Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini

Selasa, 13 Oktober 2026 03:00 WIB

Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 20:22 WIB

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Senin, 12 Oktober 2026 20:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos Oktober–Desember 2026, Cek Nama Penerima Lewat HP dengan Cara Ini
  • Diduga Sempat Diberi Telur Mentah, Bayi Alena Meninggal pada Usia 28 Hari
  • Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan
  • PKH hingga PIP 2026, Segini Nominal Bantuan dan Cara Cek Status Penerima secara Online
  • Nasib PMI Asal Cililin di Dubai Bikin Keluarga Cemas, Komunikasi Terputus usai Minta Pertolongan
  • Persib Wajib Manfaatkan Celah Viettel FC, Performa Klub Vietnam Disorot Media Lokal
  • Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!
  • Buntut Penyerangan Bus Persib U-18 di Tol Batang, PP The Jakmania Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Arkeolog Temukan Makam Mesir Kuno Milik Tabib Ahli Kalajengking

By Aga GustianaSelasa, 21 Januari 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Makam Mesir kuno berusia 4.100 tahun. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog dari Swiss-Prancis menemukan makam berusia 4.100 tahun di Mesir. Makam tersebut milik seorang tabib kerajaan dengan keahlian istimewa, yakni bisa menyembuhkan pasien dari gigitan dan sengatan berbisa.

Makam tersebut ditemukan di Saqqara, sebuah tempat penyimpanan yang dikenal sebagai gudang harta karun kuburan dari zaman kuno. Disebutkan makam itu tempat peristirahatan terakhir ahli toksikologi kuno Tetinebefou.

Kendati makam telah habis dijarah perampok, namun para peneliti masih dapat mempelajari lukisan dan hieroglif yang menghiasi dinding situs tersebut.

“Dia tentu saja adalah tabib utama di istana kerajaan, jadi dia pasti telah merawat firaun,” kata Philippe Collombert, pemimpin tim arkeolog Swiss-Prancis yang menemukan makam tersebut.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Batu Berbentuk Donat Berusia 12 Ribu Tahun, Asal-usul Roda?

Dikatakan Collembert, pada lukisan di dinding menampilkan ilustrasi yang menggambarkan jabatan dokter. Terdapat gambaran benda-benda seperti vas, kotak dan hal lain yang kemungkinan digunakan dokter untuk merawat pasien.

“Ia adalah spesialis gigitan beracun,” kata Collombert.

Adapun gelar resmi Tetinebefou adalah ‘Tukang Sihir Dewi Serqet’, Dewi Kalajengking Mesir yang melindungi mereka yang menderita akibat gigitan dan sengatan beracun.

Untuk diketahui, dalam berbagai sejarah, bangsa Mesir kuno memang dikenal memiliki banyak makhluk berbisa. Salah satu penghuni paling terkenal adalah kalajengking ekor gemuk, yang sangat mematikan sehingga korbannya dapat mati dalam waktu satu jam setelah disengat.

Baca Juga:  Arkeolog Temukan Patung Berusia 7.000 Tahun Mirip Wajah Alien

Sehingga tak heran, pada masanya ada profesi seperti Tetinebefou. Detoksifikasi arakhnida hanyalah salah satu dari beberapa layanan yang dilakukan tabib ini.

Tetinebefou juga diketahui merupakan ‘direktur tanaman obat’, gelar yang hanya terlihat dalam satu penemuan lain dari Mesir kuno, sekaligus juga kepala dokter gigi, gelar lain yang sangat langka.

Tidak jelas bangsawan mana saja yang dirawat Tetinebefou. Namun, spesialis penyembuh keracunan akibat sengatan kalajengking itu kemungkinan besar berpraktik pada masa Pepi II, yang memerintah dari sekitar tahun 2246 hingga 2152 SM.

Ini berarti bahwa dia mungkin telah merawat Pepi II sendiri dan satu atau lebih penerusnya, menurut penelitian tersebut.

Baca Juga:  Penemuan Jimat Kuno Berusia 1.800 Tahun, Buka Sejarah Tersembunyi Kekristenan di Eropa

Makam itu pun merupakan keajaiban tersendiri, dihiasi dengan berbagai lukisan berwarna cerah berupa guci dan vas abstrak yang mengaburkan usianya.

“Mudah untuk tidak menyadari bahwa benda-benda ini berusia 4.000 tahun!” tulis tim tersebut dalam makalah penelitian mereka.

Para arkeolog terus menyelidiki tempat tinggal pascakematian Tetinebefou, yang mereka yakini memberikan pandangan langka tentang kehidupan sehari-hari dan praktik budaya selama periode Kerajaan Lama.

“Penemuan luar biasa ini menambah warisan Saqqara yang kaya sebagai salah satu situs arkeologi terpenting di Mesir,” tulis mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Mesir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berusia Puluhan Tahun! Ini 6 Kuliner Legendaris Sukabumi yang Selalu Diincar Wisatawan

Pernah Dibayar Nasi Bungkus?! Fakta Kelam Masa Lalu Anggun C Sasmi Sebelum Mendunia!

Liburan ke Bandung Modal Minim? 5 Tempat Wisata Gratis Ini Punya Spot Foto Keren!

Panas Banget! Chat Rahasia Aa Juju dan Awkarin Bocor, Berujung Saling Serang Soal Karhutla!

Bikin Ketagihan! Ini 15 Spot Wisata Hits di Sukabumi buat Tempat ‘Pelarian’ Akhir Pekan

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, 1 Gram Dibanderol Rp2.631.000

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
  • Incar Poin Penuh di Kandang Port FC, Persib Bandung Siap Tampil Habis-habisan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.