bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa arah pembangunan di Jawa Barat tidak boleh hanya sebatas pencitraan politik atau kepentingan kelompok tertentu. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, Selasa (19/8/2025).
Dalam pidatonya, Dedi menekankan pentingnya pembangunan yang nyata, bukan sekadar dipoles untuk terlihat indah di media sosial.
“Maka pembangunan kita harus menginjak bumi, tidak penting dipuji orang. Tidak penting bagus dalam tayangan, tidak penting reka-reka gambar dibuat-buat di media sosial. Yang harus kita ceritakan adalah fakta yang sebenarnya, bukan pembangunan kamuflatif,” ujar Dedi.
Ia mencontohkan berbagai persoalan yang masih dihadapi Jawa Barat, mulai dari anak sekolah yang masih kesulitan baca tulis, kematian ibu melahirkan, hingga akses air bersih yang belum merata. Dedi menegaskan, fakta tersebut harus diakui secara jujur agar pemerintah mampu mencari solusi yang tepat.
Lebih jauh, Dedi mengingatkan bahwa perkembangan media sosial saat ini membuat masyarakat semakin terbuka dalam menyuarakan masalah di lingkungannya. Dari TikTok hingga platform lainnya, warga Jawa Barat aktif menceritakan kondisi nyata, seperti sekolah yang nyaris roboh, jembatan rusak, hingga anak-anak yang harus menyeberang sungai dengan rakit demi bersekolah.
Menurutnya, suara rakyat yang lahir dari kesadaran publik itulah yang seharusnya menjadi dasar bagi para pemimpin dalam menyusun kebijakan.
“Untuk itu, demokrasi yang dibuka, media sosial yang terbuka harus melahirkan pemimpin yang peka. Bahwa kita bekerja bukan untuk partai, kita bekerja bukan untuk dipilih kembali. Kita bekerja untuk apa? Sebuah pengabdian,” tegasnya.
Dedi menambahkan, pengabdian tersebut harus diwujudkan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, menghilangkan kebodohan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa misi utama pemerintah adalah mengangkat derajat kaum miskin dan anak yatim, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kiprah Politik Dedi Mulyadi
Meski menegaskan pentingnya bekerja demi pengabdian, Dedi Mulyadi tidak lepas dari kiprah politik nasional. Pada Pemilu 2024 lalu, ia resmi bergabung dengan Partai Gerindra dan menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Dedi mengaku memiliki pengalaman positif bersama keluarga Prabowo, khususnya dengan Hashim Djojohadikusumo, yang pernah membantu memperbaiki patung-patung Pandawa Lima di Purwakarta pada 2011. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan kedekatan politiknya dengan Gerindra.
Ia bahkan menegaskan tekadnya untuk turut memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI pada Pilpres 2024. Bagi Dedi, dukungan tersebut merupakan bagian dari upayanya kembali berpolitik untuk mengurus kampung, menata kota, serta membangun Jawa Barat agar lebih sejahtera.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










