bukamata.id – Media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya foto dan video yang menampilkan sosok “pocong” mengetuk pintu dan jendela rumah warga pada malam hari. Konten tersebut diklaim terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi.
Narasi yang beredar membuat sebagian warga di Kecamatan Padalarang dan Ngamprah merasa resah karena mengira kejadian tersebut benar-benar terjadi. Video itu kemudian menyebar cepat melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Polisi Pastikan Video Pocong Adalah Hoaks dan Rekayasa AI
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cimahi akhirnya memastikan bahwa fenomena tersebut bukan kejadian nyata, melainkan konten fiktif yang dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Teguh Kumara, menegaskan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada peristiwa mistis seperti yang viral di media sosial.
“Dapat kami pastikan bahwa teror itu hoaks dan dibuat menggunakan teknologi AI oleh lima remaja dari Ngamprah,” ujarnya.
Polisi juga bergerak cepat setelah menerima banyak laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan beredarnya konten tersebut.
Lima Remaja Pembuat Konten Diamankan dan Dibina
Dari hasil penelusuran digital, polisi berhasil mengidentifikasi lima remaja asal Kecamatan Ngamprah sebagai pembuat sekaligus penyebar konten tersebut.
Menurut penyelidikan, motif awal pembuatan video pocong itu hanyalah candaan atau prank yang ditujukan kepada orang tua salah satu pelaku.
Namun, situasi berubah tidak terkendali ketika video tersebut justru disebarkan ulang melalui grup pesan singkat keluarga hingga akhirnya viral di media sosial dengan berbagai narasi menyesatkan.
Motif Prank Berujung Kepanikan Publik
Polisi mengungkapkan bahwa tujuan awal para remaja tersebut bukan untuk membuat keresahan publik. Namun, kurangnya pemahaman terhadap dampak penyebaran konten digital membuat situasi menjadi serius.
Orang tua yang menjadi sasaran prank sempat panik dan membagikan video tersebut ke grup keluarga, yang kemudian menyebar luas tanpa verifikasi.
Akibatnya, konten tersebut menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah sebelum akhirnya dipastikan sebagai hoaks.
Polisi Lakukan Pembinaan dan Imbau Warga Lebih Bijak
Kelima remaja tersebut kini telah didata dan mendapatkan pembinaan di Mapolres Cimahi dengan pendampingan orang tua masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus edukasi terkait penggunaan media sosial.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah percaya. Jika menerima informasi atau video yang janggal, lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkannya,” tegas AKP Teguh Kumara.
Imbauan: Waspada Konten AI dan Hoaks di Media Sosial
Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi AI dapat disalahgunakan untuk membuat konten yang menyerupai kejadian nyata. Tanpa literasi digital yang baik, masyarakat mudah terjebak dalam informasi palsu.
Polisi menegaskan pentingnya sikap saring sebelum sharing agar tidak memicu kepanikan publik di kemudian hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










