngantre. Nah itu yang sedang kami formulasikan,” ujar Dahnil pada Kamis (9/4/2026).

Menurut Dahnil, sistem pengelolaan dana haji yang saat ini berjalan justru membuat antrean semakin panjang seiring bertambahnya jumlah pendaftar. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara tetangga seperti Malaysia dengan sistem Tabungan Haji-nya.

Baca Juga:  Bak Langit dan Bumi! Perbandingan Mencolok Dapur MBG Indonesia vs Kyushoku Jepang

Bagaimana Cara Kerja Skema “War Tiket” Haji?

Secara teknis, wacana ini mengadopsi sistem penjualan tiket konser atau transportasi yang kompetitif. Pemerintah akan mengalokasikan kuota resmi dari Arab Saudi untuk ditawarkan langsung kepada publik pada harga tertentu tanpa melalui birokrasi daftar tunggu yang memakan waktu lama.

Baca Juga:  Persis Apresiasi Pernyataan Prabowo soal Vonis Ringan Koruptor

“Makanya kan tadi malam misalnya Pak Menteri, kita sedang berpikir bagaimana supaya gak ngantri itu kayak model war tiket. Jadi kita dikasih kuota oleh Saudi Arabia 200 ribu, nah kemudian itu kita tetapkan harganya berapa, kemudian nanti gak perlu ngantre,” jelas Dahnil.

Nasib Jamaah yang Sudah Mengantre

Meski terdengar menggiurkan, tantangan besar menanti. Saat ini terdapat sekitar 5,7 juta orang yang sudah terdaftar dalam sistem antrean reguler. Pemerintah berkomitmen bahwa wacana “war tiket” ini tidak akan merugikan mereka yang sudah bertahun-tahun menunggu.

Dahnil menegaskan bahwa ide ini masih dalam proses pematangan yang sangat mendalam dan belum menjadi keputusan tetap.

Baca Juga:  Miliki Hubungan Sejarah, Prabowo Sepakati Penguatan Kerja Sama Indonesia-Malaysia

“Jadi wacana ini sedang kita godok agar keinginan dan perintah presiden supaya haji tidak ngantri itu bisa kita wujudkan. Nah ini kami akan terus godok,” katanya.

Reformasi sistem ini diharapkan menjadi solusi adil bagi semua kalangan, baik bagi mereka yang mengandalkan tabungan jangka panjang maupun mereka yang memiliki kemampuan finansial untuk berangkat lebih cepat melalui skema kuota terbuka.

“Tapi ini bukan keputusan, ini sedang kita godok terus-menerus supaya keinginan presiden haji tidak ngantre itu bisa terwujud,” pungkas Dahnil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.