bukamata.id – Publik sepak bola sempat dikejutkan dengan status Persib Bandung yang masuk dalam daftar hitam FIFA terkait hukuman larangan registrasi pemain (registration ban). Sanksi yang dijatuhkan sejak 29 Mei 2026 ini berakar dari urusan administrasi kompensasi finansial yang belum tuntas dengan eks pilar asing mereka, Daisuke Sato.
Menariknya, alih-alih pasif karena dihantui sanksi tersebut, manajemen Pangeran Biru justru menunjukkan ketenangan luar biasa. Mereka tetap bermanuver lincah di bursa transfer, bahkan sukses mengamankan tanda tangan palang pintu pertahanan asal Prancis, Gabriel Mutombo, sebagai amunisi anyar untuk mengarungi musim komparasi 2026/2027.
Meluruskan Salah Kaprah Regulasi FIFA
Menanggapi kegaduhan yang terjadi di kalangan suporter, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, memberikan klarifikasi penting. Ia meluruskan pemahaman publik bahwa hukuman dari otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut tidak membatasi klub dalam berburu pilar baru, melainkan hanya mengunci proses finalisasi di sistem registrasi.
“Yang perlu dipahami, dengan adanya transfer ban tersebut, yang belum bisa dilakukan adalah mendaftarkan pemain ke dalam sistem. Namun, ban itu tidak menghalangi Persib untuk melakukan negosiasi ataupun menandatangani kontrak dengan pemain,” kata Adhitia, Selasa (30/6/2026).
Faktor waktu juga menjadi alasan mengapa jajaran manajemen tidak mengambil langkah panik. Jendela pendaftaran resmi untuk penggawa baru di kompetisi domestik periode mendatang sejatinya baru akan diaktifkan bulan depan.
“Sistem pendaftaran pemain sendiri baru dibuka pada bulan Juli. Jadi, meskipun kasus ini diselesaikan lebih cepat, tidak akan berdampak pada sistem karena memang sistemnya belum dibuka,” ujarnya.
Mekanisme Sistem yang Bersifat Instan
Adhitia memaparkan bahwa pemulihan hak klub dalam mendaftarkan skuat baru di sistem FIFA berjalan otomatis. Begitu seluruh tunggakan kewajiban diselesaikan oleh manajemen, maka pemblokiran akan otomatis dicabut tanpa perlu proses birokrasi yang berbelit-belit.
“Selain itu, sistem tersebut bersifat real-time. Artinya, jika hari ini persoalan administrasi selesai dan suratnya diproses, saat itu juga akses sistem akan langsung terbuka,” jelasnya.
Oleh karena itu, strategi ganda kini diterapkan oleh manajemen Persib. Tim internal fokus merampungkan kesepakatan dengan para pemain incaran, sementara bagian legalitas bergerak paralel membereskan syarat pemutihan sanksi.
“Karena itu, selama jendela transfer belum berjalan, kami tetap fokus menyelesaikan proses perekrutan pemain, sembari menyelesaikan seluruh administrasi terkait kasus tersebut,” ucap Adhitia.
Di akhir penjelasannya, Adhitia memberikan garansi penuh kepada basis massa pendukung setia mereka, Bobotoh, agar tidak terdistraksi oleh isu luar lapangan ini. Ia memastikan ambisi klub untuk membangun skuad kompetitif musim depan sama sekali tidak tereduksi.
“Yang ingin kami yakinkan kepada Bobotoh adalah tidak perlu khawatir. Persib sudah bekerja dan apa pun yang kami siapkan untuk musim depan tidak akan terganggu oleh transfer ban tersebut. Itu kami jamin,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









