bukamata.id – Malam nahas terjadi di permukiman Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu 4 Februari 2026.
Aktivitas penggalian tanah yang dilakukan untuk mencari harta karun berakhir tragis, menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya.
Kepala Dinas Damkarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, mengonfirmasi insiden tersebut. Tim darurat menerima laporan pukul 19.35 WIB dan segera menuju lokasi dengan response time delapan menit, tiba pukul 19.43 WIB.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan petugas, peristiwa bermula saat MNH (25) menyelesaikan penggalian tanah sedalam sekitar 2 meter. Dua orang lainnya, Ibu FH (47) dan Ibu RY (40), kemudian turun ke dasar galian untuk melakukan ritual tertentu atas permintaan pihak keluarga.
Namun, struktur tanah yang labil menyebabkan tembok beton bekas dudukan mesin huller padi runtuh.
“Tembok beton seberat 1.125 kilogram jatuh menimpa MNH dan RY,” ujar Soni.
Sementara itu, FH sempat tertimpa reruntuhan lain namun berhasil selamat meski mengalami luka dan nyeri tekan.
Evakuasi Dramatis Selama 6 Jam
Proses penyelamatan berlangsung penuh tantangan karena lokasi yang sempit dan beratnya material beton. Tim Damkarmatan menurunkan 20 personel dan 4 unit kendaraan, dibantu TNI, Polri, PMI, dan DSDABM.
Petugas menggunakan Rotary Saw dan Jack Hammer untuk memotong beton secara bertahap demi keselamatan korban.
Korban pertama, RY (40), berhasil dievakuasi pukul 01.25 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban kedua, MNH (25), dievakuasi pukul 01.55 WIB dan nyawanya tidak tertolong. Operasi penyelamatan total berlangsung 6 jam 15 menit. Semua korban telah diserahkan kepada keluarga dan tim medis.
Motif Penggalian: Ritual Harta Karun
Kapolsek Antapani, Komisaris Yusuf Tojiri, menjelaskan bahwa kedua korban melakukan penggalian untuk menemukan harta karun di bawah arahan seorang perempuan berinisial FY. Seorang saksi mengungkap, ritual ini telah dilakukan sebulan sebelumnya di lokasi yang sama.
FY diyakini membimbing korban untuk menggali beberapa titik di bekas penggilingan padi.
“FY meyakinkan mereka bahwa peti harta karun tertimbun di sana,” jelas Yusuf.
Pada malam kejadian, kondisi tanah gembur dan licin memicu longsornya struktur beton, sehingga kedua korban tertimbun.
Langkah Penanganan dan Imbauan Keselamatan
Pihak kepolisian saat ini masih memeriksa FY dan melakukan penyelidikan intensif untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana atau kelalaian. Kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Antapani dan Polrestabes Bandung.
Soni Bakhtiyar menekankan pentingnya keselamatan konstruksi dan penggalian tanah untuk menghindari tragedi serupa.
“Masyarakat harus memastikan struktur aman sebelum melakukan penggalian atau renovasi,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











