Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Presiden Prabowo Subianto

Sindiran Keras Prabowo ke Pengkritik: Sebut Istilah ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis hingga LSM

Jumat, 24 Juli 2026 08:48 WIB

Fitur Baru WhatsApp Bikin Sulit Menghilang! Titik Hijau Ungkap Siapa yang Sedang Aktif

Jumat, 24 Juli 2026 05:00 WIB

Bosan ke Mall? Coba 4 Tempat Rafting Dekat Bandung Ini, Dijamin Bikin Adrenalin Terpacu

Jumat, 24 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sindiran Keras Prabowo ke Pengkritik: Sebut Istilah ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis hingga LSM
  • Fitur Baru WhatsApp Bikin Sulit Menghilang! Titik Hijau Ungkap Siapa yang Sedang Aktif
  • Bosan ke Mall? Coba 4 Tempat Rafting Dekat Bandung Ini, Dijamin Bikin Adrenalin Terpacu
  • PPPK Bisa Dapat Gaji Pensiun Seperti PNS? Ini Jawaban Resmi PT Taspen
  • Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap
  • iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir
  • Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang
  • Jordi Amat Kirim Pesan Tegas! Timnas Indonesia Bidik Kemenangan Perdana di Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sindiran Keras Prabowo ke Pengkritik: Sebut Istilah ‘Londo Ireng’ untuk Jurnalis hingga LSM

By Aga GustianaJumat, 24 Juli 2026 08:48 WIB3 Mins Read
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap sejumlah elemen, mulai dari kalangan media, analis independen, hingga organisasi non-pemerintah (LSM), yang dinilainya konsisten menyebarkan narasi suram mengenai masa depan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Kamis (23/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menilai kelompok-kelompok tersebut kerap menunjukkan keberpihakan yang lebih condong pada kepentingan luar negeri alih-alih tanah air sendiri.

Lebih lanjut, Prabowo menyematkan istilah historis “londo ireng” bagi pihak-pihak yang gemar melontarkan kritik tajam serta mencari-cari celah kesalahan kabinet yang dipimpinnya.

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM,” ujar Prabowo.

Pandangan pesimistis yang sering digaungkan mengenai potensi kebangkrutan ekonomi nasional dinilai oleh Presiden sebagai tindakan yang mencederai nasionalisme.

Kepala Negara turut menyoroti akuntabilitas serta sumber pendanaan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat yang kerap melayangkan gugatan moral kepada pemerintah. Ia mempertanyakan motif ekonomi di balik gelombang kritik yang dianggap bertujuan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Di hadapan ribuan simpatisan dan kader partai, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak naif dalam membaca dinamika serta agenda tersembunyi di balik berbagai kritik tersebut.

“LSM harus kita tanya. Yang gaji lo siapa? Yang bayar listrik lo siapa? Yang bayar handphone lo siapa? Cari kerjaan susah, kita tahu kan,” tegas Prabowo di hadapan ribuan kader PKB.

Rasa jengkel juga tak bisa disembunyikan oleh Presiden lantaran narasi kejatuhan ekonomi Indonesia selalu diprediksi berulang setiap bulannya, meski pada praktiknya seluruh ramalan tersebut terbukti meleset dari kenyataan.

“Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps. Eh April lewat, enggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat, enggak. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps,” papar Prabowo.

Selain kelompok pengamat dan aktivis, sorotan tajam turut diarahkan kepada institusi pers yang dinilai kehilangan objektivitas dalam menyoroti capaian pembangunan riil di lapangan.

Sebagai ilustrasi, ia memaparkan situasi ketika pemerintah berhasil merenovasi puluhan ribu fasilitas pendidikan yang sebelumnya rusak parah, namun pemberitaan justru fokus pada segelintir sekolah yang belum tersentuh perbaikan.

“Ada juga media-media yang, ya kan, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti,” kata Presiden.

Sebagai penutup, Prabowo menganalogikan mentalitas para pengkritik tersebut bagaikan pendukung sepak bola yang justru merusak mental skuad kebanggaannya sendiri di tengah pertandingan penting, alih-alih memberikan dorongan semangat.

“Saudara-saudara, kalau kita cinta sama satu kesebelasan, umpamanya dia lagi bertanding di lapangan, kita kan sebagai suporter, ‘Ayo, ayo, maju.’ Tapi jangan turunkan moral dong orang lagi bertanding di situ. Nanti kamu kalah. Ini suporter macam apa? Gendeng,” ungkapnya.

Kendati demikian, Prabowo memastikan bahwa pemerintah tetap membuka ruang selebar-lebarnya bagi masukan yang membangun sebagai pilar demokrasi yang sehat, meski ia membedakan secara tegas antara evaluasi objektif dengan kampanye hitam yang bertujuan melemahkan fondasi negara.

“Kritik itu menyelamatkan. Tapi ada beda kritik dan caci maki. Kritik dengan fitnah itu beda. Itu benar enggak? Tapi enggak ada masalah. Tidak ada masalah. Kalau kita benar, kalau kita berada di jalan yang benar, kita terus akan kuat,” ujar Prabowo.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Harlah PKB Kritik Media Londo Ireng LSM Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PPPK

PPPK Bisa Dapat Gaji Pensiun Seperti PNS? Ini Jawaban Resmi PT Taspen

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026

Dorong Mahasiswa KIP Kuliah Mandiri, Ledia Hanifa Gelar Kompetisi Proposal Bisnis

Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.