Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
peltih persib, bojan hodak

Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!

Minggu, 12 April 2026 06:00 WIB

Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!

Minggu, 12 April 2026 02:00 WIB

Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!

Minggu, 12 April 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Bali United: Bojan Hodak Bertekad Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan di GBLA!
  • Update Kode Redeem FC Mobile 12 April 2026: Klaim Pack Pemain Rating Tinggi & Gems Gratis!
  • Update Kode Redeem FF 12 April 2026: Buruan Ambil Skin Titan & Emote Langka Hari Ini!
  • Einstein dari Bojonegoro! Bocah 9 Tahun Ini Mampu Rakit Mesin Secara Otodidak
  • Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten
  • Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 di Dapur, Benarkah Fakta atau Cuma Editan?
  • Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skala Institute dan Ragaplasma Rilis Temuan Survei Pilkada 2024 di Jabar, Siapa Unggul?

By Putra JuangSabtu, 12 Oktober 2024 20:10 WIB3 Mins Read
Ilustrasi calon kepala daerah. (Foto: IPC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Skala Institute bersama Ragaplasma Research mencatat persaingan menarik di enam wilayah di Jawa Barat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Beberapa pasangan calon (paslon) cenderung memiliki memiliki peluang menang meski dengan modal elektabilitas yang berbeda-beda.

Wilayah yang menjadi sasaran penelitian adalah Kota Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon dan Kabupaten Cianjur.

Untuk hasil di Kota Bandung, elektabilitas pasangan Farhan-Erwin berada di angka 33,75 persen. Di urutan kedua ada Haru-Dhani Wirianata 29 persen.

Sisanya, Dandan Riza Wardana-Arif Wijaya 14,25 persen dan Arfi Rafnialdi-Yena Iskandar Masoem 13,75 persen.

Di Kabupaten Garut, persaingan dua paslon sangat ketat. Elektabilitas Helmi Budiman-Yudi Nugraha Lasminingrat berada di angka 49,25 persen. Sedangkan A. Syakur Amin-Putri Karlina membuntuti di angka 46,75 persen.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Kuliner Malam Kaki Lima di Kota Bandung, Wajib Banget Coba!

Untuk wilayah Kabupaten Bekasi, elektabilitas Dani Ramdan-Romli berada di angka 41,75 persen. Paslon lainnya, Ade kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja berada di posisi kedua dengan angka elektabilitas 24,75 persen, dan Holik Q-Faizal Hafan Farid 19,50 persen.

Kabupaten Majalengka menyajikan persaingan antara petahana dan mantan Sekretaris Daerah. Hasilnya, Eman-Dena memiliki elektabilitas sebesar 50,10 persen. Sedangkan petahana, Karna Sobahi yang berpasangan dengan Koko Suyoko 39,80 persen.

Di Kota Cirebon, Eti Herawati-Suhendrik memiliki elektabilitas paling tinggi dengan angka 39,55 persen. Pesaingnya, Dani Mardani-Fitria Pamungkaswati 28,10 persen dan Effendi Edo-Siti Farida Rosmawati 20,67 persen.

Di Kabupaten Cianjur, petahana Herman Suherman yang berpasangan dengan Solih Ibing unggul jauh dari pesaingnya dengan elektabilitas mencapai 48,10 persen. Paslon lain, Wahyu Ferdian-Ramzi di angka 17,67 persen dan Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah 23,75 persen.

Baca Juga:  Pengacara Ridwan Kamil Tantang Lisa Mariana: Jangan Sekadar Koar di Medsos, Buktikan Klaim Anak di Pengadilan!

Direktur Skala Institute, Wahyu Ginanjar mengatakan, survei ini menunjukkan kondisi politik yang terjadi di enam daerah. Meski begitu, setiap paslon masih bisa memanfaatkan perubahan pemilih jelang masa pencoblosan.

“Ini lebih ke medical check up saja, bagi para pasangan calon terhadap situasi konstelasi pilkada. kami juga mencatat adanya potensi perubahan di masyarakat. Beberapa indikatornya adalah karena alasan figur, kandidat, kampanye kandidat, dan kunjungan tim,” ucap Wahyu dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2024).

Sementara itu, Direktur Ragaplasma Research, Romdin Azhar menyebut, persaingan di beberapa wilayah sangat sengit, ada pula yang angka elektabilitasnya terpaut jauh.

“Untuk meningkatkan elektabilitas sebesar 5 persen itu sangat berat. Tinggal strategi apa yang digunakan oleh paslon, basis apa yang disasar, segmentasi apa yang mau disasar. Wilayah mana yang difokuskan dengan tingkat perubahan yang masih tinggi,” terang dia.

Baca Juga:  Cerita Dandan Riza Jadi Korban Ketidakadilan hingga Mantap Maju di Pilwalkot Bandung

Secara peluang, kata Romdin, semua masih punya kesempatan meskipun besar kecilnya sangat bergantung pada kinerja di sisa masa kampanye.

“Semua effortnya harus menyesuaikan. Misalkan gini, kan ini jaraknya masih jauh, pengen ngejar, ini jaraknya berapa kali lipat? Misalkan tiga kali lipat, berarti yang harus dilakukan adalah tiga kali lipat yang sedang dilakukan sangat ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada periode 1-7 Oktober 2024 menggunakan multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 5 persen.

Sistem pengambilan survei melakukan wawancara tatap muka terhadap 400 orang responsden di masing-masing wilayah. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi dan usia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Kota Bandung pilkada Ragaplasma Research Skala Institute survei
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Buntut Sumpah Berujung Penistaan, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Penginjak Al-Qur’an di Banten

Warga Meradang! Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Picu Ketakutan: Anak Itu Bukan Mainan!

Trump Gertak Iran: Siap Buka Paksa Selat Hormuz Meski Tanpa Izin Teheran!

Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

program MBG

Warning! Keracunan Massal Usai Santap MBG Terjadi Lagi di Jabar, Kali Ini Ratusan Siswa di Tasik Jadi Korban

Tantangan Terbuka! Wagub Kalbar vs Dedi Mulyadi: Siapa yang Paling Jago Kelola Anggaran?

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.