Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 01:00 WIB

SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir

Senin, 5 Oktober 2026 23:07 WIB

Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti

Senin, 5 Oktober 2026 23:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
  • Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya
  • Berani Tantang Port FC di Kandangnya! Adam Alis Punya Target Tegas untuk Persib
  • 960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung
  • Gandeng MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun, JNE Beri Promo Spesial di Hari Batik Nasional 2026
  • Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Taqy Malik Terancam Penjara? Heboh Dugaan Bisnis Berkedok Wakaf, Harga Mushaf di-Mark Up 3 Kali Lipat

By SusanaMinggu, 15 Februari 2026 19:52 WIB5 Mins Read
Influencer sekaligus pengusaha muda Taqy Malik. Foto: Instagram @taqy_malik.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hubungan persahabatan antara Taqy Malik dan Randy Permana, yang dikenal sebagai Papa Rich, mendadak menjadi sorotan publik.

Perselisihan ini muncul setelah Randy membongkar dugaan mark up harga program wakaf mushaf Al-Qur’an yang digelar Taqy Malik di Arab Saudi, menimbulkan kontroversi besar di media sosial.

Dugaan Mark Up Wakaf Mushaf Al-Qur’an

Kasus dugaan mark up ini pertama kali diungkap Randy melalui akun Instagram @paparich666. Ia menyebut, Taqy Malik diduga menjual program wakaf mushaf Al-Qur’an dengan harga yang dilipatgandakan.

Harga satu mushaf yang ditawarkan Taqy sekitar 80 riyal atau setara Rp330 ribu, padahal harga asli di pasaran berkisar 20-30 riyal atau Rp120-200 ribu.

“Nggak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekkah Madinah seharga 80 riyal, mau musim haji atau Ramadhan sekalipun,” tulis Randy, dikutip pada Minggu (15/2/2026).

Ia bahkan mempertanyakan, “Antum penyalur atau jualan wakaf?”

Program Taqy diklaim berhasil mengumpulkan hampir 3 ribu mushaf untuk disalurkan ke Masjidil Haram dan Masjidil Nabawi. Namun, dugaan pelanggaran regulasi di Arab Saudi membuat para penyalur mushaf lainnya was-was dan sulit melakukan transaksi.

Randy mengaku bukti dugaan ini sudah dilaporkan ke pihak berwenang di Madinah, dan Taqy disebut bisa langsung ditangkap jika kembali ke sana.

Dugaan Pelanggaran Donasi di Arab Saudi

Salah satu poin krusial dari polemik ini adalah dugaan pelanggaran aturan penggalangan dana di Arab Saudi. Randy menegaskan bahwa semua penggalangan dana di Saudi harus melalui otoritas resmi. Aktivitas mandiri tanpa izin, seperti yang dituduhkan kepada Taqy, berpotensi dianggap ilegal dan menimbulkan risiko hukum serius.

“Kalau Taqy datang lagi ke Madinah, bukti itu sudah ada semua. Teman-teman itu sudah banyak laporan ke polisi di Madinah. Insya Allah dia akan langsung ditangkap, tak ada negosiasi,” kata Randy.

Selain isu legalitas, dugaan mark up harga mushaf juga menambah sorotan publik. Randy menyebut, harga mushaf di Arab Saudi rata-rata 40 riyal, namun program wakaf yang dijalankan Taqy mematok 80 riyal per mushaf. Dugaan selisih harga ini menjadi bahan kontroversi yang terus viral di media sosial.

Respons Taqy Malik: Tabayyun Terbuka

Menanggapi tudingan tersebut, Taqy Malik mengunggah pernyataan resmi di media sosial dan mengundang Randy untuk melakukan diskusi terbuka atau tabayyun.

Tujuannya, kata Taqy, adalah menjaga kepercayaan umat dan mengklarifikasi fakta agar tidak ada kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat.

“Undangan tabayyun bukan untuk mencari pembenaran, melainkan menjaga transparansi dan kepercayaan publik. Saya siap memfasilitasi seluruh kebutuhan forum agar diskusi berjalan secara martabat dan terbuka,” jelas Taqy Malik.

