Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras

Sabtu, 18 Juli 2026 17:17 WIB

Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus

Sabtu, 18 Juli 2026 17:13 WIB

Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!

Sabtu, 18 Juli 2026 16:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras
  • Analisis Prediksi Prancis vs Inggris: Catatan Kelam The Three Lions Menghadapi Les Bleus
  • Pesantren Rasa Hotel? Ada di Jawa Barat! Intip Fasilitas ‘VVIP’ yang Bikin Santri Betah Belajar!
  • Janji Gila Marc Cucurella: Siap Pensiun Dini & Tato Wajah Pelatih Jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
  • Tingginya 229cm! Mengenal Jongkuch Mach, Prospek NBA Paling Menakutkan Saat Ini
  • Perpisahan Pahit, Ini Alasan Haru Frans Putros Tinggalkan Persib Bandung!
  • Jadwal Cair Bansos PKH Tahap 3 Juli 2026: Segera Cek Bansos Anda Sekarang!
  • Update Kode Redeem Free Fire 18 Juli 2026: Klaim Skin & Item Gratis Sekarang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 18 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

TEROR POCONG 2026: Bawa Sajam dan Ketuk Pintu Warga, Ternyata Ini Fakta Mengerikan di Baliknya!

By SusanaSelasa, 26 Mei 2026 10:09 WIB6 Mins Read
Fenomena teror pocong viral 2026 bikin warga resah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukmata.id – Fenomena “teror pocong” kembali mengguncang media sosial Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir, video dan foto sosok menyerupai pocong viral di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, hingga grup WhatsApp warga.

Mulai dari Tangerang, Lamongan, Nganjuk, Sidoarjo, hingga Bandung Barat, masyarakat dibuat resah oleh kemunculan sosok berpakaian putih yang disebut berkeliaran di malam hari.

Narasi yang beredar pun semakin liar. Ada yang menyebut pocong itu berdiri di pinggir jalan pada dini hari, mengetuk pintu rumah warga, berjalan di gang sempit permukiman, bahkan membawa senjata tajam jenis celurit. Rekaman CCTV yang beredar cepat membuat suasana mencekam semakin terasa.

Fenomena ini bukan sekadar cerita horor biasa. Di tengah era kecerdasan buatan (AI) dan banjir konten digital, isu mistis ternyata masih sangat mudah memicu kepanikan publik. Pertanyaannya, mengapa masyarakat masih begitu mudah percaya pada narasi horor viral? Dan bagaimana media sosial memperbesar ketakutan kolektif warga?

Viral di Media Sosial, Warga Mulai Takut Keluar Malam

Gelombang keresahan bermula ketika sejumlah video memperlihatkan sosok pocong berdiri di area permukiman minim penerangan viral di TikTok dan WhatsApp. Dalam video tersebut, suasana malam yang sunyi dipadukan dengan visual sosok putih membuat banyak orang langsung percaya bahwa ada “teror gaib” di lingkungan mereka.

Di beberapa daerah, warga mulai meningkatkan ronda malam dan patroli lingkungan. Orang tua melarang anak-anak keluar rumah terlalu larut malam. Bahkan sejumlah warung malam mengaku mengalami penurunan pengunjung karena masyarakat memilih tetap berada di rumah.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana rasa takut bisa menyebar jauh lebih cepat dibanding fakta. Hanya lewat satu video berdurasi beberapa detik, suasana satu kampung bisa berubah mencekam.

Di Tangerang dan Jawa Barat misalnya, video yang disebut memperlihatkan “pocong mengetuk rumah warga” tersebar masif melalui grup WhatsApp keluarga dan RT. Banyak warga yang mengaku takut membuka pintu ketika mendengar suara aneh pada malam hari.

Baca Juga:  Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Lamongan Heboh, Ternyata Hanya Prank Dua Remaja

Salah satu kasus yang paling menyita perhatian terjadi di Lingkungan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan. Video viral memperlihatkan sosok pocong berdiri di dalam gang sempit pada dini hari.

Warga bernama Faisol mengaku terkejut karena lokasi video tersebut ternyata berada tepat di depan rumahnya.

