bukamata.id – Keceriaan mulai kembali terpancar di wajah anak-anak penyintas bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Melalui sentuhan psikososial, puluhan bocah yang sempat diselimuti ketakutan kini diajak bangkit dari trauma akibat bencana yang melanda pada Sabtu (24/1/2026) dini hari lalu.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (27/1/2026) ini difokuskan untuk mengembalikan kondisi mental para korban kecil agar tidak terbelenggu oleh memori kelam pascabencana.
Mengalihkan Ketakutan dengan Kreativitas
Suasana di posko pengungsian yang semula hening berubah menjadi riuh saat 78 anak diajak terlibat dalam berbagai aktivitas seru. Mulai dari mewarnai, menggambar bebas, hingga mendengarkan dongeng, semua dirancang untuk memulihkan keceriaan mereka.
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah, terjun langsung mendampingi para pengungsi cilik ini. Ia menekankan bahwa pemulihan mental adalah prioritas yang tak boleh terabaikan di tengah masa darurat.
“Anak-anak kita ajak bermain, menggambar, dan mendongeng supaya fokus mereka teralihkan dari kesedihan dan rasa takut selama di pengungsian,” kata Syahnaz saat ditemui di lokasi pengungsian.
Pentingnya Pendampingan Rutin
Perubahan drastis terlihat dari ekspresi anak-anak yang kini mulai tertawa lepas. Syahnaz menilai, aktivitas seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni sesaat, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan selama mereka masih berada di pengungsian.
“Dengan trauma healing, mereka tidak terus-menerus larut dalam rasa sedih. Jadi memang harus sering diajak beraktivitas seperti ini,” ujar Syahnaz.
Baginya, menjaga kesehatan psikologis anak-anak adalah investasi agar mereka tidak mengalami gangguan mental jangka panjang akibat peristiwa traumatis yang mereka alami di usia dini.
Dukungan untuk Para Ibu
Tak hanya fokus pada anak-anak, Syahnaz juga menyisihkan waktu untuk merangkul para ibu di pengungsian. Ia mendengarkan keluh kesah para orang tua yang hingga kini masih didera rasa was-was dan trauma, meskipun kondisi fisik rumah mereka tidak rusak total.
Kehadiran sosok Ketua TP PKK ini diharapkan menjadi penguat moril bagi keluarga terdampak untuk tetap tegar menghadapi masa pemulihan pascabencana longsor Cisarua.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











