bukamata.id – Bayi bernama Alena meninggal dunia pada usia 28 hari setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSU dr Soetomo, Surabaya. Sebelumnya, Alena dilaporkan mengalami kondisi kritis yang diduga berkaitan dengan pemberian telur mentah oleh neneknya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, bayi Alena tiba di instalasi gawat darurat (IGD) RSU dr Soetomo pada Jumat (9/10/2026) pagi. Pada hari yang sama, Alena kemudian mendapatkan perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Emil mengungkapkan, dirinya baru menerima informasi mengenai kondisi bayi tersebut sekitar pukul 18.00 WIB. Saat berkomunikasi dengan keluarga dan mengecek penanganan di rumah sakit, Alena sudah mendapatkan perawatan medis.
“Saya baru mendapatkan informasi tersebut sekitar pukul 18.00 WIB. Artinya, ketika saya berkomunikasi dengan pihak keluarga dan mengecek ke RSUD dr Soetomo, pasien sudah mendapatkan penanganan,” kata Emil kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Senin (12/10/2026).
Bayi Alena Meninggal Setelah Tiga Hari Dirawat
Setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar tiga hari, bayi Alena meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) pukul 07.10 WIB. Usianya saat meninggal belum genap satu bulan, yakni baru 28 hari.
Emil menegaskan, Alena telah mendapatkan penanganan di ruang NICU sesuai prosedur rumah sakit. Ia menyebut perawatan tersebut berjalan melalui sistem pelayanan medis yang berlaku, tanpa intervensi darinya.
Menurut Emil, dirinya juga telah berkomunikasi dengan ibu bayi dan sejumlah anggota keluarga untuk mengetahui perkembangan kondisi Alena.
“Ini menjadi bukti yang ingin kami tegaskan sejak awal. Meski demikian, saya memang berkomunikasi dengan pihak keluarga, baik ibunya maupun kerabatnya,” tegasnya.
Penyebab Kematian Bayi Alena Masih Perlu Penjelasan Medis
Terkait dugaan bahwa kondisi kritis Alena berkaitan dengan pemberian telur mentah oleh neneknya, Emil tidak memberikan kesimpulan mengenai penyebab kematian bayi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa informasi yang diterimanya menyebutkan Alena mengalami infeksi saluran pencernaan. Namun, hubungan antara infeksi tersebut dan makanan yang dikonsumsi bayi masih memerlukan penjelasan dari tenaga medis yang berwenang.
“Informasi yang saya terima, pasien mengalami infeksi saluran pencernaan. Adapun hubungan sebab-akibat antara kondisi tersebut dan makanan yang dikonsumsi, seyogianya disampaikan oleh pihak medis yang berwenang,” pungkasnya.
Dengan demikian, dugaan keterkaitan antara pemberian telur mentah dan kondisi kesehatan Alena belum dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi yang disampaikan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kesehatan bayi yang masih berusia di bawah satu bulan. Kepastian mengenai penyebab infeksi dan kematian Alena perlu mengacu pada keterangan serta hasil pemeriksaan medis dari pihak yang berwenang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










