Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung

Minggu, 11 Oktober 2026 13:02 WIB

Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih

Minggu, 11 Oktober 2026 12:04 WIB

Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace

Minggu, 11 Oktober 2026 11:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari Bubur Ayam hingga Nasi Goreng, Ini 5 Tempat Makan 24 Jam di Bandung
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
  • Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sentil Tantangan Gen Z, Rafael Situmorang Ungkap Alasan Pancasila Tak Boleh Cuma Jadi Hafalan

By Putra JuangJumat, 5 Juni 2026 20:40 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.

“Bangsa ini masih berdiri karena ada Pancasila. Kalau tidak ada Pancasila, saya pikir negara ini sudah bubar. Pancasila menjadi pemersatu dari berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, relevansi Pancasila justru semakin penting bagi Gen Z dan Gen Alpha yang tumbuh di era digital. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila, seperti kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi, dan persatuan, dinilai memiliki ruang aktualisasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.

Rafael menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan seperangkat nilai yang harus dibumikan dalam tindakan nyata. Generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dinilai perlu memahami dan memperjuangkan nilai-nilai tersebut agar Indonesia menjadi ruang kehidupan yang lebih adil dan inklusif.

Baca Juga:  Rafael Situmorang Minta Pemprov Tuntaskan Kajian Dampak Macet Sebelum Trans Metro Mengaspal

Ia juga menilai Pancasila memiliki keunggulan karena mampu mengakomodasi berbagai nilai dari beragam ideologi dunia. Menurutnya, semangat solidaritas sosial, demokrasi, hak asasi manusia, nasionalisme, hingga nilai-nilai keagamaan dapat ditemukan dalam rumusan Pancasila.

“Pancasila mengambil inti sari dari berbagai pemikiran dan ideologi. Nilai kemanusiaan, demokrasi, nasionalisme, hingga ketuhanan semuanya terakomodasi di dalamnya,” katanya.

Di tengah dinamika geopolitik global dan persaingan ekonomi dunia, Rafael meyakini Pancasila tetap relevan sebagai benteng bangsa. Ia menilai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi dasar penting agar Indonesia tidak terjebak dalam praktik eksploitasi maupun dominasi terhadap bangsa lain.

Meski demikian, Rafael mengakui implementasi nilai-nilai Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, Pancasila merupakan proyeksi ideal yang membutuhkan perjuangan panjang untuk diwujudkan dalam kebijakan maupun kehidupan sosial.

Baca Juga:  Hari Sumpah Pemuda, Ali Syakieb: Milenial dan Gen Z Penentu Kemenangan Pasangan Bedas

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti ketimpangan ekonomi, lemahnya posisi kelompok rentan, hingga berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat keadilan sosial.

“Pancasila adalah tujuan yang harus terus diperjuangkan. Tantangannya memang besar karena dalam praktiknya masih ada banyak hambatan untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujarnya.

Rafael juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan literasi yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, serta keluarga untuk bersama-sama membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Jangan hanya mengajarkan Pancasila sebagai teori. Harus ada contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak muda lebih mudah memahami dan menerapkannya,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi ke-80 Jabar, Buky Wibawa: Momentum Perkuat Jati Diri

Bagi Gen Z dan Gen Alpha, Rafael menilai implementasi Pancasila dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, aktif menyuarakan kepentingan publik secara bertanggung jawab, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda dalam menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi merupakan bagian dari pelaksanaan nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila.

Di akhir wawancara, Rafael mengajak generasi muda untuk memperbanyak referensi dan mempelajari sejarah lahirnya Pancasila agar memahami alasan mengapa ideologi tersebut menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Generasi muda perlu mengetahui sejarah lahirnya Pancasila dan alasan mengapa bangsa ini memilih Pancasila sebagai dasar negara. Dengan begitu, mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna dan relevansinya dalam kehidupan saat ini,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Gen Z Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.