Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Serap Aspirasi Warga Kota Bandung, Mutya Assegaf Fokus pada Ekonomi dan Kesehatan

By SusanaMinggu, 20 Oktober 2024 22:00 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Calon Wali Kota Bandung, Arfi Rafnialdi, menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Bersama istrinya, Mutya Assegaf, mereka berbagi tugas dalam mendengarkan berbagai keluh kesah warga Kota Bandung. Salah satunya saat Mutya mengunjungi kelompok disabilitas di Kecamatan Coblong pada Minggu (20/10/2024).

Sebagai istri calon wali kota, Mutya menunjukkan dedikasinya dengan rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi warga. Dalam berbagai kesempatan, ia terlibat dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

Mutya mengungkapkan bahwa salah satu isu yang sering muncul dalam pertemuan dengan warga adalah masalah ekonomi, yang berdampak pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Tanggapi Isu Plt Dirut Perumda Tirtawening Ngamuk soal CCTV

“Dalam program Jumat Berkah dan blusukan, saya sering menemukan masalah utama terkait ekonomi yang berpengaruh pada kesejahteraan hidup dan tempat tinggal. Di Bandung, masih banyak hunian yang tidak layak,” ujar Teh Mutya.

Ia mengaku sedih melihat kondisi tersebut, terutama ketika berhadapan dengan warga lanjut usia yang kurang mendapatkan perhatian, serta mereka yang sakit namun tidak mampu berobat.

Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa ada beberapa hal yang perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah, terutama terkait masalah ekonomi, tempat tinggal, dan kesehatan penduduk lanjut usia.

Baca Juga:  Cerita Pemudik Motor, Rela Habiskan Waktu 6 Jam Bandung-Cirebon Demi Pulang Kampung

“Bagi saya, yang utama itu warga tenang kalau tahu besok bisa makan apa, anak bisa sekolah, dan kalau sakit bisa berobat. Pemerintah harus memperhatikan tiga hal ini: ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.

Teh Mutya juga menyoroti pentingnya program inklusif yang dapat memfasilitasi semua kalangan masyarakat, termasuk lansia, disabilitas dan anak berkebutuhan khusus. Kota Bandung, menurutnya, harus menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi semua kalangan.

Baca Juga:  Museum Mainan Zero Toys: Surga Nostalgia di Tengah Kota Bandung

“Penting sekali bahwa program inklusif harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama mereka yang tidak sehat atau memiliki kebutuhan khusus. Pemerintah harus bisa memfasilitasi ini,” ujarnya.

Dia juga menyinggung persoalan stunting. Menurutnya, pengentasan stunting bisa dilakukan melalui posyandu dengan dukungan dana Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK).

“Di Posyandu Babakan Ciparay, saya temui kasus stunting hanya satu, namun secara keseluruhan angka stunting di Bandung masih tinggi. Ini menunjukkan bahwa pemberdayaan posyandu belum optimal dan bisa didukung melalui dana PIPPK,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arfi Rafnialdi aspirasi calon Wali Kota Bandung Kota Bandung Mutya Assegaf
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.