Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Panas! Maxwell Souza Dikaitkan dengan Persib, Nasib Masih Abu-abu

Kamis, 28 Mei 2026 12:37 WIB

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Kamis, 28 Mei 2026 11:30 WIB

Viral di TikTok dan X, Link Telegram Video Rok Hijau Jadi Buruan Warganet

Kamis, 28 Mei 2026 11:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Panas! Maxwell Souza Dikaitkan dengan Persib, Nasib Masih Abu-abu
  • Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter
  • Viral di TikTok dan X, Link Telegram Video Rok Hijau Jadi Buruan Warganet
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis 28 Mei 2026: Turun Drastis!
  • Crystal Palace Juara Eropa! Oliver Glasner Tutup Era dengan Gelar Bersejarah
  • Tinggalkan Kursi Pelatih, Bojan Hodak Bongkar Rahasia Persib Juara 3 Kali Beruntun
  • Skandal Riset Palsu, Peneliti Indonesia Tipu Ilmuwan Dunia Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis?
  • Link Full Video Rok Hijau Tosca Viral 3 Menit Jadi Buruan, Waspada Phishing!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 28 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Prabowo: Dana Korupsi CPO Rp 13,2 Triliun Bisa Buat Renovasi 8.000 Sekolah dan Bangun 600 Kampung Nelayan

By Aga GustianaSenin, 20 Oktober 2025 14:15 WIB2 Mins Read
Tumpukan uang dari megakorupsi CPO Rp13,2 T. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya dana pengganti kerugian negara yang berhasil disita dari kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak goreng. Jumlahnya mencapai Rp 13,2 triliun, angka fantastis yang menurutnya seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat luas.

“Saudara-saudara, Rp 13 triliun ini kita bisa merenovasi lebih dari 8.000 sekolah,” ujar Prabowo dalam acara penyerahan uang pengganti kerugian negara kasus CPO di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2025).

Prabowo kemudian menyinggung salah satu program prioritas pemerintah, yakni pembangunan 1.000 kampung nelayan modern hingga akhir 2026. Program tersebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp 22 miliar per desa. Menurutnya, dana hasil sitaan kasus korupsi CPO saja sebenarnya sudah cukup untuk membangun sekitar 600 kampung nelayan yang bisa memberi manfaat besar bagi jutaan warga pesisir.

“Kalau 600 (kampung nelayan), berarti dampaknya ke 5 juta rakyat Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga:  PP Persis Apresiasi Ketegasan Prabowo Serukan Persatuan Negara Muslim

Korupsi Hambat Pembangunan dan Rugikan Rakyat

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa praktik korupsi di sektor sumber daya alam bukan hanya merugikan keuangan negara, tapi juga menghambat kemajuan bangsa. Ia menilai kasus CPO menjadi contoh nyata bagaimana hasil bumi Indonesia dimanfaatkan secara serampangan tanpa memikirkan kepentingan rakyat.

Baca Juga:  Pegi Setiawan Puji Hakim Eman Sulaeman Berani Tegakkan Keadilan, Sebut Nama Jokowi dan Prabowo

“Terkadang bukan hanya keserakahan, tetapi bisa termasuk bentuk subversi ekonomi terhadap negara,” tegasnya.

Prabowo menyebut, praktik korupsi di sektor strategis seperti CPO sangat merugikan masyarakat. Saat kasus ini mencuat, rakyat sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga wajar akibat penyimpangan tersebut.

Komitmen Tegas terhadap Penegakan Hukum

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penegakan hukum dalam melindungi kekayaan nasional. Ia menyebut, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari pemberantasan tambang ilegal hingga penyelundupan komoditas strategis yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga:  TKN Nomor Urut Dua Sebut Prabowo Siap Debat dari 15 Tahun lalu

“Saya ini greget, saya ingin kalau bisa kita kejar lagi kekayaan yang diselewengkan,” ucapnya.

Detail Pengembalian Dana Kasus CPO

Kasus korupsi CPO ini melibatkan tiga grup korporasi besar, yaitu Permata Hijau Group, Musim Mas Group, dan Wilmar Group. Total uang pengganti yang dibebankan mencapai Rp 17,7 triliun, dengan Rp 13,2 triliun sudah diserahkan ke negara. Wilmar Group menjadi pihak pertama yang melunasi kewajibannya, sementara dua grup lainnya masih dalam proses penyelesaian sesuai keputusan pengadilan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dana 13 Triliun kampung nelayan Korupsi CPO Penegakan Hukum Prabowo Subianto Renovasi Sekolah Wilmar Group
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragis! Pria di Bandung Meninggal Usai Terjatuh ke Sumur Sedalam 19 Meter

Skandal Riset Palsu, Peneliti Indonesia Tipu Ilmuwan Dunia Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis?

Dari Penarik Gerobak Jadi ‘Anak Emas’: Kisah Haru Sapi Matilda yang Bikin Netizen Mewek

Pengendara Motor Masuk Tol Purbaleunyi Berujung Kecelakaan, Polisi Lakukan Penyelidikan di KM 123 Bandung Barat

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Terpopuler
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Viral Video ‘3 vs 1’ TKW Taiwan: Jebakan Link Phishing di Balik Konten Sensasional
  • Pengusaha Tasikmalaya Bawa Rp1,3 Miliar Cash, Nekat Tawar Ikan Koi Irfan Hakim dan Bos Hartono tapi Ditolak!
  • Bandung Siap-siap Macet Total! Ini Skema Pengalihan Jalan dan Rute Konvoi Juara Persib
  • Dicap Sensasional! Video TKW Taiwan 3 Vs 1 Viral, Netizen Ramai Cari Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.