bukamata.id – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan tiga orang nekat menuruni area kawah puncak Gunung Ciremai mendadak viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, ketiganya terlihat berjalan santai di dasar kawah yang didominasi warna putih, meski area itu merupakan zona terlarang.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melacak kejadian tersebut yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026). Tim siber TNGC bahkan telah berkomunikasi dengan pengunggah video tersebut.
“Tahu dari postingan, lalu tim siber melakukan penelusuran. Akunnya sudah ketemu dan admin kami sudah berkomunikasi langsung. Pengunggah membenarkan dia mengambil gambar itu dan melihat sendiri ada aktivitas orang di bawah kawah. Itu terjadi tanggal 15 Juli kemarin,” tutur Eska, Sabtu (18/7/2026).
Pihak pengelola menduga para pelaku masuk melalui jalur Linggarjati dengan memanfaatkan celah ekstrem yang tidak lazim dilalui pendaki. Hingga kini, identitas orang-orang dalam video tersebut masih dalam tahap verifikasi, apakah mereka pendaki resmi atau masyarakat sekitar.
“Kami masih memverifikasi identitasnya. Itu dari jalur Linggarjati kemungkinan. Nah sementara di tanggal itu yang booking lewat Linggarjati itu hanya open trip yang itu yang posting videonya yang dari Jakarta. Ada kemungkinan pendaki ilegal atau warga sekitar. Kalau dilihat dari hasil zoom video, penampilannya sepertinya bukan pendaki. Nggak ada jalur ke situ. Hanya memanfaatkan celah-celah yang mungkin dia siasati. Nggak tahu dia modusnya apa gitu kan sampai ke bawah,” ujar Eska.
Risiko Fatal di Balik Kawah Ciremai
TNGC menekankan bahwa kawah adalah Zona Inti yang haram dimasuki manusia. Selain pelanggaran SOP, terdapat ancaman keselamatan yang nyata bagi siapa saja yang berani turun ke area tersebut.
“Bahayanya yang pertama itu kan batuan-batuan yang labil. Batuan yang labil kemudian rentan longsor akhirnya potensi bahayanya besar. Kemudian yang kedua aktivitas di area kawah kan tidak bisa diprediksi. Bisa jadi keluar gas beracun atau apalah gitu kan. Nah ini yang sebenarnya mengancam terhadap orang-orang itu. Sesuai SOP, ada pengenaan sanksi mulai dari peringatan sampai blacklist atau larangan mendaki di masa depan,” tambah Eska.
Resmi: TNGC Keluarkan Larangan Keras
Menyikapi insiden ini, Kepala Balai TN Gunung Ciremai, Toni Anwar, S.Hut., M.T., mengeluarkan surat edaran resmi nomor PG.14/T.33/TU/KSA.02.01/B/07/2026 pada Sabtu (18/7/2026).
Pihak TNGC menegaskan bahwa kawah bukan destinasi wisata, melainkan zona konservasi yang rapuh. Minimnya jalur evakuasi di kawah membuat upaya penyelamatan hampir mustahil dilakukan jika terjadi insiden.
“Tindakan memasuki area kawah tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa, tetapi juga merusak kelestarian ekosistem di kawasan konservasi,” tegas Toni.
Pihak TNGC menutup pernyataan dengan imbauan tegas kepada seluruh pendaki untuk selalu mengikuti prosedur yang berlaku. Mereka juga mengingatkan bahwa sanksi berat, termasuk blacklist permanen, akan menanti bagi siapa saja yang terbukti melanggar aturan di kawasan Gunung Ciremai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










