Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?

Senin, 29 Juni 2026 15:37 WIB

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Senin, 29 Juni 2026 15:02 WIB
Kode Redeem FF

Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk

Senin, 29 Juni 2026 14:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Ciro Alves Muncul di Si Jalak Harupat, Balik ke Persib?
  • Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng
  • Buruan Klaim! Kode FF aktif Hari Ini, Hadiah Premium Langsung Masuk
  • Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!
  • Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung
  • Jerman Terancam? Paraguay Punya Modal Besar Usai Tumbangkan Brasil dan Argentina
  • Drama Transfer Memanas! Peralta dari Persija ke Persib? Situasi Berubah Drastis
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 29 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sentil Tantangan Gen Z, Rafael Situmorang Ungkap Alasan Pancasila Tak Boleh Cuma Jadi Hafalan

By Putra JuangJumat, 5 Juni 2026 20:40 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan golongan.

“Bangsa ini masih berdiri karena ada Pancasila. Kalau tidak ada Pancasila, saya pikir negara ini sudah bubar. Pancasila menjadi pemersatu dari berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, relevansi Pancasila justru semakin penting bagi Gen Z dan Gen Alpha yang tumbuh di era digital. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila, seperti kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi, dan persatuan, dinilai memiliki ruang aktualisasi yang luas dalam kehidupan sehari-hari.

Rafael menjelaskan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan di sekolah, melainkan seperangkat nilai yang harus dibumikan dalam tindakan nyata. Generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa dinilai perlu memahami dan memperjuangkan nilai-nilai tersebut agar Indonesia menjadi ruang kehidupan yang lebih adil dan inklusif.

Baca Juga:  Siswa SMKN 2 Sumedang Belajar Wirausaha Praktis, Siap Hadapi Dunia Kerja

Ia juga menilai Pancasila memiliki keunggulan karena mampu mengakomodasi berbagai nilai dari beragam ideologi dunia. Menurutnya, semangat solidaritas sosial, demokrasi, hak asasi manusia, nasionalisme, hingga nilai-nilai keagamaan dapat ditemukan dalam rumusan Pancasila.

“Pancasila mengambil inti sari dari berbagai pemikiran dan ideologi. Nilai kemanusiaan, demokrasi, nasionalisme, hingga ketuhanan semuanya terakomodasi di dalamnya,” katanya.

Di tengah dinamika geopolitik global dan persaingan ekonomi dunia, Rafael meyakini Pancasila tetap relevan sebagai benteng bangsa. Ia menilai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi dasar penting agar Indonesia tidak terjebak dalam praktik eksploitasi maupun dominasi terhadap bangsa lain.

Meski demikian, Rafael mengakui implementasi nilai-nilai Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, Pancasila merupakan proyeksi ideal yang membutuhkan perjuangan panjang untuk diwujudkan dalam kebijakan maupun kehidupan sosial.

Baca Juga:  Gerbang DPRD Jabar Terbakar, Massa Masih Bertahan Meski Dihujani Gas Air Mata

Ia menyoroti sejumlah persoalan seperti ketimpangan ekonomi, lemahnya posisi kelompok rentan, hingga berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat keadilan sosial.

“Pancasila adalah tujuan yang harus terus diperjuangkan. Tantangannya memang besar karena dalam praktiknya masih ada banyak hambatan untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujarnya.

Rafael juga menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan literasi yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, serta keluarga untuk bersama-sama membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan generasi muda.

“Jangan hanya mengajarkan Pancasila sebagai teori. Harus ada contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari agar anak-anak muda lebih mudah memahami dan menerapkannya,” katanya.

Baca Juga:  Rafael Situmorang: Posisi Kepolisian Ideal di Bawah Presiden, Tapi Pengawasan Harus Diperkuat

Bagi Gen Z dan Gen Alpha, Rafael menilai implementasi Pancasila dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati perbedaan, aktif menyuarakan kepentingan publik secara bertanggung jawab, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana kontrol sosial terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan aktif generasi muda dalam menyampaikan kritik, gagasan, maupun aspirasi merupakan bagian dari pelaksanaan nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila.

Di akhir wawancara, Rafael mengajak generasi muda untuk memperbanyak referensi dan mempelajari sejarah lahirnya Pancasila agar memahami alasan mengapa ideologi tersebut menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Generasi muda perlu mengetahui sejarah lahirnya Pancasila dan alasan mengapa bangsa ini memilih Pancasila sebagai dasar negara. Dengan begitu, mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami makna dan relevansinya dalam kehidupan saat ini,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Gen Alpha Gen Z Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi Pagi di Pasirkaliki, Satu Pengendara Motor Tewas Usai Adu Banteng

Detik-Detik Eropa Terbakar Gelombang Panas Ekstrem! Rel Kereta Meleleh dan Kota Lumpuh!

Terungkap! Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual dalam Kasus Penyekapan di Bandung

Tak Hanya Isu Selingkuh, Jabatan Bupati Gowa Terancam Copot Karena 3 Dosa Besar Ini!

Skandal Kekerasan Terpanjang di Bandung: Fakta Mengerikan Penyiksaan YTR yang Berlangsung 3 Tahun Tanpa Terendus

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Juli 2026 Segera Cair? Ini Daftar PKH, BPNT, PIP hingga Bantuan Beras yang Diperkirakan Dibagikan

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ribuan Warganet Berburu Video ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’, Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Terungkap! Ini Fakta Sebenarnya di Balik Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Viral
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.