bukamata.id – Momen tak biasa terjadi di ajang pameran otomotif yang digelar baru-baru ini. Sejumlah siswa SMA berseragam mendadak menjadi pusat perhatian pengunjung. Bukan karena mengikuti lomba atau presentasi proyek, melainkan karena mereka kompak membelikan mobil untuk wali kelas tercinta, hasil tabungan uang kas selama tiga tahun.
Video kejutan tersebut pertama kali viral lewat akun TikTok @naalonicas dan kemudian menyebar luas ke berbagai platform, termasuk Instagram.
Uang Kas 3 Tahun, Hampir Terkumpul Rp300 Juta
Dalam keterangan video, para siswa menuliskan bahwa uang kas kelas yang “tidak pernah dipakai” selama tiga tahun akhirnya diputuskan untuk membeli mobil bagi wali kelas mereka.
Mobil yang dipilih adalah kendaraan listrik yang dibanderol sekitar Rp299 juta. Warganet pun dibuat terkejut karena total uang kas yang hampir terkumpul disebut mendekati Rp300 juta.
Bahkan dalam video dijelaskan bahwa dana masih kurang sekitar Rp2 juta, sehingga para siswa kembali patungan untuk menutup kekurangan tersebut.
Aksi itu disebut dilakukan tanpa sepengetahuan sang guru. Selama ini, wali kelas mereka diketahui masih menggunakan sepeda motor yang kondisinya dinilai sudah tidak layak pakai.
Meski demikian, guru tersebut tidak pernah mengeluh dan tetap hadir tepat waktu mendampingi siswa-siswinya.
Salah satu siswa dalam rekaman menyebutkan bahwa hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi sang guru.
“Terharu banget semoga Pak Dedi suka,” tulisnya.
Banjir Pujian: “Memuliakan Guru”
Di kolom komentar Instagram @filosofis.id, respons positif mendominasi. Banyak warganet mengaku terharu melihat kepedulian para siswa terhadap guru mereka.
“Ma shaa Allah memuliakan guru semoga Allah memuliakan kalian anak-anak baik budi,” tulis akun @yan***.
“Alhamdulillah walaupun wali kelasnya guru honorer tapi bisa punya mobil baru,” komentar akun @tod***.
Ada pula yang mencoba menghitung secara realistis kemungkinan dana tersebut terkumpul. “Realistis sih 4 juta per orang per tahun. 25 murid sekelas. Waktu 3 tahun. 4×25×3 = 300 juta,” tulis akun @je***.
Bagi sebagian warganet, aksi ini dianggap sebagai bukti bahwa relasi guru dan murid bisa melampaui sekadar proses belajar di ruang kelas. Ada penghormatan, kepedulian, dan rasa terima kasih yang tumbuh secara tulus.
Muncul Pro Kontra: Iklan atau Gratifikasi?
Namun, di balik banjir pujian, muncul pula sejumlah pertanyaan kritis. Beberapa warganet mempertanyakan transparansi dan konteks cerita yang beredar.
“Jangan diviralkan gini, kasihan gurunya nanti kalau ada yang bilang masuk gratifikasi, tapi kayaknya iklan nggak sih ini?” tulis akun @jul***.
“Iklan nggak sih? Di caption kas selama 3 tahun? Nggak ganti-ganti kelas kah orang-orangnya tiap tahun? Wali kelasnya juga nggak ganti?” komentar akun @jih***.
“Akal-akalan konten agency,” tulis akun lainnya.
Ada juga yang menyoroti latar belakang ekonomi para siswa. “Pertanyaannya orang tua muridnya pada kerja apa bisa iuran kas segitu,” tulis akun @ari***.
“Hmmm… Sekolah elit… pantes,” sahut akun @ary***.
Hingga kini, identitas sekolah maupun detail teknis pengumpulan dana belum dipublikasikan secara luas dalam pemberitaan arus utama. Hal inilah yang memicu spekulasi di kalangan netizen.
Antara Apresiasi dan Realitas Sosial
Terlepas dari pro dan kontra, kisah ini telah menjadi perbincangan nasional. Tagar seperti #IIMS2026, #HadiahUntukGuru, dan #MobilListrik ramai digunakan dalam berbagai unggahan ulang.
Fenomena ini juga membuka diskusi lebih luas tentang budaya apresiasi terhadap guru di Indonesia. Di satu sisi, publik terharu melihat solidaritas dan kekompakan siswa. Di sisi lain, muncul kekhawatiran soal potensi persepsi gratifikasi atau komersialisasi konten.
Apapun latar belakangnya, video tersebut telah menghadirkan satu pesan kuat: hubungan guru dan murid tidak selalu berhenti pada nilai dan ujian. Ada ruang bagi penghargaan yang lahir dari pengalaman tiga tahun bersama, diwarnai tawa, teguran, dukungan, dan kebersamaan.
Dan di tengah hiruk-pikuk pameran otomotif bergengsi itu, sebuah kunci mobil yang berpindah tangan menjadi simbol rasa terima kasih yang tak biasa, mengundang haru, sekaligus memancing perdebatan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











