bukamata.id – Pemilik klub Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Idris atau lebih dikenal sebagai TMJ, bertemu langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Malaysia pada Sabtu (25/10/2025). Pertemuan tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap sanksi yang baru saja dijatuhkan FIFA kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
FIFA sebelumnya menjatuhkan denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM akibat dugaan pemalsuan dan manipulasi dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Selain itu, ketujuh pemain tersebut juga dijatuhi larangan bermain selama satu tahun dan denda tambahan sebesar 2 ribu franc Swiss (sekitar Rp41 juta).
Mereka adalah Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Facundo Garces, dan Gabriel Palmero.
Baca Juga: Malaysia Terancam Sanksi Berat FIFA, Banding FAM Hampir Mustahil
TMJ dan Infantino Bahas Solusi, Bukan Salahkan Pihak
Melalui unggahan di akun X (Twitter) miliknya, @HRHJohorII, TMJ membagikan momen kebersamaannya dengan Infantino. Dalam foto tersebut, Presiden FIFA tampak menyerahkan jersey bertuliskan “TMJ” bernomor punggung 84.
“Kami tidak berada di sini untuk saling menyalahkan. Kami berkumpul untuk mencari solusi dan membangun fondasi sepak bola yang kuat bagi bangsa,” tulis TMJ dalam keterangannya.
Pertemuan ini dinilai penting, terutama untuk membahas arah pembenahan sepak bola nasional setelah sanksi berat yang diterima FAM. TMJ selama ini dikenal sebagai tokoh yang vokal mendorong reformasi manajemen sepak bola Malaysia agar lebih profesional dan transparan.
Baca Juga: FAM Kirim Akta Kelahiran ke FIFA dalam Banding Kasus 7 Pemain Naturalisasi
Infantino Juga Temui PM Anwar Ibrahim
Selain bertemu TMJ, Gianni Infantino juga melakukan pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Putrajaya. Melalui akun X resminya, @anwaribrahim, sang perdana menteri mengunggah dokumentasi pertemuan tersebut.
“Kami membahas upaya memperkuat ekosistem sepak bola di Malaysia dan kawasan ASEAN, termasuk rencana pembangunan FIFA Arena sebagai pusat pembinaan talenta lokal,” tulis Anwar.
Dalam pertemuan itu, Infantino dan Anwar juga menyoroti Perjanjian Pengembangan Sepak Bola ASEAN–FIFA, yang dinilai sebagai langkah strategis untuk menjadikan Asia Tenggara sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia.
“Malaysia berkomitmen meningkatkan infrastruktur, memperluas pelatihan, dan bekerja sama dengan FIFA untuk melahirkan generasi baru pemain berbakat,” tambah Anwar.
Harapan Baru bagi Sepak Bola Malaysia
Pertemuan antara TMJ, FIFA, dan pemerintah Malaysia diharapkan menjadi titik balik bagi dunia sepak bola nasional. Kolaborasi ini diyakini bisa memperkuat tata kelola, menciptakan sistem pembinaan berkelanjutan, serta memulihkan citra Malaysia di kancah internasional setelah kasus naturalisasi yang sempat mencoreng reputasi FAM.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








