Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polisi Turun Tangan Selidiki SOP RSHS Bandung Buntut Kasus Bayi Nyaris Tertukar

By Aga GustianaSelasa, 14 April 2026 11:30 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan antara Nina Saleha, orang tua yang bayinya hampir tertukar, dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memasuki babak baru. Meski secara personal telah memberikan maaf, Nina secara tegas menolak klaim bahwa persoalan ini telah selesai secara damai.

Pihak Nina menilai pernyataan “damai” yang beredar merupakan klaim sepihak dari manajemen rumah sakit di bawah naungan Kemenkes tersebut. Hal ini didasari fakta bahwa hingga saat ini, Nina belum dipertemukan dengan oknum perawat, petugas keamanan, maupun pihak yang sempat menerima bayinya dalam insiden tersebut.

Ancaman Jalur Hukum dalam 3 Hari

Melalui kuasa hukumnya, Nina melayangkan somasi resmi dengan tenggat waktu respons selama 3×24 jam. Jika pihak rumah sakit bergeming, kasus ini dipastikan akan bergulir ke meja hijau.

Kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, mengungkapkan bahwa upaya pertemuan dengan Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, pada Senin (13/4) kemarin berujung nihil karena yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

Baca Juga:  Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

“Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3×24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar,” kata Mira.

Baca Juga:  Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Mira menekankan bahwa kliennya menuntut transparansi total dari pihak rumah sakit terkait kronologi dan oknum yang terlibat.

“Maunya diungkap, dia tahu persis, dia mau tahu suster yang mana, satpamnya juga. Peristiwa ini ingin diusut,” tegasnya.

Polrestabes Bandung Mulai Bergerak

Walaupun secara formal belum ada laporan kepolisian yang masuk dari pihak korban, Satreskrim Polrestabes Bandung tidak tinggal diam. Korps Bhayangkara mulai melakukan langkah proaktif dengan mendatangi pihak rumah sakit guna mengumpulkan keterangan awal.

Baca Juga:  Turun Langsung ke Jalan, Rafael Situmorang Jawab Tuntutan Aliansi Mahasiswa di DPRD Jabar

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait proses pemulangan pasien bayi di RSHS.

“Minggu kemarin kita sudah datangi rumah sakit (RSHS),” ujar Anton saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (14/4/2026).

Meskipun status laporan resmi masih nihil, Anton memastikan bahwa aparat tetap bekerja di balik layar untuk mengusut potensi kelalaian atau unsur pidana dalam kejadian tersebut.

“Kami tetap lakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.