Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
THR

Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya

Jumat, 20 Februari 2026 04:00 WIB

Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan

Jumat, 20 Februari 2026 03:00 WIB

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

Jumat, 20 Februari 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minggu Pertama Puasa, THR ASN 2026 Siap Masuk Rekening? Ini Rinciannya
  • Jadwal Imsak Hari Ini: 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan
  • Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai
  • Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Board of Peace Bentukan Trump di Washington
  • Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!
  • Polemik Kursi Ketua DPW PPP Jabar: Pepep Saepul Hidayat Seret DPP ke Pengadilan
  • Satu Tahun Pimpin Kota Bandung, Farhan Soroti Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 20 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ritual Mengerikan Budaya Kuno Peru, Anak Jadi Tumbal untuk Ayahnya

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 13:40 WIB3 Mins Read
Pemakaman kuno di Peru. (Foto: Live Science)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan ritual mengerikan yang dilakukan oleh masyarakat kuno, atau sekitar 1.500 tahun lalu. Ritual itu dilakukan di pemakaman kuno Andes.

Yang mengejutkan, ada remaja laki-laki yang menjadi tumbal setelah kematian ayahnya, dan remaja perempuan dikorbankan ketika bibinya meninggal. Ritual ini diakui arkeolog belum pernah dilihat sebelumnya.

Ritual ini berasal dari budaya Moche, berkembang di pantai utara Peru dari 300 hingga 950 SM. Ritual ini disebutkan sebagai pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewa.

“Sebagian besar dari yang kita ketahui tentang pengorbanan manusia Moche terkait dengan bentuk pengorbanan manusia yang terbuka untuk umum dan mengerikan,” cetus Lars Fehren-Schmitz, arkeogenetik di Universitas California, Santa Cruz.

Baca Juga:  Dibalik Totopong Dedi Mulyadi, Kisah Pengrajin Sumedang Lestarikan Budaya Sunda

“Tidak ada bukti menunjukkan pengorbanan kerabat dekat atau remaja seperti yang kami amati ini. Juga tidak ada pengamatan lain seperti ini dilaporkan dalam literatur arkeologi,” tambahnya.

Para korban dimakamkan di bawah bangunan bercat yang menyerupai piramida, yang mereka sebut Huaca Cao Viejo. Makam ini pertama kali ditemukan di Peru pada tahu 2005.

Di makam tersebut, ditemukan enam jenazah, termasuk jenazah wanita berstatus tinggi terawat baik berjuluk Senora de Cao. Tiga pria juga ditempatkan dalam makam, serta dua remaja yang dicekik dengan tali serat tanaman.

Ahli lama berasumsi jika kelompok pemakaman Moche elit seperti ini terdiri dari anggota keluarga yang masih kerabat.

Baca Juga:  Nelayan Temukan Tablet Batu Berisi Tulisan Aneh, Apa Isinya?

Namun, studi baru di jurnal PNAS, adalah yang pertama membuktikannya secara ilmiah. Peneliti menemukan lima di antaranya dikuburkan di waktu hampir bersamaan.

Dalam sebuah analisis genomik menyebutkan jika Senora de Cao memiliki relasi dengan gadis remaja yang dikorbankan untuknya, kemungkinan besar bibi dan keponakan.

Sementara dua pria yang ditemukan di makam kemungkinan saudara laki-laki Senora de Cao, dan salah satu dari mereka mungkin adalah ayah dari gadis yang dikorbankan tersebut.

Kemudian pria ketia, yang meninggal beberapa dekade sebelumnya, mungkin adalah ayah atau kakek dari kedua saudara itu.

Peneliti juga menemukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana anak laki-laki dikorbankan untuk ayahnya, yang disebut merupakan saudara Senora de Cao itu.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Makam Mesir Kuno Milik Tabib Ahli Kalajengking

“Teorinya bahwa ini adalah bentuk pembunuhan ritual lebih pribadi dan bermartabat, mungkin diperuntukkan bagi individu berstatus sosial atau spiritual yang lebih tinggi,” kata Fehren.

Sementara alasan mereka dikorbankan masih menjadi misteri dan akan diteliti lebih lanjut bersamaan dengan analisis terhadap penguburan berstatus tinggi lainnya.

“Perlu diingat juga bahwa orang yang mengatur pengorbanan dan penguburan bukanlah orang yang sama yang dikorbankan dan dikuburkan. Jadi, semacam intrik pengadilan dapat menyebabkan hasil yang kami temukan dalam penguburan tersebut,” kata Jeffrey Quilter, akademisi Peabody Museum of Archaeology and Ethnology di Universitas Harvard.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog budaya moche Peru
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buruan Cek! Link Video Nay TikTok Blunder Jadi Incaran Netizen, Awas Jebakan Mengintai

menonton film

Nonton Film Gratis di LK21: Nyesel Baru Tahu Ternyata Ada Mata-mata yang Bisa Sadap HP!

Link Video Chindo Adidas Full Version Bertebaran, Awas Jangan Sampai Jadi Korban Selanjutnya!

Mau Bukber Seru di Bandung? Ini 5 Kafe Hits dengan Paket Iftar Lengkap

Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor Masih Diburu Netizen, Awas Jebakan di Balik Narasi Viral

No Sensor? Link Video Teh Pucuk 17 Menit Viral, Simak Klarifikasinya

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral! Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor, Nonton Full Dimana?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.