Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas dengan Tangan Terborgol di Pinggir Danau

By Aga GustianaJumat, 24 Juli 2026 16:37 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kawasan objek vital Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak gempar pada Jumat siang (24/7/2026). Seorang anggota satuan pengamanan (satpam) ditemukan tewas mengenaskan di tepi danau kawasan Tanggul Ubrug dalam kondisi mengenakan atribut dinas lengkap serta tangan terikat borgol di bagian belakang.

Identitas korban diketahui bernama Sumarna (40), yang malam itu mendapat jadwal tugas jaga malam di sekitar bendungan. Kuat dugaan bahwa insiden tragis ini merupakan kasus pembunuhan berencana.

Kasus bermula ketika rekan kerja korban mulai merasa cemas lantaran Sumarna tidak bisa dihubungi sejak pukul 03.00 WIB dini hari. Kepala satuan pengamanan bersama warga sekitar lantas berinisiatif menyisir area sekitar waduk untuk mencari keberadaannya. Tak disangka, jasad korban ditemukan mengapung di pinggir perairan sekitar pukul 11.00 WIB.

“Tadi ada telepon dari kepala satpam bilang Marna enggak ada dari jam 3 dini hari. Setelah dicari bareng teman-teman dan warga, ketemu jam 11 siang dalam air di pinggir danau, tangannya terborgol ke belakang,” tutur Warta, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga:  Disperkim Purwakarta Panggil Tiga Pengembang Perumahan yang Belum Serahkan PSU

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, korban sempat terlibat perselisihan dengan sekelompok pemuda tak dikenal sebelum malam kematiannya. Sumarna diduga kuat menegur gerombolan tersebut yang berniat melakukan aksi vandalisme di area terlarang tersebut.

Baca Juga:  Mengenang Sosok Dini Yuliani, Istri Bupati Purwakarta yang Rendah Hati dan Dermawan

“Kabarnya dia melarang orang yang mau curat-coret, ya wajar karena itu memang tugas dia menjaga area waduk. Aksi curat coret malam Rabu, selang satu hari diduga kelompok itu datang lagi,” tambah Warta.

Menanggapi laporan tersebut, tim gabungan kepolisian langsung bergerak cepat mengevakuasi jasad korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta guna pemeriksaan luar. Selanjutnya, jenazah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk proses otopsi mendalam.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi kondisi jasad saat pertama kali ditemukan oleh warga. Pihak kepolisian saat ini tengah memfokuskan penyelidikan pada pengumpulan barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi penting.

Baca Juga:  Bupati Purwakarta Lantik Pejabat Eselon II di Kebun, Simbol Kerja Keras dan Ketahanan Pangan

“Informasi yang kami terima korban dalam keadaan terborgol dan masih menggunakan seragam saat bertugas. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian, melacak pelaku, serta menguak motif di balik kejadian ini,” jelas AKP I Made Purwantara saat ditemui langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

Aparat penegak hukum juga tengah mendalami korelasi antara teguran terhadap pelaku vandalisme dengan motif di balik eksekusi sadis terhadap korban.

“Kami sudah mengamankan barang milik korban, seperti sepeda motor yang digunakan korban bekerja, HT, kalo HP belum. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.