Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ternyata Bukan Asal Selebrasi, Ada Kisah Masa Kecil Luka Menalo di Balik Gestur Biola

Senin, 17 Agustus 2026 06:00 WIB

Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan

Senin, 17 Agustus 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair

Senin, 17 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ternyata Bukan Asal Selebrasi, Ada Kisah Masa Kecil Luka Menalo di Balik Gestur Biola
  • Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan
  • Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair
  • Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah
  • RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?
  • Persib Gaspol di Bali! Igor Tolic Bongkar Misi Besar Jelang Super League 2026/27
  • Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya
  • Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Kenaikan Pajak UMKM, Rafael Situmorang: Negara Harus Beri Stimulus Bukan Beban!

By Putra JuangMinggu, 7 Juni 2026 08:54 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengkritik kebijakan kenaikan pajak yang dinilai berpotensi membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Menurutnya, kebijakan perpajakan seharusnya berpihak pada kelompok usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rafael saat membahas implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam wawancara pada Jumat (5/6/2026).

Menurut Rafael, kondisi ekonomi saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari menguatnya nilai tukar dolar hingga menyempitnya lapangan kerja di sektor formal. Di tengah situasi tersebut, sektor informal dan UMKM justru menjadi ruang bertahan bagi banyak masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

“Ketika sektor formal lapangan kerjanya terbatas, sektor informal justru membesar. Ini tantangan yang luar biasa. Karena itu negara seharusnya memberikan stimulus, bukan malah menambah beban,” ujarnya.

Rafael menilai kebijakan yang meningkatkan beban pajak bagi UMKM bertentangan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi salah satu tujuan utama Pancasila. Menurutnya, pelaku usaha kecil memiliki kapasitas ekonomi yang berbeda dengan kelompok usaha besar sehingga tidak tepat apabila diberlakukan pendekatan yang sama.

“Kalau berbicara keadilan sosial, bukan berarti semua diperlakukan sama rata. UMKM penghasilannya tidak sebesar konglomerat. Justru mereka harus mendapatkan dukungan dan insentif dari negara,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa konsep keadilan sosial dalam Pancasila tidak hanya berbicara mengenai pemerataan, tetapi juga keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Menurut Rafael, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih mendorong pertumbuhan usaha kecil dibandingkan menambah beban fiskal yang berpotensi menghambat perkembangan sektor tersebut.

Selain itu, Rafael juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia. Ia menilai sebagian besar aset ekonomi masih terkonsentrasi pada kelompok kecil masyarakat, sehingga kebijakan perpajakan seharusnya lebih diarahkan kepada kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar.

“Saya lebih setuju jika yang diperbesar adalah pajak kekayaan. Karena persoalan kita hari ini adalah ketimpangan ekonomi yang masih cukup tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan kebijakan ekonomi yang selaras dengan nilai Pancasila harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Negara, kata dia, perlu hadir untuk memastikan kelompok usaha kecil mendapatkan ruang berkembang sehingga tidak semakin tertinggal.

Rafael menegaskan bahwa sila kelima Pancasila harus menjadi acuan dalam setiap kebijakan publik, termasuk kebijakan perpajakan. Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan negara, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita berbicara Pancasila, maka keadilan sosial harus menjadi pertimbangan utama. Negara harus memastikan kebijakan yang dibuat tidak memberatkan masyarakat kecil, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat pajak Rafael Situmorang UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?

Bansos

Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya

BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek BPNT Agustus 2026, Ada Status Rp600 Ribu Diproses

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.