bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait pencoretan atau penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.
Menurutnya, persoalan tersebut muncul akibat adanya pembaruan data penerima yang menggunakan sistem klasifikasi kesejahteraan berbasis desil. Namun, dalam praktiknya, sejumlah warga yang seharusnya masih berhak justru terdampak.
“Memang ada pendataan baru. Tapi ternyata ada beberapa orang yang tidak seharusnya terkena, justru ikut tercoret karena disusun berdasarkan desil,” ujar Rafael, Rabu (18/2/2026).
Rafael menegaskan, pembaruan data merupakan langkah penting agar bantuan tepat sasaran. Namun, prosesnya harus dilakukan secara lebih cermat dan melibatkan verifikasi lapangan.
Ia menilai, kesalahan dalam pendataan berpotensi membuat masyarakat rentan kehilangan akses layanan kesehatan.
“Datanya harus lebih cermat. Jangan sampai orang yang masih membutuhkan justru tidak tercover,” katanya.
Selain masalah validitas data, Rafael juga menyoroti stagnasi anggaran PBI. Ia menyebut, jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan terus meningkat setiap tahun.
Pertumbuhan penduduk, kelahiran baru, hingga masyarakat yang baru masuk kategori tidak mampu, membuat kebutuhan anggaran seharusnya ikut bertambah.
“Penerimanya bertambah terus. Ada kelahiran, ada yang kondisi ekonominya berubah. Tapi anggarannya tidak bertambah,” ungkapnya.
Menurut Rafael, jika anggaran tidak ditingkatkan, maka akan semakin banyak masyarakat yang tidak terakomodasi dalam program tersebut.
Rafael menilai, solusi jangka panjang yang perlu dilakukan pemerintah adalah menambah alokasi anggaran PBI agar sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat.
“Seharusnya anggaran juga ditambah. Karena kebutuhan masyarakat terus bertambah,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi dalam memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap terlindungi tanpa terkendala persoalan administrasi dan keterbatasan anggaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











