Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Sabtu, 31 Oktober 2026 16:04 WIB

Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!

Sabtu, 31 Oktober 2026 15:39 WIB

Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik

Sabtu, 31 Oktober 2026 15:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
  • Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d’Or 2026, Cuma Beda 28 Poin!
  • Hujan Turun Terus? Ini 5 Wisata Indoor di Bandung yang Bikin Liburan Tetap Asyik
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
  • Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak
  • Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025
  • Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal PPDS RSHS Bandung, Dokter Tirta Minta Investigasi Total

By SusanaRabu, 9 April 2025 16:30 WIB2 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter residen (PPDS) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menuai kecaman luas dari publik, termasuk dari dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi.

Melalui akun X @tirta_cipeng, dr. Tirta menyebut peristiwa ini sebagai aib besar dalam dunia pendidikan dokter spesialis.

“Ini kisah paling memalukan sepanjang sejarah PPDS,” tegas dr. Tirta, dikutip Rabu (9/4/2025).

Ia menyoroti dampak besar yang ditimbulkan oleh kasus ini terhadap kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter, khususnya spesialis anestesi.

“Hal ini bisa menghancurkan trust pasien ke dokter anestesi di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga:  Fakta Baru Ungkap Kemungkinan Pelaku Pelecehan Seksual di RSHS Bandung Lebih dari Satu

Selain itu, dr. Tirta pun berharap pelaku dihukum seberat-beratnya dan di investigasi bilamana ada korban lain.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, dan investigasi harus detail. Perlu ditelusuri apakah ada korban lain atau tidak. Dukunganku untuk korban dan keluarganya,” tutup dr. Tirta.

Dokter Residen Anestesi Ditahan Polisi

Pihak kepolisian membenarkan bahwa seorang dokter residen dari Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) telah ditahan pada 23 Maret 2025.

Ia diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anggota keluarga pasien yang sedang menjalani perawatan di RSHS Bandung.

“Sudah ditahan pada tanggal 23 Maret,” kata Kombes Pol Surawan, Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Barat, saat dikonfirmasi pada Rabu (9/4/2025).

Baca Juga:  Geger Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dokter di RSHS Bandung, Korban Tak Sadar Usai Dibius

Sebagai informasi, kasus ini pertama kali viral melalui akun Instagram @ppdsgramm. Disebutkan bahwa korban yang merupakan keluarga pasien ICU hendak mendonorkan darah untuk orang tuanya yang menjalani operasi.

Korban lalu dibawa ke lantai 7 RSHS, diminta berganti pakaian pasien, dan dipasangi infus.

Korban yang tidak memahami prosedur crosmatch darah, mengikuti saja arahan dari pelaku. Ia kemudian diberi obat bius, dan dugaan kekerasan seksual terjadi saat korban dalam kondisi tak sadar, sekitar tengah malam.

Korban baru sadar sekitar pukul 04.00 WIB dalam kondisi nyeri di area kemaluan. Merasa ada kejanggalan, korban langsung menjalani visum ke dokter spesialis kandungan, yang hasilnya menunjukkan bekas sperma.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Dokter Priguna

Lebih lanjut, di lokasi kejadian ruang MCHC7 juga ditemukan bercak sperma di lantai. Area tersebut kemudian dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.

RSHS: Pelaku Sudah Dikeluarkan dan Dikembalikan ke FK Unpad

Pihak RSHS menyatakan bahwa pelaku bukan pegawai RSHS, melainkan peserta pendidikan dari FK Unpad.

Setelah kejadian, pelaku langsung dikeluarkan dan dikembalikan ke fakultas. Kasus ini pun telah sepenuhnya ditangani oleh pihak kepolisian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kekerasan Seksual RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.