Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klok Menggila! Persib Siap Hancurkan Semen Padang di Laga Penentuan

Senin, 30 Maret 2026 15:00 WIB

Prediksi Final FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Ujian Mental Pasukan John Herdman di GBK

Senin, 30 Maret 2026 14:55 WIB

Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai

Senin, 30 Maret 2026 14:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klok Menggila! Persib Siap Hancurkan Semen Padang di Laga Penentuan
  • Prediksi Final FIFA Series 2026: Timnas Indonesia vs Bulgaria, Ujian Mental Pasukan John Herdman di GBK
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Siapa Alexander Assad? Suami Clara Shinta yang Kini Tersandung Skandal Video Intim
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Tragis! Pasutri Pemudik Hanyut di Cipanas, Ditemukan Terpisah hingga Waduk Cirata
  • Editing Video Nilainya 0 Rupiah? Logika Aneh Kasus Amsal Sitepu yang Bikin Netizen Meradang!
  • Dedi Mulyadi Siap Turun Tangan Bantu Satwa dan Pegawai, Tegaskan Tak Ingin Ada Korban Lagi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 30 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekolah Harus Jadi Zona Aman! Ledia Hanifa Ajak Semua Pihak Bersatu Lawan Perundungan

By SusanaKamis, 13 November 2025 17:33 WIB3 Mins Read
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mencegah kasus perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, guru, orangtua, siswa, hingga masyarakat harus saling berperan dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.

“Perundungan memang tidak bisa dihilangkan 100 persen karena dinamika sosial antara individu dan lingkungan. Namun tetap bisa dicegah dan diminimalisir, terutama di dunia pendidikan,” ujar Ledia.

Ia menjelaskan, perundungan merupakan bagian dari interaksi sosial yang bisa muncul karena ketimpangan relasi antarindividu.

Oleh sebab itu, guru dan orangtua perlu memahami akar masalah perundungan bukan untuk membenarkan, tetapi untuk mencegah dan mengatasinya secara empatik.

Peran Penting Guru BK dalam Pencegahan Perundungan

Sekretaris Fraksi PKS ini menekankan bahwa guru bimbingan konseling (BK) memiliki peran sentral dalam memantau perkembangan non-akademik siswa. Menurutnya, guru BK harus memiliki program sistematis untuk mengamati perilaku, minat, dan bakat peserta didik.

Baca Juga:  Asah Keterampilan Pelaku Ekraf di Bandung, Komisi X DPR RI Gelar Pelatihan Public Speaking

“Guru BK semestinya bisa memberi bimbingan, baik saat diminta siswa maupun ketika melihat perubahan sikap atau perilaku. Karena itu, guru BK harus ada di setiap sekolah, termasuk di tingkat SD,” tegasnya.

Ledia juga menyoroti persepsi negatif terhadap guru BK yang sering dianggap sebagai “polisi sekolah”. Padahal, fungsi utama mereka adalah mendampingi dan memberikan solusi, bukan menghukum.

Contoh Kasus dan Pentingnya Respons Cepat Guru

Ledia menuturkan, pernah ada kasus di salah satu sekolah di daerah pemilihannya di mana seorang siswa sering diejek teman-temannya karena dianggap “lemot”. Beruntung, guru di sekolah tersebut sigap memperhatikan perubahan perilaku siswa dan menemukan bahwa anak itu ternyata memiliki gangguan kelambatan belajar.

Baca Juga:  Baznas Jabar Gelar Pelatihan Guru BK Demi Wujudkan Generasi Emas 2045

“Guru yang peka bisa membantu anak itu mendapatkan pembelajaran khusus sekaligus menghentikan olok-olok dari siswa lain. Guru perlu mendampingi korban dan pelaku, agar keduanya memahami dampak perilaku mereka,” jelas Ledia.

Bullying Bukan Hal Wajar, Harus Ditindak Tegas

Meski menekankan pendekatan empati, Ledia menegaskan perundungan tidak boleh dianggap wajar. Tindakan kekerasan, baik verbal maupun fisik, tetap harus diproses sesuai aturan.

“Kalau sudah masuk ranah kekerasan, itu bukan lagi sekadar perundungan, tapi pelanggaran yang bisa masuk pidana. Sekolah dan pihak berwenang harus menindaklanjuti secara serius,” tegasnya.

Peran Orang Dewasa dan Lingkungan Sekitar

Baca Juga:  Ledia Hanifa Dorong Generasi Muda Angkat Nilai Budaya Lewat Film Pendek

Legislator asal Kota Bandung dan Kota Cimahi ini juga menyoroti pentingnya peran orang dewasa, baik guru, orang tua, maupun masyarakat dalam mencontohkan perilaku positif. Menurutnya, anak-anak belajar dari lingkungan sekitar, termasuk dari tontonan dan perilaku orang dewasa.

“Anak-anak itu meniru apa yang mereka lihat. Kalau orang dewasa bisa mencontohkan empati, menghargai perbedaan, dan bercanda tanpa menyakiti, anak-anak pun akan belajar hal yang sama,” ujarnya.

Ajakan Membangun Sekolah yang Aman dan Inklusif

Sebagai penutup, Ledia Hanifa Amaliah mengajak seluruh pihak untuk bersatu membangun ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.

“Sekolah harus menjadi tempat bertumbuh tanpa kekerasan. Keluarga memberi teladan, masyarakat menumbuhkan empati, dan pemerintah memastikan regulasi berjalan dengan baik,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

guru BK Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah pencegahan bullying perundungan di sekolah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi korban meninggal.

Tragis! Pasutri Pemudik Hanyut di Cipanas, Ditemukan Terpisah hingga Waduk Cirata

Editing Video Nilainya 0 Rupiah? Logika Aneh Kasus Amsal Sitepu yang Bikin Netizen Meradang!

Dedi Mulyadi Siap Turun Tangan Bantu Satwa dan Pegawai, Tegaskan Tak Ingin Ada Korban Lagi

Tumbal Birokrasi di Bandung Zoo: Saat Gajah Bersengketa, Harimau Diduga Mati Terlantar

Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut ‘Offside’

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Ilustrasi emas antam
    Harga Emas Antam Hari Ini 24 Maret 2026: Grafik Merangkak Naik, Cek Rincian Terbarunya!
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.