bukamata.id – Komitmen Bupati Bandung, Dadang Supriatna, terhadap kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan rupanya tak tergoyahkan oleh badai anggaran. Meski Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat ke Kabupaten Bandung mengalami penyusutan drastis hingga Rp1 triliun pada tahun 2026, program insentif guru ngaji dipastikan tetap menjadi prioritas utama.
Langkah berani ini ditegaskan pria yang akrab disapa Kang DS tersebut saat menggelar Safari Ramadan dan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al Mutazam, Komplek Cherry Field, Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Minggu (22/2/2026) malam.
Anggaran Rp109 Miliar Tetap Terjaga
Di hadapan ratusan jemaah dan tokoh masyarakat, Kang DS memaparkan bahwa program ini bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di Kabupaten Bandung. Tercatat, sebanyak 17.000 guru ngaji telah tersentuh program ini dengan total kucuran dana mencapai Rp109 miliar per tahun.
“Program ini sudah berjalan sejak periode pertama saya menjabat dan terus berlanjut hingga periode kedua bersama Wakil Bupati Ali Syakieb,” ujar Kang DS mempertegas keberlanjutan visi agamisnya.
Menurut Bupati, setiap guru ngaji tidak hanya mendapatkan insentif tunai sebesar Rp350.000 per bulan, tetapi juga perlindungan sosial berupa fasilitas BPJS Kesehatan gratis yang preminya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.
Lonjakan Drastis Literasi Al-Qur’an
Keberhasilan program ini terbukti bukan sekadar angka di atas kertas. Kang DS mengungkapkan transformasi nyata dalam kualitas pendidikan keagamaan anak-anak di wilayahnya. Data menunjukkan lonjakan signifikan: dari yang semula hanya 15 persen anak mampu membaca Al-Qur’an, kini angka tersebut meroket hingga menyentuh 80 persen.
“Kami akan terus melanjutkan program ini karena mendapat dukungan dari Kementerian Agama dan DPR RI,” tambahnya lagi.
Kolaborasi Memakmurkan Masjid
Selain membahas anggaran, Kang DS memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan Masjid Al Mutazam yang dinilainya sangat profesional dan modern. Ia mendorong adanya kolaborasi aktif antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dengan jajaran pejabat Pemkab Bandung yang kebetulan bermukim di perumahan tersebut.
“Kebetulan di perumahan ini ada Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ruli. Ketua DKM dapat berkoordinasi dengan mereka apabila memerlukan keterlibatan Pemkab Bandung dalam memakmurkan masjid ini,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










