Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Purbaya Mundur dari Kursi Menkeu Viral, Ini Kata Istana

Jumat, 5 Juni 2026 12:08 WIB

Link Live Streaming Indonesia vs Oman Hari Ini: Jadwal Kick Off dan Siaran Langsung

Jumat, 5 Juni 2026 11:25 WIB

Hasil Drawing Shopee Cup 2026/2027: Persib Bandung Masuk Jalur Sengit Grup B

Jumat, 5 Juni 2026 11:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Purbaya Mundur dari Kursi Menkeu Viral, Ini Kata Istana
  • Link Live Streaming Indonesia vs Oman Hari Ini: Jadwal Kick Off dan Siaran Langsung
  • Hasil Drawing Shopee Cup 2026/2027: Persib Bandung Masuk Jalur Sengit Grup B
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
  • Persib Disebut Rekrut Patrick Robson, Nilai Pasarnya Tembus Rp6 Miliar
  • Skor SPMB Sekolah Maung Mendadak Turun, Orangtua Siswa Ingin Bertemu Dedi Mulyadi
  • Detik-detik Ego Mengalahkan Logika! Senggolan Berdarah Dingin di Atas Aspal
  • Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026: Antam di Pegadaian Turun, Saatnya Borong?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 5 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Skandal Emas Digital di China: Puluhan Ribu Investor Terjebak, Dana Triliunan Menguap

By Aga GustianaRabu, 4 Februari 2026 11:09 WIB2 Mins Read
Ilustrasi emas digital. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar emas digital China diguncang badai besar setelah platform investasi JieWoRui (JWR Group) kolaps secara mendadak. Ribuan investor ritel dibuat panik ketika akses penarikan dana diblokir, sementara emas fisik yang selama ini dijanjikan ternyata tidak bisa diwujudkan.

Skala kerugian dalam kasus ini mencengangkan. Laporan South China Morning Post menyebutkan nilai dana nasabah yang membeku menembus 10 miliar yuan, setara sekitar Rp24 triliun. Bahkan, sejumlah estimasi lain memperkirakan total potensi kerugian bisa mencapai 19 miliar dolar AS, menjadikan runtuhnya JWR sebagai salah satu skandal emas terbesar di China dalam beberapa tahun terakhir.

Ironisnya, krisis ini terjadi saat harga emas dunia sedang menanjak tajam. Lonjakan tersebut mendorong investor ritel beralih ke emas digital, yang dianggap lebih praktis, cepat diperdagangkan, dan mudah dicairkan. Namun euforia itu berubah menjadi mimpi buruk ketika ribuan pengguna melakukan penarikan bersamaan. Tekanan likuiditas membuat JWR kewalahan dan gagal memenuhi kewajibannya.

Alih-alih mengembalikan dana atau menyerahkan emas fisik, perusahaan hanya menawarkan skema kompensasi sekitar 20 persen dari total nilai investasi. Tawaran ini memicu kemarahan investor yang merasa ditipu oleh sistem yang selama ini tampak aman di atas kertas.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi

Hasil penelusuran awal mengungkap akar masalah yang serius. Sebagian besar “emas” yang tercatat dalam sistem JWR ternyata hanya berbentuk angka digital, tanpa jaminan cadangan fisik yang sebanding. Dengan kata lain, emas yang diyakini dimiliki investor belum tentu benar-benar ada di brankas mana pun.

Baca Juga:  Mau Beli Emas Hari Ini? Cek Perbandingan Harga Antam, UBS, dan Galeri24 per 27 Maret 2026

Kasus ini juga membuka kelemahan besar dalam sistem pengawasan keuangan China. Platform seperti JWR bisa beroperasi tanpa status resmi sebagai bank, broker, maupun pedagang komoditas yang diawasi ketat. Ketika penarikan massal terjadi, ketimpangan antara kewajiban dan aset langsung terbongkar, memicu krisis kepercayaan yang menyebar cepat.

Dampaknya terasa luas. Minat terhadap emas digital anjlok, sementara permintaan emas fisik justru melonjak tajam. Pemerintah China pun bergerak cepat dengan memperketat pengawasan dan mulai menertibkan platform investasi daring yang dinilai berisiko tinggi.

Baca Juga:  Harga Emas Antam Hari Ini 31 Maret 2026: Saatnya Serok atau Tunggu Harga Anjlok Lagi?

Bagi investor di Indonesia, runtuhnya JieWoRui menjadi alarm keras. Meski emas digital sering dipromosikan sebagai solusi investasi modern, faktor keamanan tetap bergantung pada transparansi cadangan, audit independen, serta tata kelola yang jelas. Investor perlu memastikan emas benar-benar tersedia secara fisik, dapat ditarik kapan saja, dan seluruh risiko dijelaskan sejak awal.

Skandal JieWoRui kembali menegaskan satu prinsip lama di dunia investasi: teknologi bisa mempercepat transaksi, tetapi tanpa kepercayaan dan transparansi, inovasi keuangan justru bisa berubah menjadi bencana dalam sekejap.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

emas digital emas fisik Investasi Emas JieWoRui JWR Group krisis investasi Penipuan Investasi skandal emas China
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing

Detik-detik Ego Mengalahkan Logika! Senggolan Berdarah Dingin di Atas Aspal

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026: Antam di Pegadaian Turun, Saatnya Borong?

Gas Pol Skuadmu! Tukar Kode Redeem FF Terbaru 5 Juni 2026, Siap-Siap Kebagian Skin Epik Gratis

Cut Salwa Jadi Sorotan Publik, Klaim Video Viral Masih Belum Terbukti

Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Warganet Ramai Cari Fakta Sebenarnya

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.