Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Sabtu, 26 September 2026 20:08 WIB
Spot kuliner malam di Bandung

Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!

Sabtu, 26 September 2026 20:00 WIB

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Sabtu, 26 September 2026 19:36 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras
  • Rekomendasi Kuliner Malam Bandung Paling Legendaris yang Wajib Dicoba, Dijamin Bikin Ketagihan!
  • Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput
  • Hadapi Jadwal Padat di Tiga Kompetisi, Persib Siapkan Strategi Rotasi Pemain
  • Karier Diujung Tanduk? Fenomena Cancel Culture Hantam Juicy Luicy Usai Batal Manggung Beruntun!
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot
  • Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 26 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sepak Terjang Bjorka, Hacker Viral yang Sempat Bikin Pemerintah Ketar-ketir

By Aga GustianaJumat, 3 Oktober 2025 14:16 WIB4 Mins Read
Hacker Bjorka
Bjorka, hacker yang sempat bikin heboh Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ingat Bjorka? Sosok misterius yang dulu bikin geger se-Indonesia dengan aksi peretasannya. Publik sempat mengira ia hacker super yang sulit dilacak. Ternyata realitanya jauh dari bayangan: sosok yang mengaku sebagai Bjorka hanyalah pemuda biasa yang gak lulus SMK, belajar IT secara otodidak dari komunitas online.

Bjorka dan Aksi Peretasan yang Menggegerkan Indonesia

Nama Bjorka pertama kali dikenal publik pada Agustus 2022, saat akun tersebut membocorkan 26 juta data pelanggan IndiHome di forum gelap Breached.to. Informasi yang tersebar mencakup riwayat pencarian, nama pelanggan, alamat email, hingga NIK.

Tak berhenti di situ, pada 31 Agustus 2022 Bjorka juga membagikan data registrasi kartu SIM jutaan pengguna, disusul kebocoran data pemilih Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 6 September 2022. Data tersebut berisi nama, NIK, alamat, dan status disabilitas jutaan warga.

Sosok ini semakin menyita perhatian publik ketika mengunggah dokumen yang diklaim sebagai surat menyurat Presiden Joko Widodo, termasuk dokumen berlabel “rahasia” dari BIN. Sejumlah pejabat negara juga menjadi korban doxing, seperti Ketua DPR Puan Maharani, Menkominfo Johnny G Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menko Marves Luhut Pandjaitan.

Baca Juga:  Viral Bantuan Ibu Hamil di Bandung Diambil Lagi Petugas Usai Difoto, Begini Faktanya

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan, sempat membantah kebenaran data pribadinya yang disebarkan.

“NIK-nya salah. Nomor HP-nya juga salah. Itu enggak tahu saya, (Bjorka) ngambil datanya dari mana. Kebanyakan salah itu data-datanya,” ujarnya pada 13 September 2022.

Respons Pemerintah: Tim Khusus dan Investigasi

Aksi peretasan ini membuat Presiden Joko Widodo menggelar rapat khusus bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menkominfo Johnny G Plate, Kepala BSSN Hinsa Siburian, dan BIN. Pemerintah kemudian membentuk tim tanggap darurat siber untuk menangani kebocoran data tersebut.

Mahfud MD kala itu menegaskan bahwa sebagian data yang bocor bukan termasuk data rahasia.

“Sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia, yang bisa diambil dari mana-mana cuma kebetulan sama,” kata Mahfud (12/9/2022).

Pakar keamanan siber dari UNS, Rosihan Ari Yuana, menilai kasus ini sebagai alarm serius bagi pemerintah.

“Seharusnya pemerintah peduli sejak awal membangun sistem digital yang kuat. Membuat sistem digital itu tidak hanya asal jadi, namun lemah di keamanan datanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Dwi Citra Weni Dipecat PT Timah Usai Viral Hina Honorer

Kasus Baru: WFT Diduga Sosok di Balik Bjorka

Meski aktivitas Bjorka sempat mereda pada 2023, namanya kembali muncul setelah penangkapan seorang pemuda 22 tahun berinisial WFT. Dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (2/10/2025), polisi memperlihatkan WFT dalam balutan baju tahanan oranye dan masker.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengungkapkan WFT, sosok diduga Bjorka telah aktif di dark web sejak 2020.

“Pelaku kita ini bermain di dark web tersebut di mana di dark web tersebut yang bersangkutan sudah mulai mengeksplor sejak tahun 2020,” ujarnya.

WFT diduga kerap berganti identitas menjadi SkyWave, Shint Hunter, hingga Oposite6890 pada Agustus 2025 untuk menghindari pelacakan. Ia juga memakai berbagai alamat email dan nomor telepon demi memperkuat penyamaran.

Kasus ini terbongkar setelah sebuah bank melaporkan adanya akses ilegal terhadap 4,9 juta data nasabah. Dari akun @bjorkanesiaa, pelaku sempat mengunggah data dan mengirim pesan ke akun resmi bank, mengklaim telah membobol sistem mereka.

Baca Juga:  Viral! Detik-Detik Kecelakaan Maut di Tol Jakarta-Cikampek Km 58 Terekam Kamera Dashcam

Bukan Ahli IT, Belajar Otodidak di Komunitas Online

Kasubdit IV Siber Polda Metro Jaya, AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon, menjelaskan bahwa WFT ditangkap di Desa Totolan, Kakas Barat, Minahasa.

Menariknya, WFT bukan lulusan IT atau sekolah tinggi teknologi. Ia tidak lulus SMK dan mempelajari dunia peretasan secara otodidak melalui komunitas daring.

“Yang bersangkutan ini bukan ahli IT, hanya orang yang tidak lulus SMK. Namun sehari-hari secara otodidak dia selalu mempelajari IT,” terang Herman.

“Jadi dia belajar IT melalui komunitas-komunitas media sosial,” tambahnya.

WFT mengaku memperoleh data ilegal dari dark web, kemudian menjualnya dengan harga puluhan juta rupiah per transaksi.

“Pengakuannya, sekali menjual data kurang lebih nilainya puluhan juta. Jadi tergantung orang-orang yang membeli data yang dia jual melalui dark forum,” jelas Herman.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polisi masih mendalami apakah WFT benar-benar sosok utama di balik aksi Bjorka pada 2022–2023. Mereka juga membuka peluang kerja sama internasional mengingat aktivitasnya terkait forum gelap global.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia pemerintah Polri viral
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Jokowi Hadir di Rakorda PSI Bandung, Yoel Dorong Kader Turun hingga Akar Rumput

Buntut Temuan Ombudsman, Kalapas Cibinong dan 4 Anak Buahnya Dicopot

Jokowi Puji Struktur PSI Kota Bandung 100 Persen, Dorong Kader Aktif di Masyarakat

Pamer KTA di Rakorda Bandung, Joko Widodo Ungkap Sudah Gabung PSI Sejak 2025

Resmi Buka PKKMB Universitas Bandung, Cucun Pastikan Akses Beasiswa KIP Kuliah Aman

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.