bukamata.id — Kondisi perekonomian Jawa Barat memicu paradoks. Meski angka pertumbuhan ekonomi Jabar tercatat berada di atas rata-rata nasional, tingkat kemiskinan di tanah Pasundan justru masih tergolong tinggi.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jabar, Rafael Situmorang, menyatakan bahwa kejanggalan ini akan menjadi fokus utama evaluasi dewan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).
“Pertumbuhan ekonomi kita memang di atas rata-rata nasional, dan Indeks Gini Rasio sedikit menurun. Tapi angka kemiskinan masih lumayan tinggi. Kami di Banggar akan kaji sejauh mana APBD Jabar benar-benar mampu menekan kemiskinan,” ungkap Rafael saat ditemui di Bandung, Jumat (17/7/2026).
DPRD bakal melototi alokasi anggaran yang dirancang Gubernur Dedi Mulyadi untuk memastikan program-program yang diajukan tidak sekadar berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga secara langsung menyentuh masyarakat kelas bawah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