Komentar Warganet

Di kolom komentar Instagram @lambe_turah dan Threads, warganet ramai menanggapi polemik Taqy Malik:

“Mudah-mudahan forum tabayyun bisa klarifikasi semua, biar enggak terus jadi isu viral.” – @ryn***

“Dari cara dia menceraikan Salmafina aja udah keliatan red flag-nya.” – @xxi***

“Udh lama ga suka ni orang, makin lama makin jauh. Dulu sempat ikut kajiannya rame, sekarang beda banget.” – @far***

“Beliau ini bisnisnya makin kesini malah makin kesana, tidak konsisten.” – @rfn***

“Kasus mulu orang ini, kemarin soal pembangunan masjid, sekarang lagi wakaf Quran, terus apa lagi?” – @ikn***

4 Kontroversi Taqy Malik

Selain kasus wakaf Al-Qur’an, Taqy Malik juga tercatat dalam sejumlah kontroversi yang sempat menggemparkan publik:

  1. Kasus Sengketa Tanah
    Taqy Malik pernah terlibat sengketa tanah dengan seorang pria bernama Sirhan. Pihak Sirhan, melalui kuasa hukumnya, Husen Bafddal, mengungkap bahwa perjanjian jual beli kaving senilai Rp9 miliar tidak dipenuhi Taqy dengan baik. Hanya DP Rp1 miliar yang dibayarkan, sementara pelunasan dilakukan secara sporadis. Proses hukum berakhir di Mahkamah Agung pada April 2025.
  2. Galang Donasi di Tengah Sengketa Tanah
    Taqy Malik meluncurkan kampanye donasi “Selamatkan Masjid Malikal Mulki” untuk Masjid yang didirikan di atas tanah sengketa. Target donasi Rp6 miliar dengan kontribusi Rp30 ribu per orang. Aksi ini dikritik warganet karena diduga sebagian dana digunakan untuk kepentingan pribadi Taqy.
  3. Dugaan Penipuan Bisnis Saffron
    Pada 2022, Taqy bersama ayahnya, Mansyardin Malik, dilaporkan Aji Barkah atas dugaan merugikan pihak klien dalam bisnis produk Saffron. Laporan ini masuk ke Polres Jakarta Selatan dengan dugaan penipuan dan penggelapan.
  4. Terseret Kasus Net98
    Taqy Malik pernah diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus investasi bodong robot trading Net89 (Net98) yang menimbulkan kerugian hingga Rp7 triliun. Sebanyak 230 korban telah melaporkan kasus ini. Kuasa hukum Taqy membantah keterlibatannya dalam kasus ini.

Profil Lengkap Taqy Malik

Ahmad Taqiyuddin Malik, lahir di Banjarmasin, 17 Juni 1997, dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dan pengusaha muda sukses.

Ia menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, serta menjadi Founder dan CEO Taqychan Group. Aktivitasnya sebagai konten kreator dan YouTuber kerap menjadi sorotan publik.

Menyusul dugaan mark up wakaf Al-Qur’an, publik menuntut klarifikasi terbuka. Taqy Malik menawarkan tabayyun sebagai wujud transparansi dan menjaga kepercayaan umat. Polemik ini menunjukkan kompleksitas figur publik yang aktif di dunia dakwah dan bisnis di era digital.

Penutup

Polemik Taqy Malik kali ini menjadi cermin kompleksitas figur publik yang bergerak di bidang dakwah, bisnis, dan konten kreator. Dugaan mark up wakaf Al-Qur’an, ditambah dengan kontroversi sengketa tanah, donasi, dan kasus bisnis sebelumnya, menunjukkan bahwa setiap langkah seorang figur publik mudah menjadi sorotan dan viral di media sosial.

Tabayyun terbuka yang ditawarkan Taqy Malik menjadi momentum penting bagi publik untuk melihat fakta secara utuh, sekaligus menilai transparansi dan integritasnya dalam mengelola program wakaf dan kegiatan sosial. Masyarakat diharapkan tetap kritis, memverifikasi informasi, dan tidak langsung terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

Dengan pendekatan terbuka dan diskusi yang jujur, diharapkan polemik ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan, sehingga kepercayaan publik terhadap figur publik maupun program sosial yang dijalankan tetap terjaga.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gandeng MANDALAS dan Yayasan Habibie & Ainun, JNE Beri Promo Spesial di Hari Batik Nasional 2026

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.