Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Garut Dapat Rapor Merah! Putri Karlina Akui Tak Leluasa Sikat Pungli Karena Takut ‘Offside’

By Aga GustianaSenin, 30 Maret 2026 08:34 WIB2 Mins Read
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pariwisata Jawa Barat kembali diguncang isu tak sedap. Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang mendalam terkait maraknya dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang mencoreng wajah destinasi wisata di wilayah Garut Selatan.

Melalui sebuah unggahan video pada Senin (30/3/2026), Putri menyoroti titik-titik rawan pungli seperti Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo. Ia mengakui bahwa kejadian ini menjadi noda hitam bagi reputasi pariwisata daerah di mata provinsi.

“Saya selaku Wakil Bupati Kabupaten Garut, pertama-tama ingin mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Jawa Barat dan utamanya masyarakat Kabupaten Garut terkait dengan kasus pungli yang terjadi di wisata Garut Selatan,” ujar Putri dengan nada menyesal.

Baca Juga:  Lemhannas Kritik Kebijakan Dedi Mulyadi: Barak Militer Bukan Tempat Rehabilitasi

Permohonan Maaf kepada Dedi Mulyadi

Persoalan ini kian mencuat setelah menjadi perhatian tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Putri secara khusus melayangkan permohonan maaf kepada sosok yang akrab disapa Kang Dedi tersebut, sekaligus kepada Gubernur Jawa Barat, atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami memohon maaf kepada Pak Gubernur Jawa Barat, bahwasanya lagi-lagi Garut kembali menjadi rapor merah bagi Jawa Barat dan hal ini sangat kami sesali,” tuturnya.

Curhat “Terbentur” Aturan: Tak Bisa Bertindak Terlalu Jauh

Menariknya, di balik kegaduhan ini, Putri Karlina mengungkap sisi lain dari posisi seorang Wakil Bupati. Ia mengaku berada dalam situasi dilematis antara ingin bertindak tegas di lapangan namun terganjal oleh batasan kewenangan formal yang dimilikinya.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

Putri merasa tidak seleluasa bupati di daerah lain dalam mengambil keputusan strategis. Ia mengkhawatirkan adanya gesekan kebijakan jika dirinya terlalu agresif melakukan penertiban.

“Saya terbentur dengan posisi dan wewenang saya sebagai Wakil Bupati. Kalau saya terlalu tegas di lapangan, saya bukan pemilik kebijakan utama dan khawatir dianggap offside,” ungkapnya blak-blakan.

Bantahan “Makan Gaji Buta”

Baca Juga:  Babak Baru TPPO di Sikka: Dua Pengelola Klub Malam Resmi Jadi Tersangka Penyekapan 12 Warga Jabar

Meski merasa ruang geraknya terbatas, Putri menepis anggapan bahwa dirinya tidak bekerja maksimal. Ia mengklaim telah melakukan berbagai upaya perbaikan, bahkan terkadang melampaui tugas formalnya demi membenahi tata kelola wisata Garut agar bebas dari premanisme dan pungli.

“Bukan saya tidak mau kerja atau tidak bisa kerja. Banyak hal yang sudah saya lakukan, tetapi ada juga yang berbenturan dengan kapasitas saya sebagai Wakil Bupati,” pungkas Putri Karlina.

Kini, publik menanti langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut secara kolektif untuk membersihkan “benalu” pungli agar wisatawan bisa kembali berkunjung dengan rasa aman dan nyaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi garut Pantai Santolo pantai sayang heulang pungli wisata Putri Karlina
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa

Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!

Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tidak Panik Hadapi SPMB, Masalah Pemetaan Masih Bisa Diperbaiki

Komisi II DPRD Jabar Dorong Peningkatan Kualitas Peternak Lewat Bimtek Ternak Domba di Cirebon

Siasat Dadang Supriatna Atasi Banjir & Sampah: Dari Danau Retensi Hingga ASN Wajib Bawa Tumbler!

Jabar Bersiap Menuju ‘Era E-Legislasi’: DPRD Desak Penggantian Total Aturan Produk Hukum Daerah

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.