Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin

Senin, 6 April 2026 15:33 WIB

Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara

Senin, 6 April 2026 15:27 WIB

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

Senin, 6 April 2026 12:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Semen Padang vs Persib 0-2! Beckham Bongkar Kesulitan di Lapangan Licin
  • Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara
  • Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran
  • Jadwal Padat Gila! Timnas Futsal Indonesia Hadapi 3 Laga Beruntun di AFF 2026
  • LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!
  • Persib Menang 2-0, Bojan Hodak Akui Awal Laga Paling Menegangkan!
  • Kena Mental Karena Dihujat, Cahaya Mutiara Minta Fauzan Tak Memojokkannya!
  • Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 6 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Prabowo: Dana Korupsi CPO Rp 13,2 Triliun Bisa Buat Renovasi 8.000 Sekolah dan Bangun 600 Kampung Nelayan

By Aga GustianaSenin, 20 Oktober 2025 14:15 WIB2 Mins Read
Tumpukan uang dari megakorupsi CPO Rp13,2 T. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya dana pengganti kerugian negara yang berhasil disita dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng. Jumlahnya mencapai Rp 13,2 triliun, angka fantastis yang menurutnya seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat luas.

“Saudara-saudara, Rp 13 triliun ini kita bisa merenovasi lebih dari 8.000 sekolah,” ujar Prabowo dalam acara penyerahan uang pengganti kerugian negara kasus CPO di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Prabowo kemudian menyinggung salah satu program prioritas pemerintah, yakni pembangunan 1.000 kampung nelayan modern hingga akhir 2026. Program tersebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp 22 miliar per desa. Menurutnya, dana hasil sitaan kasus korupsi CPO saja sebenarnya sudah cukup untuk membangun sekitar 600 kampung nelayan yang bisa memberi manfaat besar bagi jutaan warga pesisir.

“Kalau 600 (kampung nelayan), berarti dampaknya ke 5 juta rakyat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga:  Saat Jokowi Kenalkan Prabowo sebagai Calon Pemimpin Baru Indonesia ke PM Singapura

Korupsi Hambat Pembangunan dan Rugikan Rakyat

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa praktik korupsi di sektor sumber daya alam bukan hanya merugikan keuangan negara, tapi juga menghambat kemajuan bangsa. Ia menilai kasus CPO menjadi contoh nyata bagaimana hasil bumi Indonesia dimanfaatkan secara serampangan tanpa memikirkan kepentingan rakyat.

“Terkadang bukan hanya keserakahan, tetapi bisa termasuk bentuk subversi ekonomi terhadap negara,” tegasnya.

Baca Juga:  PHPB Laporkan Anies ke Bawaslu Karena Ungkap Lahan Prabowo di Debat

Prabowo menyebut, praktik korupsi di sektor strategis seperti CPO sangat merugikan masyarakat. Saat kasus ini mencuat, rakyat sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga wajar akibat penyimpangan tersebut.

Komitmen Tegas terhadap Penegakan Hukum

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum dalam melindungi kekayaan nasional. Ia menyebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari pemberantasan tambang ilegal hingga penyelundupan komoditas strategis yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga:  Gus Miftah Mundur dari Utusan Khusus Presiden, Prabowo: Tindakan Ksatria

“Saya ini greget, saya ingin kalau bisa kita kejar lagi kekayaan yang diselewengkan,” ucapnya.

Detail Pengembalian Dana Kasus CPO

Kasus korupsi CPO ini melibatkan tiga grup korporasi besar, yaitu Permata Hijau Group, Musim Mas Group, dan Wilmar Group. Total uang pengganti yang dibebankan mencapai Rp 17,7 triliun, dengan Rp 13,2 triliun sudah diserahkan ke negara. Wilmar Group menjadi pihak pertama yang melunasi kewajibannya, sementara dua grup lainnya masih dalam proses penyelesaian sesuai keputusan pengadilan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dana 13 Triliun kampung nelayan Korupsi CPO Penegakan Hukum Prabowo Subianto Renovasi Sekolah Wilmar Group
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ancaman Serius! Database Warga Bandung Diduga Dibobol Hacker, Disdukcapil Buka Suara

Viral! Polisi Tegaskan Pemuda Panyileukan Bukan Begal, Tapi Pelajar Diduga Tawuran

LKPJ Gubernur 2025, Komisi V DPRD Jabar Soroti OPD yang Lampaui Target!

Siswa SDN Langensari Jadi ‘Tumbal’ Bobroknya Manajemen Aset Pemkab Bandung Barat

Sinergi Kemanusiaan: Bos Koi Hartono Soekwanto dan Ali Syakieb Sulap Gubuk Saparudin Jadi Rumah Layak

Geger Penemuan Jasad Pria Membusuk di Kamar Kos Sindangkasih Purwakarta

Terpopuler
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Terkuak Pemeran Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Bikin Heboh!
  • Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor
  • Misteri Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Terbongkar, Identitas Pemeran Masih Gelap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.