Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Ramalan Kematian Vidi Aldiano, Mbak Rara Pawang Hujan Tantang Balik Deddy Corbuzier

Jumat, 13 Maret 2026 17:37 WIB

Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026

Jumat, 13 Maret 2026 17:00 WIB
KIP Kuliah

Simak Panduan Lengkap Pendaftaran KIP Kuliah 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal

Jumat, 13 Maret 2026 16:45 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Ramalan Kematian Vidi Aldiano, Mbak Rara Pawang Hujan Tantang Balik Deddy Corbuzier
  • Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026
  • Simak Panduan Lengkap Pendaftaran KIP Kuliah 2026: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal
  • Prediksi Borneo FC vs Persib Bandung: Duel Panas Perebutan Puncak Klasemen Liga 1
  • Dituding Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Ustaz Solmed Buka Suara
  • Teror Air Keras Sasar Petinggi KontraS: Andrie Yunus Diserang Usai Rekaman Podcast di YLBHI
  • Fenomena Mukena Pink Viral, Warganet Diminta Waspada Link Video Palsu
  • Persib vs Borneo FC Memanas, Bojan Hodak Punya Banyak Opsi Pemain
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 13 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teror Air Keras Sasar Petinggi KontraS: Andrie Yunus Diserang Usai Rekaman Podcast di YLBHI

By Aga GustianaJumat, 13 Maret 2026 16:26 WIB2 Mins Read
Andrie Yunus. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia aktivisme Indonesia berduka sekaligus geram. Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam (12/3/2026). Andrie disiram cairan kimia berbahaya saat melintas di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Kronologi Kejadian: Pelaku Lawan Arah

Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie baru saja menyelesaikan agenda rekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Saat tengah mengendarai sepeda motor di area Jembatan Talang, tiba-tiba dua pria yang berboncengan motor matic—diduga Honda Beat—datang melawan arah. Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah tubuh Andrie.

“Mereka memiliki ciri-ciri: Pelaku pertama merupakan pengendara menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana yang terlihat berbahan jeans, dan helm berwarna hitam,” tulis keterangan resmi KontraS pada Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:  Kematian Munir dan Jalan Panjang Pencarian Keadilan yang Belum Usai

Pelaku kedua, yang duduk di bangku penumpang, menggunakan masker buff hitam untuk menyamarkan identitasnya. Serangan ini membuat Andrie terjatuh dari motornya sambil berteriak menahan sakit yang luar biasa.

Kondisi Korban: Luka Bakar 24 Persen

Akibat aksi keji tersebut, Andrie harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis menyatakan korban mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen, yang tersebar di area wajah, dada, kedua tangan, hingga bagian mata.

Baca Juga:  KontraS Soroti Citra Pemerintah yang Seolah Patuh dalam Pemenuhan dan Penegakan HAM

Anehnya, serangan ini murni diduga sebagai aksi teror fisik. Pihak KontraS mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang hilang di lokasi kejadian. Hal ini memperkuat dugaan bahwa motif utama bukanlah perampokan.

Upaya Pembungkaman Pembela HAM

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengutuk keras insiden ini. Ia memandang serangan terhadap Andrie bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman nyata bagi demokrasi.

“Tindakan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela hak asasi manusia,” tegas Dimas dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga:  KontraS Soroti Citra Pemerintah yang Seolah Patuh dalam Pemenuhan dan Penegakan HAM

Tuntutan Hukum: Pasal Percobaan Pembunuhan

KontraS mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap otak di balik serangan ini. Dimas meminta agar pelaku dijerat dengan hukuman berat menggunakan Pasal 459 KUHP baru mengenai percobaan pembunuhan.

“Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” tambahnya.

Hingga saat ini, komunitas sipil terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut transparansi dari aparat penegak hukum guna mengungkap siapa aktor intelektual di balik teror malam berdarah tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aktivis HAM Andrie Yunus KontraS Kriminalitas Jakarta Pusat Teror Air Keras YLBHI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Catat! Ini Jadwal Buka Puasa Bandung Hari Ini Jumat 13 Maret 2026

Dituding Terlibat Kasus Dugaan Pelecehan Ustaz SAM, Ustaz Solmed Buka Suara

Modus Janji Sekolah ke Luar Negeri, 5 Santri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Ustadz SAM

Ilustrasi PNS.

THR Pensiunan PNS 2026 Sudah Cair, PT Taspen Pastikan Gaji April Segera Masuk Rekening

Puasa Hari ke-23 Ramadhan di Bandung: Waktu Imsak Terbaru

Diduga ODGJ, Kakak di Garut Tega Tusuk Adik hingga Tewas

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.