Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Kamis, 19 Februari 2026 16:03 WIB

Persib Seret Wasit Majed Alshamrani ke AFC Usai Disingkirkan Ratchaburi FC

Kamis, 19 Februari 2026 15:48 WIB

Sore Syahdu di Kota Kembang: 10 Rekomendasi Spot Ngabuburit Hits Bandung 2026

Kamis, 19 Februari 2026 15:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya
  • Persib Seret Wasit Majed Alshamrani ke AFC Usai Disingkirkan Ratchaburi FC
  • Sore Syahdu di Kota Kembang: 10 Rekomendasi Spot Ngabuburit Hits Bandung 2026
  • Adzan Magrib Jam Berapa? Cek Jadwal Buka Puasa Hari Pertama 1 Ramahdan 1447 H
  • 5 Menu Buka Puasa Sehat yang Bikin Tubuh Tetap Bertenaga Sepanjang Ramadhan
  • Persib Tersingkir di ACL 2 2025/26, Invasi Suporter Picu Potensi Sanksi AFC
  • Video Teh Pucuk Durasi 17 Menit Viral, Ternyata Begini Fakta di Baliknya!
  • Istana Diguncang ‘Anak Paket C’, Tiyo Ardianto dan Kritik Soal MBG!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Membedah Sejarah Bandara Husein Sastranegara: Dari Pangkalan Militer ke Gerbang Udara Bandung

By Aga GustianaKamis, 3 Juli 2025 01:00 WIB3 Mins Read
Bandara Husein Sastranegara
Landasan pacu Bandara Husein Sastranegara di Bandung, yang menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sejarah Bandara Husein Sastranegara menyimpan jejak panjang yang menarik untuk ditelusuri. Sebagai salah satu bandara tertua di Indonesia, perannya tidak hanya sebagai penghubung udara, tetapi juga sebagai saksi perkembangan kota Bandung.

Asal Usul Nama Husein Sastranegara

Nama Bandara Husein Sastranegara diambil dari seorang pahlawan nasional Indonesia, Letnan Udara Husein Sastranegara. Ia merupakan perintis TNI AU yang gugur saat bertugas pada era kemerdekaan. Pemberian nama ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam membela kedaulatan udara Indonesia.

Bandara ini resmi menggunakan nama tersebut sejak pertengahan abad ke-20. Sebelumnya, lokasi ini lebih dikenal sebagai lapangan terbang militer di bawah kendali Belanda dan Jepang. Seiring waktu, fungsinya beralih menjadi bandara sipil yang melayani penerbangan domestik dan internasional terbatas.

Jejak Sejarah Bandara Husein Sastranegara dari Masa ke Masa

Sejarah Bandara Husein Sastranegara bermula pada era kolonial Belanda, sekitar tahun 1920-an. Kala itu, fasilitas ini hanya berupa landasan pacu sederhana untuk pesawat militer. Lokasinya yang strategis di utara Bandung menjadikannya penting dalam pengawasan wilayah Priangan.

Selama pendudukan Jepang, bandara ini sempat digunakan sebagai pangkalan udara tentara Kekaisaran Jepang. Setelah kemerdekaan Indonesia, fasilitas ini diambil alih oleh TNI AU. Pada dekade 1950-an, mulailah dilakukan pengembangan infrastruktur untuk mendukung fungsi penerbangan sipil.

Transisi fungsi ini berlangsung bertahap, seiring dengan peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat Bandung dan sekitarnya. Meskipun masih berbagi fungsi dengan TNI AU, peran bandara sebagai gerbang penerbangan sipil makin dominan pada era 1980-an hingga kini.

Fasilitas dan Perkembangan Bandara Saat Ini

Bandara Husein Sastranegara kini telah mengalami banyak modernisasi. Terminal penumpang diperluas untuk menampung peningkatan jumlah pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri. Fasilitas navigasi udara dan keamanan pun telah disesuaikan dengan standar internasional.

Bandara ini juga dikenal sebagai pusat aktivitas maskapai regional seperti Citilink, Wings Air, dan AirAsia. Selain itu, lokasinya yang hanya sekitar 5 km dari pusat kota membuatnya menjadi pilihan utama warga Bandung. Ini menjadi keunggulan tersendiri dibanding bandara baru seperti Kertajati.

Namun, karena terbatasnya lahan dan panjang landasan, bandara ini hanya dapat menampung pesawat berukuran menengah. Hal inilah yang menjadi perhatian dalam pengalihan operasional sebagian penerbangan ke Bandara Kertajati, Majalengka.

Kontroversi dan Tantangan di Masa Kini

Meski sejarahnya kaya, Bandara Husein Sastranegara juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah pemindahan operasional penerbangan komersial ke Kertajati. Kebijakan ini menuai pro dan kontra dari masyarakat Bandung.

Sebagian pihak menilai pemindahan ini kurang tepat mengingat aksesibilitas Kertajati yang belum memadai. Di sisi lain, pengembangan bandara baru dianggap penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Bandara Husein berada di titik krusial antara warisan sejarah dan kebutuhan masa depan.

Perdebatan ini menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data dan partisipasi publik. Keberadaan bandara ini tidak hanya soal transportasi, tetapi juga identitas kota Bandung yang telah tumbuh bersamanya.

Mengapa Sejarah Bandara Husein Sastranegara Penting Diketahui?

Memahami Sejarah Bandara Husein Sastranegara memberi kita perspektif tentang bagaimana infrastruktur dapat memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi suatu kota. Dari pangkalan militer menjadi simpul mobilitas masyarakat, perubahan itu mencerminkan adaptasi dan visi jangka panjang.

Bandara ini bukan sekadar tempat naik turun pesawat, tetapi bagian dari narasi Bandung sebagai kota strategis. Ia menjadi saksi bisu perjuangan, transformasi, dan modernisasi dalam satu lokasi yang terus hidup. Menelusuri sejarahnya, berarti mengenali akar dari kemajuan yang ada hari ini.

Dengan memahami peran dan sejarahnya, masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi masa depan bandara. Terutama ketika dihadapkan pada kebijakan pemerintah yang menyentuh aspek mobilitas, ekonomi, hingga identitas budaya lokal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandara militer bandung bandara tertua di indonesia sejarah bandara husein sastranegara transformasi bandara husein
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

THR PNS 2026 Segera Cair! Ini Nominal dan Komponen Lengkapnya

Istana Diguncang ‘Anak Paket C’, Tiyo Ardianto dan Kritik Soal MBG!

Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota

Hilang Konsentrasi, Remaja 18 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Pasupati

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.