Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Minggu, 1 November 2026 17:30 WIB

Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama

Minggu, 1 November 2026 16:29 WIB

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Minggu, 1 November 2026 15:55 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka
  • Persib Menggila! Unggul 3-0 atas Kalteng FC di Babak Pertama
  • Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polisi Turun Tangan Selidiki SOP RSHS Bandung Buntut Kasus Bayi Nyaris Tertukar

By Aga GustianaSelasa, 14 April 2026 11:30 WIB2 Mins Read
Nina Salehah bersama sang bayi yang nyaris tertukar di RSHS Bandung. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketegangan antara Nina Saleha, orang tua yang bayinya hampir tertukar, dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung memasuki babak baru. Meski secara personal telah memberikan maaf, Nina secara tegas menolak klaim bahwa persoalan ini telah selesai secara damai.

Pihak Nina menilai pernyataan “damai” yang beredar merupakan klaim sepihak dari manajemen rumah sakit di bawah naungan Kemenkes tersebut. Hal ini didasari fakta bahwa hingga saat ini, Nina belum dipertemukan dengan oknum perawat, petugas keamanan, maupun pihak yang sempat menerima bayinya dalam insiden tersebut.

Ancaman Jalur Hukum dalam 3 Hari

Melalui kuasa hukumnya, Nina melayangkan somasi resmi dengan tenggat waktu respons selama 3×24 jam. Jika pihak rumah sakit bergeming, kasus ini dipastikan akan bergulir ke meja hijau.

Kuasa hukum Nina Saleha, Mira Widyawati, mengungkapkan bahwa upaya pertemuan dengan Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, pada Senin (13/4) kemarin berujung nihil karena yang bersangkutan tidak berada di lokasi.

Baca Juga:  Bus dari Cicaheum Mulai Beroperasi di Leuwipanjang, Penumpang Mengaku Lebih Nyaman

“Surat somasi ini isinya poin-poin penting yang belum terungkap, dan kita kasih waktu 3×24 jam. Kalau tidak merespon maka kami akan melakukan pelaporan ke Bareskrim atau Polda Jabar,” kata Mira.

Baca Juga:  Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung

Mira menekankan bahwa kliennya menuntut transparansi total dari pihak rumah sakit terkait kronologi dan oknum yang terlibat.

“Maunya diungkap, dia tahu persis, dia mau tahu suster yang mana, satpamnya juga. Peristiwa ini ingin diusut,” tegasnya.

Polrestabes Bandung Mulai Bergerak

Walaupun secara formal belum ada laporan kepolisian yang masuk dari pihak korban, Satreskrim Polrestabes Bandung tidak tinggal diam. Korps Bhayangkara mulai melakukan langkah proaktif dengan mendatangi pihak rumah sakit guna mengumpulkan keterangan awal.

Baca Juga:  Polisi Perpanjang Penahanan Dokter Residen Tersangka Pemerkosaan di RSHS

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait proses pemulangan pasien bayi di RSHS.

“Minggu kemarin kita sudah datangi rumah sakit (RSHS),” ujar Anton saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (14/4/2026).

Meskipun status laporan resmi masih nihil, Anton memastikan bahwa aparat tetap bekerja di balik layar untuk mengusut potensi kelalaian atau unsur pidana dalam kejadian tersebut.

“Kami tetap lakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Diduga Mabuk, Pemotor 15 Tahun Hilang Kendali di Jalan AH Nasution

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.