Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Selasa, 17 Maret 2026 05:00 WIB
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Selasa, 17 Maret 2026 04:00 WIB

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Dokter Priguna Tersangka Tunggal Kasus Pemerkosaan di RSHS Bandung

By SusanaSelasa, 29 April 2025 10:00 WIB2 Mins Read
Konferensi Pers kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang dokter residen (PPDS) dari Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat resmi menerima hasil tes DNA terkait kasus dugaan pemerkosaan pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Tes DNA tersebut menguatkan keterlibatan tersangka, dokter Priguna Anugerah Pratama (31), yang merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Pusdokkes Mabes Polri, DNA sperma yang ditemukan pada alat kontrasepsi (kondom) di lokasi kejadian, tepatnya ruang 711 lantai 7 Gedung MCHC RSHS Bandung, dipastikan cocok dengan profil DNA Priguna.

“Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa DNA yang ditemukan pada swab kondom cocok dengan profil DNA tersangka,” ujar Kabid Dokkes Polda Jabar, Kombes Pol dr Nariyana, saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (28/4/2025).

Baca Juga:  Kuasa Hukum Kecewa Sidang Praperadilan Pegi Ditunda, Duga Polda Jabar Bermain Cara Klasik

Ia didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Surawan, Karumkit Bhayangkara Sartika Asih Bandung AKBP dr Eko Yunianto, serta Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Selain dari kondom, identifikasi DNA juga diperkuat melalui rambut kemaluan yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Rambut pubis yang ditemukan di lokasi juga cocok dengan DNA tersangka. Tidak ditemukan DNA individu laki-laki lain pada swab vagina korban,” lanjut Kombes Nariyana.

Baca Juga:  Bebas Gangguan Layang-layang, KCJB Segera Diresmikan Jokowi

Polda Jabar saat ini baru menerima hasil pemeriksaan DNA. Sedangkan hasil tes psikologi terhadap tersangka masih dalam proses di Pusdokkes Mabes Polri.

Satu Tersangka, Tiga Tempat Tidur di TKP

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menegaskan bahwa dari hasil uji DNA tersebut, dipastikan hanya ada satu pelaku, yakni Priguna.

“Sampel DNA yang diuji berasal dari tiga korban dan pelaku. Dari semua pemeriksaan, tidak ditemukan DNA pria lain,” katanya.

Di ruang 711 Gedung MCHC RSHS Bandung, terdapat tiga tempat tidur, yakni di bed 2, 3, dan 4, yang diduga menjadi lokasi tindak pidana tersebut.

Baca Juga:  Sindikat Perdagangan Bayi ke Luar Negeri Terbongkar, Polda Jabar Selamatkan 6 Bayi

Penyidik telah mengamankan berbagai barang bukti dari ketiga tempat tidur itu, yang kini masih diperiksa di Puslabfor Mabes Polri.

“Semua tempat tidur sudah diambil sampel swab-nya. Hasil lengkapnya akan kami sampaikan setelah keluar dari Puslabfor,” tambah Surawan.

Terkait dugaan penggunaan obat bius terhadap korban, Kombes Surawan mengatakan hasil uji toksikologi dalam darah korban masih belum keluar.

“Kami masih menunggu hasil lengkapnya dari Puslabfor. Begitu keluar, akan segera kami informasikan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dokter pemerkosaan Polda Jabar RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.