Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!

Sabtu, 31 Oktober 2026 13:26 WIB

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Sabtu, 31 Oktober 2026 12:11 WIB

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Sabtu, 31 Oktober 2026 12:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
  • Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak
  • Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025
  • Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
  • Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter Priguna Mengelak, Klaim Hanya Beraksi Sekali Meski Diduga Ada Tiga Korban

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 13:24 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri jumlah korban dalam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah P di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bergulir. Kendati polisi telah mengindikasikan adanya tiga korban, pelaku justru memberikan pengakuan yang berbeda.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Surawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, pihaknya menduga kuat ada tiga wanita yang menjadi korban kebiadaban Priguna. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua pasien dan satu pendamping pasien.

Namun, di tengah temuan dua laporan baru dari korban lain, Priguna justru bersikukuh bahwa perbuatan bejatnya baru dilakukan satu kali.

“Dia belum lama, melakukan itu, sementara keterangan dia baru sekali melakukan,” ujar Kombes Surawan di Mapolda Jabar, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga:  Kasus Pemerkosaan oleh Dokter Priguna Bertambah, Total Tiga Korban Perempuan Muda

Kasus ini mencuat setelah korban terakhir, yang merupakan anak pasien, mengalami pemerkosaan oleh Priguna pada 18 Maret 2025 di Gedung MCHC Lantai 7 RSHS.

Menanggapi pertanyaan mengenai pengawasan dokter penanggung jawab pasien di rumah sakit tersebut, Kombes Surawan menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap pasien dilakukan di bawah pengawasan dokter senior.

“Ini insiden ya, ruangan (tempat pemerkosaan) belum digunakan, rumah sakit juga lakukan pengawasan terutama untuk residen,” kata Kombes Surawan.

Baca Juga:  Tragis, Ayah Kandung di Cianjur Perkosa Anak Sendiri 13 Kali Saat Libur Sekolah

Namun, setelah pemeriksaan awal selesai, pelaku diduga melakukan tindakan medis di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.

“Awalnya bersama dokter lain, kemudian dia menghubungi pasien, pasien dipanggil dan dibawa ke ruangan itu,” tuturnya. “Pelayanan pasien sama-sama, saat akan melakukan aksinya dia sendiri,” imbuhnya.

Terkait keberadaan keluarga korban saat pemeriksaan, Kombes Surawan menyebutkan bahwa korban awalnya didampingi oleh keluarga. Namun, saat dibawa ke ruangan tempat terjadinya dugaan pemerkosaan, keluarga dilarang ikut.

“Pada awalnya korban juga sama keluarga, saat dibawa ke ruangan itu korban dibawa sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Nyaris Kehilangan Sang Buah Hati! Trauma Mendalam Nina Saleha di Balik Skandal RSHS Bandung

Untuk memperkuat bukti-bukti, polisi akan melakukan pemeriksaan DNA sperma terhadap pelaku di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Sedang kita kirim ke Puslabfor, nanti juga ada bantuan dari Pusdokkes, (pemeriksaan) nggak lama paling 4 hari,” pungkas Kombes Surawan.

Pengakuan berbeda dari pelaku ini tentu akan menjadi fokus utama dalam penyelidikan lebih lanjut.

Polisi akan terus menggali informasi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kebenaran di balik kasus dugaan pemerkosaan yang mencoreng citra institusi kesehatan ternama ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pemerkosaan RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Gaji Pensiunan PNS Naik? Ini Penjelasan Resmi Taspen Jelang Pencairan November 2026

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.