“Warga kampung langsung heboh setelah video itu menyebar. Banyak yang penasaran apakah itu benar penampakan atau hanya seseorang yang sengaja menakut-nakuti,” ujarnya.

Namun setelah ditelusuri aparat kelurahan, fakta sebenarnya justru jauh dari unsur mistis. Sosok pocong tersebut ternyata diperankan dua remaja berinisial MA (17) dan AB (17) yang sengaja membuat konten prank demi media sosial.

Lurah Tumenggungan, Junaidi, langsung memanggil kedua remaja tersebut untuk meredam kepanikan warga.

“Saya tanya kepada mereka tujuannya apa, terus mereka jawab hanya bercanda untuk ngeprank,” katanya.

MA mengaku hanya mengikuti perintah temannya untuk memakai kain putih dan berperan sebagai pocong. Sementara AB menjadi penggagas sekaligus perekam video.

Kasus ini memperlihatkan sisi gelap budaya konten viral di media sosial. Demi mengejar views, likes, dan perhatian publik, sebagian orang rela membuat konten yang justru menimbulkan keresahan massal.

Bandung Barat Mencekam, Isu Pocong Bersenjata Bikin Warga Panik

Fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Media sosial diramaikan kabar adanya sosok pocong membawa senjata tajam yang meneror warga di wilayah Padalarang hingga Ngamprah.

Dalam unggahan yang viral, sosok tersebut disebut mengetuk kaca rumah secara acak dari satu rumah ke rumah lainnya pada malam hari.

Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, mengatakan polisi langsung turun melakukan penelusuran setelah banyak unggahan viral di media sosial.

“Ya kami sudah dapat informasi terkait keberadaan sosok yang disebut pocong oleh warga. Tapi laporan resmi dari warga belum ada,” ujarnya.

Polisi menduga sosok tersebut bukan makhluk gaib, melainkan manusia yang sengaja memakai kain putih untuk menebar ketakutan.

Baca Juga:  Real atau Settingan? Video 7 Menit 'Ibu Tiri vs Anak Tiri' Viral, Netizen Ramai Cari Part 2

Keresahan semakin meningkat setelah muncul isu tambahan bahwa “pocong” itu membawa celurit. Meski belum terbukti, narasi tersebut membuat warga makin takut beraktivitas malam hari.

Sebagai langkah antisipasi, patroli polisi ditingkatkan dan masyarakat diminta mengaktifkan kembali ronda malam atau siskamling.

Nganjuk hingga Sidoarjo: Ketakutan Menyebar Lewat WhatsApp

Di Kabupaten Nganjuk, warga dibuat panik setelah poster digital tentang “pocong bercelurit” viral di media sosial. Poster tersebut menarasikan adanya teror pocong jadi-jadian yang mengetuk rumah warga pada malam hari.

Namun polisi memastikan informasi tersebut belum terbukti dan bukan berasal dari akun resmi aparat keamanan.

Sementara di Sidoarjo, video pocong jadi-jadian yang viral ternyata diketahui berasal dari Tangerang, bukan dari wilayah setempat. Meski begitu, video tersebut telanjur memicu ketakutan warga.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana informasi di media sosial sering kehilangan konteks. Video dari satu daerah bisa dengan mudah dianggap terjadi di tempat lain hanya karena dibagikan berulang kali tanpa verifikasi.

Mengapa Fenomena Pocong Selalu Mudah Viral?

Fenomena pocong sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Dari era “kolor ijo”, “pasukan ninja”, hingga “begal pocong”, narasi mistis selalu muncul berulang dalam berbagai bentuk.

Budaya masyarakat Indonesia yang masih dekat dengan cerita supranatural membuat isu seperti ini mudah dipercaya. Ditambah lagi, media sosial mempercepat penyebaran rasa takut.

Algoritma platform digital juga memainkan peran penting. Konten horor cenderung mendapat engagement tinggi karena memancing rasa penasaran dan emosi pengguna. Semakin banyak orang menonton, berkomentar, dan membagikan, semakin luas pula penyebarannya.

Banyak kreator konten akhirnya memanfaatkan situasi tersebut demi viralitas. Sayangnya, tidak sedikit yang mengabaikan dampak sosial yang ditimbulkan.

