Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hengkang dari Persib? Saddil Ramdani Diisukan Merapat ke Persebaya

Jumat, 4 September 2026 21:42 WIB

Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan

Jumat, 4 September 2026 21:25 WIB

Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan

Jumat, 4 September 2026 21:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hengkang dari Persib? Saddil Ramdani Diisukan Merapat ke Persebaya
  • Mulai 2027? Status PPPK Paruh Waktu Guru Dibahas, Ini Rincian Gaji per Golongan
  • Astra Resmi Diperkenalkan OpenAI, Punya Kemampuan Coding dan Keamanan Siber Mengerikan
  • Kabar Saddil Ramdani Hengkang Bikin Umuh Muchtar Kaget, Ini yang Terjadi di Persib
  • Cara Cek BPNT September 2026 Lewat HP, Masukkan NIK KTP dan Lihat Statusnya
  • Hampir 6 Tahun Menikah, Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie: ‘Mungkin Ini Foto Terakhir’
  • Indonesia U20 vs Australia Jadi Penentu! Ini Syarat Garuda Muda Lolos ke Piala Asia 2027
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Viral, Benarkah Videonya Ada?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 4 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Teriakan di Arena, Manajer Dideportasi: Drama Kickboxing Indonesia di SEA Games Thailand

By Aga GustianaRabu, 17 Desember 2025 14:45 WIB5 Mins Read
Atlet Kickboxing Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kontroversi besar mewarnai perjalanan Timnas Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Ajang olahraga yang seharusnya menjadi perayaan prestasi dan persahabatan antarnegara Asia Tenggara justru berubah menjadi panggung penuh tanda tanya bagi kontingen Merah Putih. Dalam hitungan jam, dua peristiwa beruntun terjadi dan mengguncang publik Indonesia: dugaan kecurangan dalam pertandingan yang memicu teriakan protes atlet di arena, serta deportasi mendadak manajer tim jelang laga krusial.

Dua insiden ini tidak berdiri sendiri. Justru, keduanya saling terkait dan memperbesar kecurigaan mengenai jalannya kompetisi serta perlakuan terhadap Timnas Kickboxing Indonesia di Thailand.

Sorotan pertama tertuju pada laga semifinal nomor point fighting 50 kg putri yang mempertemukan atlet Indonesia, Andi Mesyara Jerni Maswara, dengan wakil negara lain. Andi tampil penuh percaya diri sejak awal pertandingan. Ia membuka laga dengan strategi matang, menjaga jarak, dan mengontrol ritme serangan. Di ronde pertama, usahanya berbuah keunggulan tipis.

“Di ronde pertama, saya sudah unggul 4-3. Di situ saya udah tenang, saya sudah berusaha untuk mencari jarak yang enak,” ungkap Andi Jerni melalui unggahan di Instagram pribadinya, @andijerni, dikutip Rabu (17/12/2025).

Keunggulan itu membuat Andi merasa berada di jalur yang tepat. Ia memilih bermain aman, mengatur tempo, dan menunggu celah untuk menambah poin. Namun situasi mendadak berubah. Menurut Andi, wasit menghentikan pertandingan dan memberikan instruksi yang justru merugikannya.

Baca Juga:  Kamboja Mundur! Jadwal Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 Reshuffle Total

“main yang enak, tapi tiba-tiba disetop sama wasit dengan alasan saya harus fight. Saya harus menyerang,” lanjutnya.

Instruksi tersebut membuat Andi harus mengubah strategi secara mendadak. Di cabang point fighting, perubahan ritme dan jarak sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Belum selesai dengan kebingungan itu, Andi mengaku menemukan kejanggalan lain yang jauh lebih serius: sistem penilaian.

Ia melihat skor lawannya meningkat secara drastis, padahal tidak ada serangan bersih yang menurutnya benar-benar masuk. Sebaliknya, beberapa serangan yang ia lepaskan tidak menambah poin sebagaimana mestinya. Situasi semakin membingungkan ketika, menurut Andi, waktu pertandingan tetap berjalan meskipun wasit sudah berteriak “stop”.

Kondisi ini membuat Andi kehilangan momentum dan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan skor. Usai pertandingan, emosi yang tertahan akhirnya meledak. Di hadapan penonton dan kamera, Andi berteriak lantang, menyuarakan rasa frustrasi dan keyakinannya bahwa ia telah dicurangi.

Reaksi spontan itu terekam dan menyebar luas di media sosial. Dalam waktu singkat, publik Indonesia tersulut emosi. Banyak yang mempertanyakan integritas wasit dan sistem penilaian di cabang kickboxing SEA Games 2025.

Namun, di tengah sorotan tajam terhadap dugaan kecurangan tersebut, muncul fakta lain yang tak kalah mengejutkan—bahkan dinilai lebih serius. Terungkap bahwa Manajer Tim Kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, tidak berada di venue pertandingan untuk mendampingi atlet dan tim pelatih.

