Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Minggu, 11 Oktober 2026 17:04 WIB

Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!

Minggu, 11 Oktober 2026 16:02 WIB

Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat

Minggu, 11 Oktober 2026 15:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
  • Persib vs Dewa United Malam Ini, Bobotoh Wajib Tahu Aturan Stadion Si Jalak Harupat
  • Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teror Pocong di Bandung Barat Ternyata Hoaks AI, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

By SusanaRabu, 27 Mei 2026 18:55 WIB3 Mins Read
Fenomena teror pocong viral 2026 bikin warga resah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menampilkan sosok “pocong” mengetuk pintu dan jendela rumah warga pada malam hari. Konten tersebut diklaim terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi.

Narasi yang beredar membuat sebagian warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah merasa resah karena mengira kejadian tersebut benar-benar terjadi. Video itu kemudian menyebar cepat melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Polisi Pastikan Video Pocong Adalah Hoaks dan Rekayasa AI

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi akhirnya memastikan bahwa fenomena tersebut bukan kejadian nyata, melainkan konten fiktif yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, menegaskan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada peristiwa mistis seperti yang viral di media sosial.

“Dapat kami pastikan bahwa teror itu hoaks dan dibuat menggunakan teknologi AI oleh lima remaja dari Ngamprah,” ujarnya.

Polisi juga bergerak cepat setelah menerima banyak laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan beredarnya konten tersebut.

Lima Remaja Pembuat Konten Diamankan dan Dibina

Dari hasil penelusuran digital, polisi berhasil mengidentifikasi lima remaja asal Kecamatan Ngamprah sebagai pembuat sekaligus penyebar konten tersebut.

Menurut penyelidikan, motif awal pembuatan video pocong itu hanyalah candaan atau prank yang ditujukan kepada orang tua salah satu pelaku.

Namun, situasi berubah tidak terkendali ketika video tersebut justru disebarkan ulang melalui grup pesan singkat keluarga hingga akhirnya viral di media sosial dengan berbagai narasi menyesatkan.

Motif Prank Berujung Kepanikan Publik

Polisi mengungkapkan bahwa tujuan awal para remaja tersebut bukan untuk membuat keresahan publik. Namun, kurangnya pemahaman terhadap dampak penyebaran konten digital membuat situasi menjadi serius.

Orang tua yang menjadi sasaran prank sempat panik dan membagikan video tersebut ke grup keluarga, yang kemudian menyebar luas tanpa verifikasi.

Akibatnya, konten tersebut menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah sebelum akhirnya dipastikan sebagai hoaks.

Polisi Lakukan Pembinaan dan Imbau Warga Lebih Bijak

Kelima remaja tersebut kini telah didata dan mendapatkan pembinaan di Mapolres Cimahi dengan pendampingan orang tua masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus edukasi terkait penggunaan media sosial.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya. Jika menerima informasi atau video yang janggal, lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya,” tegas AKP Teguh Kumara.

Imbauan: Waspada Konten AI dan Hoaks di Media Sosial

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang menyerupai kejadian nyata. Tanpa literasi digital yang baik, masyarakat mudah terjebak dalam informasi palsu.

Polisi menegaskan pentingnya sikap saring sebelum sharing agar tidak memicu kepanikan publik di kemudian hari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Jangan Panik! Ini Alasan Bansos Oktober 2026 Belum Cair dan Cara Mengatasinya

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.