Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?

Sabtu, 2 Mei 2026 06:00 WIB

Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang

Sabtu, 2 Mei 2026 05:00 WIB

Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?

Sabtu, 2 Mei 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rumor Transfer Persib: 4 Winger Ganas dan 1 Kiper Tangguh Ini Jadi Buruan Utama Bobotoh, Siapa Saja?
  • Terbongkar! Polisi Dalami Skandal Video Viral Bandar Membara di Batang
  • Transfer Meledak! Persib Bandung Bajak Winger Brasil Patrick Robson?
  • Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 2 Mei 2026: Dapatkan Skin M1887 Terlangka dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dokter Priguna Mengelak, Klaim Hanya Beraksi Sekali Meski Diduga Ada Tiga Korban

By Aga GustianaJumat, 11 April 2025 13:24 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Misteri jumlah korban dalam kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan dokter residen Priguna Anugerah P di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terus bergulir. Kendati polisi telah mengindikasikan adanya tiga korban, pelaku justru memberikan pengakuan yang berbeda.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes Surawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, pihaknya menduga kuat ada tiga wanita yang menjadi korban kebiadaban Priguna. Ketiga korban tersebut terdiri dari dua pasien dan satu pendamping pasien.

Namun, di tengah temuan dua laporan baru dari korban lain, Priguna justru bersikukuh bahwa perbuatan bejatnya baru dilakukan satu kali.

“Dia belum lama, melakukan itu, sementara keterangan dia baru sekali melakukan,” ujar Kombes Surawan di Mapolda Jabar, Jumat (11/4/2025).

Baca Juga:  Kritik Meluas, Sederet Perguruan Tinggi di Bandung Ikut Bergerak ‘Sentil’ Jokowi

Kasus ini mencuat setelah korban terakhir, yang merupakan anak pasien, mengalami pemerkosaan oleh Priguna pada 18 Maret 2025 di Gedung MCHC Lantai 7 RSHS.

Menanggapi pertanyaan mengenai pengawasan dokter penanggung jawab pasien di rumah sakit tersebut, Kombes Surawan menjelaskan bahwa pemeriksaan awal terhadap pasien dilakukan di bawah pengawasan dokter senior.

“Ini insiden ya, ruangan (tempat pemerkosaan) belum digunakan, rumah sakit juga lakukan pengawasan terutama untuk residen,” kata Kombes Surawan.

Baca Juga:  Zita Anjani Anak Zulhas dan Rangkaian Kontroversi yang Mengundang Kritik Netizen

Namun, setelah pemeriksaan awal selesai, pelaku diduga melakukan tindakan medis di luar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di rumah sakit.

“Awalnya bersama dokter lain, kemudian dia menghubungi pasien, pasien dipanggil dan dibawa ke ruangan itu,” tuturnya. “Pelayanan pasien sama-sama, saat akan melakukan aksinya dia sendiri,” imbuhnya.

Terkait keberadaan keluarga korban saat pemeriksaan, Kombes Surawan menyebutkan bahwa korban awalnya didampingi oleh keluarga. Namun, saat dibawa ke ruangan tempat terjadinya dugaan pemerkosaan, keluarga dilarang ikut.

“Pada awalnya korban juga sama keluarga, saat dibawa ke ruangan itu korban dibawa sendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Viral Kasus Pelecehan di Garut, Dokter Kandungan Diduga Alumni Kedokteran Unpad

Untuk memperkuat bukti-bukti, polisi akan melakukan pemeriksaan DNA sperma terhadap pelaku di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

“Sedang kita kirim ke Puslabfor, nanti juga ada bantuan dari Pusdokkes, (pemeriksaan) nggak lama paling 4 hari,” pungkas Kombes Surawan.

Pengakuan berbeda dari pelaku ini tentu akan menjadi fokus utama dalam penyelidikan lebih lanjut.

Polisi akan terus menggali informasi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kebenaran di balik kasus dugaan pemerkosaan yang mencoreng citra institusi kesehatan ternama ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pemerkosaan RSHS Bandung Unpad
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH dan BPNT 2026 Belum Cair, Ini Fakta Terbaru dan Jadwalnya

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.