bukamata.id – Sebuah insiden perundungan yang mengundang keprihatinan publik terjadi di salah satu SMP di Kota Cirebon, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 8 menjadi korban kekerasan fisik oleh teman sebayanya, yang terekam dalam sebuah video dan menyebar luas di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh pengguna Facebook, terlihat jelas korban tengah dianiaya di dalam ruang kelas. Ia hanya bisa menutup wajahnya sembari menahan pukulan dari pelaku, sementara sejumlah siswa lain tampak hanya menonton tanpa melakukan intervensi.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, membenarkan kejadian yang terjadi pada Selasa, 27 Mei 2025 itu. “Siswi ini (pelaku dan korban) sama-sama kelas 8, namun beda kelas,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi-saksi, motif utama dari aksi perundungan ini adalah persoalan asmara. “Motifnya ini asmara. Ada kecemburuan. Jadi berdasarkan hasil yang kita dalami, motifnya adalah masalah asmara,” ungkapnya.
Meski peristiwa itu mengundang perhatian publik, pihak korban hingga saat ini belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Namun demikian, polisi tetap bergerak cepat.
“Sampai detik ini pihak korban bersama dengan orang tuanya belum mau melaporkan secara resmi terkait dengan kasus bullying tersebut. Tapi kita sudah jemput bola, kita sudah memeriksa korban, saksi, dan pihak sekolah,” kata Eko.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari pelaku dan terus mendalami kasus ini untuk menindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











