Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 17:06 WIB

Ambisi Besar Persib Bandung: Igor Tolic Pasang Target Tinggi Hadapi Arema FC di Piala Presiden 2026

Jumat, 24 Juli 2026 16:54 WIB

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau

Jumat, 24 Juli 2026 16:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia
  • Ambisi Besar Persib Bandung: Igor Tolic Pasang Target Tinggi Hadapi Arema FC di Piala Presiden 2026
  • Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau
  • Skandal Internal Warnai TC Timnas Inggris U-16 di Turki, Video Baku Hantam Pemain Viral
  • Kisah Inspiratif Nabila Abdul Rahim Bayan, Guru Tahfiz yang Dipercaya Mengajar Keluarga Imam Masjidil Haram
  • Prediksi Skuad Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Marc Klok hingga Jens Raven Masuk Daftar
  • Gaji PNS Agustus 2026 Masuk Rekening, Golongan IVE Jadi Penerima Tertinggi
  • Kode Redeem FF Terbaru 24 Juli 2026: Klaim Skin Senjata, Emote, dan Voucher Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau

By Aga GustianaJumat, 24 Juli 2026 16:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan objek vital Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak gempar pada Jumat siang (24/7/2026). Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) ditemukan tewas mengenaskan di tepi danau kawasan Tanggul Ubrug dalam kondisi mengenakan atribut dinas lengkap serta tangan terikat borgol di bagian belakang.

Identitas korban diketahui bernama Sumarna (40), yang malam itu mendapat jadwal tugas jaga malam di sekitar bendungan. Kuat dugaan bahwa insiden tragis ini merupakan kasus pembunuhan berencana.

Kasus bermula ketika rekan kerja korban mulai merasa cemas lantaran Sumarna tidak bisa dihubungi sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Kepala satuan pengamanan bersama warga sekitar lantas berinisiatif menyisir area sekitar waduk untuk mencari keberadaannya. Tak disangka, jasad korban ditemukan mengapung di pinggir perairan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna enggak ada dari jam 3 dini hari. Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau, tangannya terborgol ke belakang,” tutur Warta, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, korban sempat terlibat perselisihan dengan sekelompok pemuda tak dikenal sebelum malam kematiannya. Sumarna diduga kuat menegur gerombolan tersebut yang berniat melakukan aksi vandalisme di area terlarang tersebut.

“Kabarnya dia melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk. Aksi curat coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” tambah Warta.

Menanggapi laporan tersebut, tim gabungan kepolisian langsung bergerak cepat mengevakuasi jasad korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna pemeriksaan luar. Selanjutnya, jenazah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk proses otopsi mendalam.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi kondisi jasad saat pertama kali ditemukan oleh warga. Pihak kepolisian saat ini tengah memfokuskan penyelidikan pada pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi penting.

“Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini,” jelas AKP I Made Purwantara saat ditemui langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

Aparat penegak hukum juga tengah mendalami korelasi antara teguran terhadap pelaku vandalisme dengan motif di balik eksekusi sadis terhadap korban.

“Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalo HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kasus Pembunuhan purwakarta Satpam Tewas Waduk Jatiluhur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Sebut Sayembara Berbasis Hadiah Sesuai Tradisi Masyarakat Indonesia

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Gaji PNS Agustus 2026 Masuk Rekening, Golongan IVE Jadi Penerima Tertinggi

Ilustrasi begal

Darurat Begal di Bandung, Kapolda Jabar Persilakan Warga Minta Pengawalan Polisi

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Cair? Simak Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Lewat HP

Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar

Presiden Prabowo Subianto

Sindiran Keras Prabowo ke Pengkritik: Sebut Istilah ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis hingga LSM

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.