Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini

Sabtu, 4 April 2026 20:16 WIB

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB

Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa

Sabtu, 4 April 2026 18:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Simak Tips Memilih Calon Pemimpin saat Pilkada 2024 ala KPU Jabar

By Putra JuangJumat, 20 September 2024 20:42 WIB2 Mins Read
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membagikan tips untuk masyarakat bagaimana cara memilih calon pemimpin dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Tips itu dibagikan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jabar, Hedi Ardia pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Kiarapayung, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/9/2024).

“Salah satu cara untuk memilih pemimpin yang benar itu dengan cara mempelajari visi misinya, program-programnya, kalau mereka terpilih nanti apakah programnya itu memang realistis untuk direalisasikan atau tidak,” ucap Hedi.

“Lihat juga apakah rekam jejaknya itu baik atau tidak, itu salah satu parameter yang bisa menjadi pertimbangan kita,” tambahnya.

Baca Juga:  Tes Kesehatan Bakal Cagub-Cawagub Selesai Dilaksanakan, KPU Jabar Tunggu Rekomendasi dari RSHS

Hedi mengatakan, tantangan besar KPU Jabar dalam penyelengaraan Pilkada 2024 ini adalah menghadirkan masyarakat atau pemilih yang berpikir kritis.

“Sehingga kita bisa mendapatkan kepala daerah yang berkualitas, yang bersih, kepala daerah yang pada akhirnya berkomitmen untuk mensejahterakan masyarakat, yang salah satunya ditentukan oleh kecerdasan, kekritisan para pemilihnya,” katanya.

Hedi menyebut, para generasi muda yang saat ini duduk dibangku SMA hingga perguruan tinggi sudah mulai melek politik.

“Bahwa segala sesuatu semua yang menyangkut kehidupan kita itu ditentukan oleh aspek politik, oleh keputusan-keputusan politik, maka jangan jauhi politik,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sosialisasi Pendidikan Pemilih di IAIT, Bangun Kesadaran Politik Mahasiswa Jelang Pilkada 2024

Oleh karena itu, pihaknya pun mengajak para generasi muda untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan pada 27 November mendatang dengan bijak.

“Pastikan nama temen-temen yang sudah berusia 17 tahun itu terdaftar sebagai pemilih, caranya bisa dilihat menggunakan HP temen-temen di browser ketik cekdptonline.kpu.co.id, nanti masukan NIK setelah itu enter, nanti akan muncul temen-temen itu terdaftar di TPS mana, sehingga nanti pada 27 November langsung datang ke TPS dan gunakan hak pilihnya, sesederhana itu menjadi pemilih yang baik,” bebernya.

Baca Juga:  Pilih Siapa di Pilkada Jabar? Ridwan Kamil Beri Pesan Penuh Makna

Di sisi lain, Hedi mengungkapkan bahwa sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah demokrasi Pancasila, yang melibatkan rakyat secara langsung dalam pelaksanaannya.

“Dengan sistem demokrasi, semuanya memungkinkan, lalu kenapa banyak pelanggaran dan penyelewengan? Yang harus kita perbaiki itu cara berpolitiknya, kalau sistemnya sudah baik tapi kalau manusia yang menggunakan sistem itu menyelewengkan ya tetep salah,” terangnya.

Menurutnya, apapun sistem yang diterapkan jika manusianya tidak memiliki komitmen terhadap aturan, maka hal itu tidak akan menguntungkan bagi masyarakat.

“Jadi bagaimana kita sama-sama memperbaiki cara berpolitik yang baik dan benar sesuai dengan aturan,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

calon pemimpin KPU Jabar Pendidikan Pemilih pilkada Sosialisasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.