Komentar Warganet: Antara Takut, Kesal, dan Curiga Pengalihan Isu

Fenomena pocong viral ini memicu banjir komentar dari warganet. Sebagian menganggap isu tersebut lucu dan tidak masuk akal, tetapi ada juga yang menilai fenomena itu sengaja dibuat untuk mencari perhatian.

Baca Juga:  Ramai Diburu Netizen, Benarkah Ada Video Ukhti Mukena Pink Full Durasi?

Komentar-komentar itu ramai bermunculan di media sosial, salah satunya di akun Instagram @magetanbanget.

“Jaman 2026 jaman AI isek percoyo poconk anjrlahh… nek enek paling wong kurang gawean caper ae,” tulis akun @ee***.

Warganet lain mengaitkan fenomena ini dengan tren mistis lama yang selalu muncul dari waktu ke waktu.

“Dulu kolor ijo, pasukan ninja… negara yang nggak bisa lepas dari mistis atau pengalihan isu?” tulis akun @the***.

Ada pula komentar yang bernada emosi karena merasa warga sengaja diteror.

“Oh jangan diserahkan ke polisi dulu, mending digeprek rame-rame dulu,” tulis akun @bab***.

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya menjadi tempat penyebaran informasi, tetapi juga ruang pembentukan opini publik secara cepat dan emosional.

Polisi Imbau Warga Tidak Mudah Percaya

Aparat kepolisian di berbagai daerah meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Polisi juga mengingatkan warga agar tidak ikut menyebarkan video atau kabar yang dapat memicu kepanikan massal.

Hingga saat ini, sebagian besar kasus “teror pocong” yang viral justru mengarah pada aksi prank, candaan berlebihan, atau upaya mencari sensasi di media sosial.

Meski begitu, aparat tetap meminta masyarakat waspada terhadap kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan ketakutan warga untuk melakukan tindakan kriminal.

Fenomena Lama dengan Wajah Baru

Fenomena pocong viral 2026 menjadi bukti bahwa masyarakat digital modern ternyata masih sangat rentan terhadap ketakutan kolektif berbasis isu mistis.

Bedanya, jika dulu cerita horor menyebar dari mulut ke mulut, kini kepanikan bisa menjalar ke jutaan orang hanya dalam hitungan jam lewat media sosial.

Di era AI, deepfake, dan manipulasi visual yang semakin canggih, kemampuan masyarakat memilah informasi menjadi semakin penting. Sebab ketakutan massal tidak selalu muncul dari ancaman nyata, tetapi bisa lahir dari konten viral yang dimainkan demi sensasi dan perhatian publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita viral hari ini fenomena mistis viral isu pocong 2026 pocong bersenjata pocong jadi-jadian pocong ketuk pintu rumah pocong media sosial pocong Tangerang pocong viral 2026 prank pocong viral teror pocong Bandung Barat teror pocong viral video pocong viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Aksi Nekat Turun ke Kawah Gunung Ciremai, Pihak TNGC Beri Peringatan Keras

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BPNT Juli 2026 Rp600 Ribu Segera Cair, Apakah Nama Anda Masuk Daftar Penerima?

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Juli 2026 Cair 20 Juli, Cek Penerima Bansos Rp600 Ribu Lewat NIK KTP

Kemacetan

Waspada Macet! Ini Daftar Titik Kemacetan di Bandung Akhir Pekan 18-19 Juli 2026

Perahu Bocor saat Memancing, Nelayan Asal Cililin Hilang di Waduk Saguling

Kedok Wisata, Misi Rahasia? Skandal di Balik Kaburnya Femas di Korea Selatan!

Terpopuler
  • PMJB Resmi Berdiri, Mitra MBG Jawa Barat Soroti Perubahan Kebijakan BGN
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
  • Gempar Penemuan Jasad di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung, Polisi Temukan Surat Wasiat
  • Demi Viral Berujung Penjara? Lagu Vulgar Icha Chellow Akhirnya Diseret ke Jalur Hukum
  • Macan Tutul
    Viral Kabar Warga Diterkam Macan di Gunung Papandayan, Begini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.