Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP

Selasa, 17 Maret 2026 09:13 WIB

Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?

Selasa, 17 Maret 2026 09:00 WIB

Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!

Selasa, 17 Maret 2026 06:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP
  • Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?
  • Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Jadi Buruan di X dan TikTok, Ternyata Ini Fakta di Balik Kotak Putih yang Viral!
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Setiap Hari Menantang Bahaya, Pelajar di Sukabumi Lewati Jembatan Nyaris Roboh

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 16:55 WIB2 Mins Read
Pelajar di Sukabumi harus menantang bahaya demi sekolah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi berbahaya kini harus dihadapi puluhan pelajar di wilayah perbatasan Desa Karangpapak dan Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari, anak-anak tingkat sekolah dasar hingga menengah pertama terpaksa melintasi jembatan gantung yang kondisinya nyaris roboh demi bisa berangkat dan pulang sekolah.

Jembatan tersebut membentang di atas aliran sungai berbatu dengan arus yang cukup deras. Kerusakan parah terlihat jelas, terutama di bagian fondasi. Salah satu sisi penyangga jembatan ambruk, membuat struktur utama kehilangan keseimbangan. Akibatnya, lantai jembatan dari kayu miring tajam ke satu arah dan hanya tersisa kabel baja sebagai pegangan.

Meski membahayakan nyawa, jembatan itu tetap menjadi satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Warga dan pelajar tidak memiliki alternatif lain selain meniti kabel baja yang kondisinya sudah kendur dan berkarat.

Dalam sebuah rekaman video yang ramai beredar di media sosial, tampak sejumlah pelajar berseragam hijau-putih berjalan perlahan di atas jembatan yang miring. Mereka berpegangan erat pada kabel sambil melangkah hati-hati. Dari kejauhan, warga terlihat memantau dengan raut cemas.

Baca Juga:  4 Hari Hilang, Neng Laras Ditemukan Tewas Tertindih Motor di Sukabumi

“Awas, hati-hati! Jangan lari, pelan-pelan saja!” teriak seorang warga memperingatkan anak-anak tersebut.

Suasana semakin menegangkan ketika suara derasnya aliran sungai di bawah jembatan terdengar jelas, seolah menegaskan risiko besar yang setiap saat mengintai.

Baca Juga:  Sukabumi Dilanda Banjir dan Longsor Usai Diguyur Hujan Deras

Kondisi ini dibenarkan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah. Ia menyebut telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama Ketua BPD Desa Cikelat, Agus, untuk memastikan tingkat kerusakan jembatan.

“Hari ini kami melakukan asesmen terhadap jembatan rusak penghubung Desa Karangpapak dan Desa Cikelat,” ujar Andri.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas warga. Tidak hanya digunakan sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi akses utama perekonomian masyarakat setempat.

“Jembatan ini dipakai anak-anak sekolah, baik SD maupun SMP. Selain itu, di Kampung Sukabakti terdapat sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) yang kini terisolasi. Jembatan ini juga menjadi akses utama para petani menuju lahan mereka,” jelasnya.

Baca Juga:  Cuaca Panas Tak Surutkan Semangat Jemaah Haji Kloter 6 JKS, Fokus Ibadah dan Persiapan Menuju Mekkah

Dari hasil pemeriksaan, kerusakan jembatan diduga kuat disebabkan oleh fondasi batu kali yang tergerus aliran sungai serta kondisi tanah yang tidak stabil. Material penyangga terlihat bergeser dan runtuh ke tepi sungai, membuat posisi jembatan menggantung tanpa tumpuan yang aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut. Kekhawatiran terbesar mereka adalah jatuhnya korban jiwa, mengingat jembatan itu masih terus digunakan setiap hari oleh anak-anak dan warga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

akses pendidikan infrastruktur desa jembatan gantung Jembatan Rusak pelajar Sukabumi Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.