Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Senin, 14 September 2026 22:54 WIB

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Senin, 14 September 2026 22:43 WIB

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Senin, 14 September 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
  • Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi
  • Misi Balas Kekalahan dari Persija? Persib Langsung Latihan Setibanya di Korea
  • Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa
  • Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut ‘Offside’

By Aga GustianaSenin, 30 Maret 2026 08:34 WIB2 Mins Read
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pariwisata Jawa Barat kembali diguncang isu tak sedap. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terkait maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang mencoreng wajah destinasi wisata di wilayah Garut Selatan.

Melalui sebuah unggahan video pada Senin (30/3/2026), Putri menyoroti titik-titik rawan pungli seperti Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo. Ia mengakui bahwa kejadian ini menjadi noda hitam bagi reputasi pariwisata daerah di mata provinsi.

“Saya selaku Wakil Bupati Kabupaten Garut, pertama-tama ingin mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan utamanya masyarakat Kabupaten Garut terkait dengan kasus pungli yang terjadi di wisata Garut Selatan,” ujar Putri dengan nada menyesal.

Baca Juga:  Bukan Cari Sensasi, Ini Alasan Dedi Mulyadi Ubah Jam Ngantor Pegawai Pemprov

Permohonan Maaf kepada Dedi Mulyadi

Persoalan ini kian mencuat setelah menjadi perhatian tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Putri secara khusus melayangkan permohonan maaf kepada sosok yang akrab disapa Kang Dedi tersebut, sekaligus kepada Gubernur Jawa Barat, atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami memohon maaf kepada Pak Gubernur Jawa Barat, bahwasanya lagi-lagi Garut kembali menjadi rapor merah bagi Jawa Barat dan hal ini sangat kami sesali,” tuturnya.

Curhat “Terbentur” Aturan: Tak Bisa Bertindak Terlalu Jauh

Menariknya, di balik kegaduhan ini, Putri Karlina mengungkap sisi lain dari posisi seorang Wakil Bupati. Ia mengaku berada dalam situasi dilematis antara ingin bertindak tegas di lapangan namun terganjal oleh batasan kewenangan formal yang dimilikinya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bantah Keisha Terpuruk Imbas Video Viral, Tegaskan Tetap Kuliah

Putri merasa tidak seleluasa bupati di daerah lain dalam mengambil keputusan strategis. Ia mengkhawatirkan adanya gesekan kebijakan jika dirinya terlalu agresif melakukan penertiban.

“Saya terbentur dengan posisi dan wewenang saya sebagai Wakil Bupati. Kalau saya terlalu tegas di lapangan, saya bukan pemilik kebijakan utama dan khawatir dianggap offside,” ungkapnya blak-blakan.

Bantahan “Makan Gaji Buta”

Baca Juga:  Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Disorot Media Asing, Ada Apa?

Meski merasa ruang geraknya terbatas, Putri menepis anggapan bahwa dirinya tidak bekerja maksimal. Ia mengklaim telah melakukan berbagai upaya perbaikan, bahkan terkadang melampaui tugas formalnya demi membenahi tata kelola wisata Garut agar bebas dari premanisme dan pungli.

“Bukan saya tidak mau kerja atau tidak bisa kerja. Banyak hal yang sudah saya lakukan, tetapi ada juga yang berbenturan dengan kapasitas saya sebagai Wakil Bupati,” pungkas Putri Karlina.

Kini, publik menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut secara kolektif untuk membersihkan “benalu” pungli agar wisatawan bisa kembali berkunjung dengan rasa aman dan nyaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi garut Putri Karlina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan

Viral Pasutri Bandung Disebut Tinggal di Makam, Fakta Sebenarnya Terungkap

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.