Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Sabtu, 21 Maret 2026 12:48 WIB

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Sabtu, 21 Maret 2026 12:45 WIB

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Sabtu, 21 Maret 2026 12:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen
  • Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal
  • Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sepak Terjang Bjorka, Hacker Viral yang Sempat Bikin Pemerintah Ketar-ketir

By Aga GustianaJumat, 3 Oktober 2025 14:16 WIB4 Mins Read
Hacker Bjorka
Bjorka, hacker yang sempat bikin heboh Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ingat Bjorka? Sosok misterius yang dulu bikin geger se-Indonesia dengan aksi peretasannya. Publik sempat mengira ia hacker super yang sulit dilacak. Ternyata realitanya jauh dari bayangan: sosok yang mengaku sebagai Bjorka hanyalah pemuda biasa yang gak lulus SMK, belajar IT secara otodidak dari komunitas online.

Bjorka dan Aksi Peretasan yang Menggegerkan Indonesia

Nama Bjorka pertama kali dikenal publik pada Agustus 2022, saat akun tersebut membocorkan 26 juta data pelanggan IndiHome di forum gelap Breached.to. Informasi yang tersebar mencakup riwayat pencarian, nama pelanggan, alamat email, hingga NIK.

Tak berhenti di situ, pada 31 Agustus 2022 Bjorka juga membagikan data registrasi kartu SIM jutaan pengguna, disusul kebocoran data pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 6 September 2022. Data tersebut berisi nama, NIK, alamat, dan status disabilitas jutaan warga.

Sosok ini semakin menyita perhatian publik ketika mengunggah dokumen yang diklaim sebagai surat menyurat Presiden Joko Widodo, termasuk dokumen berlabel “rahasia” dari BIN. Sejumlah pejabat negara juga menjadi korban doxing, seperti Ketua DPR Puan Maharani, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menko Marves Luhut Pandjaitan.

Baca Juga:  Viral Aksi Brutal Diduga Geng Motor Keroyok Pria di Bandung hingga Terkapar

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, sempat membantah kebenaran data pribadinya yang disebarkan.

“NIK-nya salah. Nomor HP-nya juga salah. Itu enggak tahu saya, (Bjorka) ngambil datanya dari mana. Kebanyakan salah itu data-datanya,” ujarnya pada 13 September 2022.

Respons Pemerintah: Tim Khusus dan Investigasi

Aksi peretasan ini membuat Presiden Joko Widodo menggelar rapat khusus bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menkominfo Johnny G Plate, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan BIN. Pemerintah kemudian membentuk tim tanggap darurat siber untuk menangani kebocoran data tersebut.

Mahfud MD kala itu menegaskan bahwa sebagian data yang bocor bukan termasuk data rahasia.

“Sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia, yang bisa diambil dari mana-mana cuma kebetulan sama,” kata Mahfud (12/9/2022).

Pakar keamanan siber dari UNS, Rosihan Ari Yuana, menilai kasus ini sebagai alarm serius bagi pemerintah.

“Seharusnya pemerintah peduli sejak awal membangun sistem digital yang kuat. Membuat sistem digital itu tidak hanya asal jadi, namun lemah di keamanan datanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Final AFF U-23: Timnas Indonesia Gagal Juara, Vietnam Cetak Hattrick Gelar

Kasus Baru: WFT Diduga Sosok di Balik Bjorka

Meski aktivitas Bjorka sempat mereda pada 2023, namanya kembali muncul setelah penangkapan seorang pemuda 22 tahun berinisial WFT. Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (2/10/2025), polisi memperlihatkan WFT dalam balutan baju tahanan oranye dan masker.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengungkapkan WFT, sosok diduga Bjorka telah aktif di dark web sejak 2020.

“Pelaku kita ini bermain di dark web tersebut di mana di dark web tersebut yang bersangkutan sudah mulai mengeksplor sejak tahun 2020,” ujarnya.

WFT diduga kerap berganti identitas menjadi SkyWave, Shint Hunter, hingga Oposite6890 pada Agustus 2025 untuk menghindari pelacakan. Ia juga memakai berbagai alamat email dan nomor telepon demi memperkuat penyamaran.

Kasus ini terbongkar setelah sebuah bank melaporkan adanya akses ilegal terhadap 4,9 juta data nasabah. Dari akun @bjorkanesiaa, pelaku sempat mengunggah data dan mengirim pesan ke akun resmi bank, mengklaim telah membobol sistem mereka.

Baca Juga:  Viral di Media Sosial soal Khodam, Begini Pandangan Islam

Bukan Ahli IT, Belajar Otodidak di Komunitas Online

Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, menjelaskan bahwa WFT ditangkap di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa.

Menariknya, WFT bukan lulusan IT atau sekolah tinggi teknologi. Ia tidak lulus SMK dan mempelajari dunia peretasan secara otodidak melalui komunitas daring.

“Yang bersangkutan ini bukan ahli IT, hanya orang yang tidak lulus SMK. Namun sehari-hari secara otodidak dia selalu mempelajari IT,” terang Herman.

“Jadi dia belajar IT melalui komunitas-komunitas media sosial,” tambahnya.

WFT mengaku memperoleh data ilegal dari dark web, kemudian menjualnya dengan harga puluhan juta rupiah per transaksi.

“Pengakuannya, sekali menjual data kurang lebih nilainya puluhan juta. Jadi tergantung orang-orang yang membeli data yang dia jual melalui dark forum,” jelas Herman.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polisi masih mendalami apakah WFT benar-benar sosok utama di balik aksi Bjorka pada 2022–2023. Mereka juga membuka peluang kerja sama internasional mengingat aktivitasnya terkait forum gelap global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bjorka hacker Indonesia pemerintah Polri viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Targetkan Tekan Belanja Pemerintah hingga 20 Persen

Dedi Mulyadi Minta Maaf di Hari Lebaran: Akui Pelayanan Pemerintah Belum Optimal

Momen Idul Fitri, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Para Pembuat Hoaks

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang

Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.