Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sabtu, 28 Maret 2026 11:25 WIB
Timnas Indonesia

Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi

Sabtu, 28 Maret 2026 11:09 WIB

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Sabtu, 28 Maret 2026 11:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh
  • Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram
  • Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sungai Cikapundung Naik Hampir 2 Meter, Gedebage, Pagarsih dan Cikapundung Terancam Banjir

By SusanaSabtu, 6 Desember 2025 11:44 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Banjir (Foto: Media Sosial)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di tiga wilayah rawan, yaitu Gedebage, Pagarsih, dan sepanjang aliran Sungai Cikapundung.

Potensi banjir tersebut dipicu oleh curah hujan yang tinggi, termasuk hujan yang terjadi di kawasan Bandung utara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala, menjelaskan bahwa kenaikan debit air sering terjadi meski Kota Bandung tidak diguyur hujan. “Cikapundung, Gedebage, dan Pagarsih terus kami pantau. Ketika di daerah utara hujan deras, debit air sungai otomatis naik,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Rincian Titik Rawan Banjir di Kota Bandung

Baca Juga:  Andrew Jung Jatuh Hati dengan Bandung, Keluarga Langsung Betah

Amires merinci titik rawan sebagai berikut:

  • Gedebage: Rancanupang dan Cipamokolan
  • Pagarsih: terutama kawasan Gang Tresna
  • Aliran Sungai Cikapundung: Tamansari, Gang Apandi (Braga), hingga Bandung Kidul

Pemantauan di lokasi tersebut melibatkan aparat kewilayahan agar informasi cepat diteruskan kepada masyarakat. Langkah ini penting untuk mempercepat tindakan antisipatif saat debit air meningkat.

Keterbatasan Alat Pantau, Fokus pada Sungai Cikapundung

Amires mengungkapkan bahwa sejauh ini alat pemantau ketinggian air baru tersedia di Sungai Cikapundung.

“Wilayah lain belum memiliki alat pantau. Karena itu, penyebaran informasi dari aparat sangat penting,” katanya.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung 14 Februari 2026: Akhir Pekan Cerah Berawan, Siap untuk Aktivitas Luar Ruangan

Alat pantau di Cikapundung dianggap vital untuk keselamatan warga. Jika level air naik signifikan, BPBD meminta warga untuk melakukan evakuasi. Di Gang Apandi, lanjutnya, sudah tersedia lokasi evakuasi yang siap digunakan.

Debit Air Sempat Naik Hampir 2 Meter

Beberapa hari lalu, debit air Sungai Cikapundung sempat naik drastis, terutama di wilayah Tahura. “Air naik hampir dua meter, tetapi masih dianggap aman. Kami langsung informasikan ke wilayah bawah dan terus memantau sampai air surut,” ujar Amires.

Baca Juga:  BMKG Jelaskan Penyebab Udara Pagi di Bandung Raya Terasa Lebih Dingin

Selain debit air, BPBD juga mencermati potensi material bawaan sungai seperti kayu atau sampah besar yang bisa menyumbat aliran air dan merusak tanggul. Hal ini dinilai sebagai salah satu pemicu banjir selain tingginya debit air.

Koordinasi dengan Perangkat Daerah Lain

Sebagai lembaga yang baru dibentuk tahun ini, BPBD Kota Bandung mengakui masih memiliki keterbatasan peralatan. Namun, koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan jika terjadi bencana.

“Kami assessment dulu kondisi di lapangan. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut, kami langsung koordinasikan dengan perangkat daerah lainnya,” kata Amires.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung BPBD Kota Bandung cikapundung meluap cuaca bandung debit air naik bandung gedebage banjir pagarsih banjir peringatan dini banjir potensi banjir bandung titik rawan banjir bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.