Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Karim Benzema OTW Persib Bandung?

Rabu, 16 September 2026 06:00 WIB
Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Rabu, 16 September 2026 05:00 WIB

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Karim Benzema OTW Persib Bandung?
  • Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter Priguna Mengelak, Klaim Hanya Beraksi Sekali Meski Diduga Ada Tiga Korban

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 13:24 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri jumlah korban dalam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah P di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bergulir. Kendati polisi telah mengindikasikan adanya tiga korban, pelaku justru memberikan pengakuan yang berbeda.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Surawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, pihaknya menduga kuat ada tiga wanita yang menjadi korban kebiadaban Priguna. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua pasien dan satu pendamping pasien.

Namun, di tengah temuan dua laporan baru dari korban lain, Priguna justru bersikukuh bahwa perbuatan bejatnya baru dilakukan satu kali.

“Dia belum lama, melakukan itu, sementara keterangan dia baru sekali melakukan,” ujar Kombes Surawan di Mapolda Jabar, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga:  Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

Kasus ini mencuat setelah korban terakhir, yang merupakan anak pasien, mengalami pemerkosaan oleh Priguna pada 18 Maret 2025 di Gedung MCHC Lantai 7 RSHS.

Menanggapi pertanyaan mengenai pengawasan dokter penanggung jawab pasien di rumah sakit tersebut, Kombes Surawan menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap pasien dilakukan di bawah pengawasan dokter senior.

“Ini insiden ya, ruangan (tempat pemerkosaan) belum digunakan, rumah sakit juga lakukan pengawasan terutama untuk residen,” kata Kombes Surawan.

Baca Juga:  Akademisi Unpad Kritisi Putusan Hakim Soal Perkara Mardani H Maming

Namun, setelah pemeriksaan awal selesai, pelaku diduga melakukan tindakan medis di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.

“Awalnya bersama dokter lain, kemudian dia menghubungi pasien, pasien dipanggil dan dibawa ke ruangan itu,” tuturnya. “Pelayanan pasien sama-sama, saat akan melakukan aksinya dia sendiri,” imbuhnya.

Terkait keberadaan keluarga korban saat pemeriksaan, Kombes Surawan menyebutkan bahwa korban awalnya didampingi oleh keluarga. Namun, saat dibawa ke ruangan tempat terjadinya dugaan pemerkosaan, keluarga dilarang ikut.

“Pada awalnya korban juga sama keluarga, saat dibawa ke ruangan itu korban dibawa sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral Kasus Pelecehan di Garut, Dokter Kandungan Diduga Alumni Kedokteran Unpad

Untuk memperkuat bukti-bukti, polisi akan melakukan pemeriksaan DNA sperma terhadap pelaku di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Sedang kita kirim ke Puslabfor, nanti juga ada bantuan dari Pusdokkes, (pemeriksaan) nggak lama paling 4 hari,” pungkas Kombes Surawan.

Pengakuan berbeda dari pelaku ini tentu akan menjadi fokus utama dalam penyelidikan lebih lanjut.

Polisi akan terus menggali informasi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kebenaran di balik kasus dugaan pemerkosaan yang mencoreng citra institusi kesehatan ternama ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pemerkosaan RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Penampilan makanan bergizi gratis dari program MBG.

Bandung Dibanjiri 50 Ton Sampah MBG per Hari! SPPG Bermasalah Terancam Ditutup

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.