Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bocoran 26 Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Dicoret, Kiper Utama Berubah Total!

Selasa, 18 Agustus 2026 13:03 WIB

Keluargamu Masuk Kelompok Mana? Cek Peringkat Desil 1–10 Online untuk Tahu Peluang Dapat Bansos

Selasa, 18 Agustus 2026 12:54 WIB

Gelar PANggung Rakyat di Cikalongwetan, Jeje Ritchie Ismail Puji Antusiasme Warga KBB

Selasa, 18 Agustus 2026 12:44 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bocoran 26 Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Rizky Ridho Dicoret, Kiper Utama Berubah Total!
  • Keluargamu Masuk Kelompok Mana? Cek Peringkat Desil 1–10 Online untuk Tahu Peluang Dapat Bansos
  • Gelar PANggung Rakyat di Cikalongwetan, Jeje Ritchie Ismail Puji Antusiasme Warga KBB
  • Kode Redeem FF Hari Ini 18 Agustus 2026: 8 Kode Terbaru, Cek Sebelum Kehabisan!
  • Kobarkan Jiwa Nasionalisme di Pesantren, Cucun Syamsurijal Ajak Para Santri Jadi Garda Depan Kedaulatan NKRI
  • Lewat Parade Kemerdekaan di Kabupaten Bandung, Generasi Muda Diajak Kenali Sejarah dan Budaya Sunda
  • Persib Bandung Kelebihan Pemain Asing Jelang Super League, Igor Tolic Tegaskan Hal Ini
  • Bukan Sekadar Laga Persahabatan, Ini Misi Rahasia Persib Hadapi Bali United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sentil Tantangan Gen Z, Rafael Situmorang Ungkap Alasan Pancasila Tak Boleh Cuma Jadi Hafalan

By Putra JuangJumat, 5 Juni 2026 20:40 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.

“Bangsa ini masih berdiri karena ada Pancasila. Kalau tidak ada Pancasila, saya pikir negara ini sudah bubar. Pancasila menjadi pemersatu dari berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, relevansi Pancasila justru semakin penting bagi Gen Z dan Gen Alpha yang tumbuh di era digital. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila, seperti kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi, dan persatuan, dinilai memiliki ruang aktualisasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.

Rafael menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan seperangkat nilai yang harus dibumikan dalam tindakan nyata. Generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dinilai perlu memahami dan memperjuangkan nilai-nilai tersebut agar Indonesia menjadi ruang kehidupan yang lebih adil dan inklusif.

Ia juga menilai Pancasila memiliki keunggulan karena mampu mengakomodasi berbagai nilai dari beragam ideologi dunia. Menurutnya, semangat solidaritas sosial, demokrasi, hak asasi manusia, nasionalisme, hingga nilai-nilai keagamaan dapat ditemukan dalam rumusan Pancasila.

“Pancasila mengambil inti sari dari berbagai pemikiran dan ideologi. Nilai kemanusiaan, demokrasi, nasionalisme, hingga ketuhanan semuanya terakomodasi di dalamnya,” katanya.

Di tengah dinamika geopolitik global dan persaingan ekonomi dunia, Rafael meyakini Pancasila tetap relevan sebagai benteng bangsa. Ia menilai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi dasar penting agar Indonesia tidak terjebak dalam praktik eksploitasi maupun dominasi terhadap bangsa lain.

Meski demikian, Rafael mengakui implementasi nilai-nilai Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, Pancasila merupakan proyeksi ideal yang membutuhkan perjuangan panjang untuk diwujudkan dalam kebijakan maupun kehidupan sosial.

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti ketimpangan ekonomi, lemahnya posisi kelompok rentan, hingga berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat keadilan sosial.

“Pancasila adalah tujuan yang harus terus diperjuangkan. Tantangannya memang besar karena dalam praktiknya masih ada banyak hambatan untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujarnya.

Rafael juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan literasi yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, serta keluarga untuk bersama-sama membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Jangan hanya mengajarkan Pancasila sebagai teori. Harus ada contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak muda lebih mudah memahami dan menerapkannya,” katanya.

Bagi Gen Z dan Gen Alpha, Rafael menilai implementasi Pancasila dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, aktif menyuarakan kepentingan publik secara bertanggung jawab, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda dalam menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi merupakan bagian dari pelaksanaan nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila.

Di akhir wawancara, Rafael mengajak generasi muda untuk memperbanyak referensi dan mempelajari sejarah lahirnya Pancasila agar memahami alasan mengapa ideologi tersebut menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Generasi muda perlu mengetahui sejarah lahirnya Pancasila dan alasan mengapa bangsa ini memilih Pancasila sebagai dasar negara. Dengan begitu, mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna dan relevansinya dalam kehidupan saat ini,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Gen Alpha Gen Z Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gelar PANggung Rakyat di Cikalongwetan, Jeje Ritchie Ismail Puji Antusiasme Warga KBB

Kobarkan Jiwa Nasionalisme di Pesantren, Cucun Syamsurijal Ajak Para Santri Jadi Garda Depan Kedaulatan NKRI

Lewat Parade Kemerdekaan di Kabupaten Bandung, Generasi Muda Diajak Kenali Sejarah dan Budaya Sunda

Pemkot Bandung Selidiki Pohon Dikuliti di Jalan Pahlawan, Pengawasan Diperketat

Bukan di Film! Kisah ‘Superman’ Palangka Raya yang Lawan Karhutla Sepulang Sekolah

Geger Karnaval HUT RI di Cicalengka Berujung Ricuh, Kapolsek dan Danramil Jadi Korban

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.