Baca Juga:  Drama Grup C Memuncak! Indonesia Butuh Keajaiban Tiga Gol Malam Ini

Awalnya, absennya Rosi menimbulkan tanda tanya. Namun jawabannya jauh dari dugaan sederhana. Rosi ternyata bukan absen karena kelalaian atau urusan pribadi, melainkan karena dideportasi oleh otoritas Thailand sehari sebelum pertandingan penting berlangsung.

Rosi merupakan manajer resmi yang ditugaskan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Berdasarkan kesaksian pelatih dan ofisial tim, deportasi tersebut terjadi setelah adanya tekanan dari Konfederasi Kickboxing Asia (WAKO Asia). Situasi yang dialami Rosi bahkan digambarkan sangat mencekam.

Ia disebut dihadang oleh aparat kepolisian Thailand bersenjata lengkap, disertai anjing pelacak, sebelum akhirnya dipaksa menandatangani surat pernyataan untuk segera meninggalkan Thailand. Tekanan tidak berhenti di situ. Terdapat laporan bahwa WAKO Asia mengancam akan mendiskualifikasi seluruh atlet Indonesia jika Rosi menolak menandatangani surat tersebut.

Ancaman itu membuat posisi Rosi berada di persimpangan sulit. Demi keselamatan atlet dan keberlanjutan keikutsertaan Indonesia di SEA Games, ia akhirnya terpaksa meninggalkan Thailand. Keputusan ini berdampak langsung pada tim.

Tanpa kehadiran manajer, Timnas Kickboxing Indonesia kehilangan figur kunci dalam struktur resmi pertandingan. Dalam cabang olahraga seperti kickboxing, peran manajer sangat vital, terutama untuk mengajukan protes terhadap keputusan wasit atau sistem penilaian. Protes semacam itu harus dilakukan secara cepat dan formal, dan hanya dapat dilakukan oleh manajer tim.

Pelatih Indonesia mengakui bahwa kondisi tersebut membuat mereka tidak berdaya saat atlet merasa dirugikan. Dugaan kejanggalan dalam pertandingan semifinal Andi pun tidak dapat diajukan secara resmi karena ketiadaan perwakilan manajerial.

Baca Juga:  Link Live Streaming Indonesia U-23 vs Mali: Laga Uji Coba Penebusan Malam Ini

Kronologi berlapis ini memicu gelombang reaksi luas. Publik melihat adanya benang merah antara deportasi manajer dan dugaan kecurangan di arena. Pertanyaan tentang fair play pun mencuat. Banyak pihak menduga, hilangnya manajer dari arena telah melemahkan posisi Indonesia dalam membela hak atletnya.

Hingga kini, desakan terhadap panitia SEA Games, federasi kickboxing internasional, serta pihak Thailand sebagai tuan rumah terus menguat. Publik menuntut penjelasan resmi dan transparan atas dua insiden besar yang mencoreng semangat sportivitas.

Meski berada di tengah badai kontroversi, para atlet Indonesia tetap menunjukkan keteguhan mental. Mereka menyatakan akan fokus menyelesaikan seluruh pertandingan yang tersisa, sembari berharap ada kejelasan dan keadilan dari penyelenggara.

Kontroversi ini diperkirakan masih akan berlanjut. Sejumlah bukti, rekaman, dan kesaksian dari lapangan terus bermunculan, memperkuat tuntutan investigasi menyeluruh. Insiden ini pun menjadi salah satu yang paling disorot di SEA Games 2025—bukan hanya karena emosionalnya reaksi atlet, tetapi juga karena adanya dugaan tekanan sistematis terhadap ofisial Indonesia.

Kini, publik menunggu langkah lanjutan dari pemerintah Indonesia dan federasi olahraga terkait. Harapannya satu: memastikan bahwa semangat sportivitas, keadilan, dan perlindungan terhadap atlet benar-benar ditegakkan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

SEA Games 2025
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Indonesia U20 vs Australia Jadi Penentu! Ini Syarat Garuda Muda Lolos ke Piala Asia 2027

Arsenal vs Chelsea Memanas! Derbi London Jadi Ujian Start Sempurna di Liga Inggris

Ikuti Jejak Jordi Amat, Emil Audero Resmi Hiasi Panggung La Liga Bersama Rayo Vallecano

US Open 2026 Tanpa Sinner: Tantangan Bagi Alcaraz, Peluang Bagi Zverev

Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Skuad Garuda Muda Wajib Menang Demi Tiket Piala Asia

Tinggalkan Era Pep, Manchester City Bangun Lini Tengah Termahal Sepanjang Sejarah Premier League

Terpopuler
  • Benarkah Azab? Di Balik Narasi Bencana Nepal dan Isu Perusakan Masjid yang Viral
  • Game Free Fire
    Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Adu Konsep Bongkar Pasang Gedung Sate Ala Dedi Mulyadi Vs Ridwan Kamil, Pilih Mana?
  • Persib Bandung Lolos ke Fase Grup ACL Two, Igor Tolic Langsung Alihkan Fokus
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.