Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih

Minggu, 11 Oktober 2026 12:04 WIB

Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace

Minggu, 11 Oktober 2026 11:19 WIB

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 10:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
  • Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi
  • Jadwal Padat Mengadang Persib, Thom Haye Ungkap Kunci Hadapi Dewa United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Kenaikan Pajak UMKM, Rafael Situmorang: Negara Harus Beri Stimulus Bukan Beban!

By Putra JuangMinggu, 7 Juni 2026 08:54 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengkritik kebijakan kenaikan pajak yang dinilai berpotensi membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan. Menurutnya, kebijakan perpajakan seharusnya berpihak pada kelompok usaha kecil yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Rafael saat membahas implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam wawancara pada Jumat (5/6/2026).

Menurut Rafael, kondisi ekonomi saat ini sedang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari menguatnya nilai tukar dolar hingga menyempitnya lapangan kerja di sektor formal. Di tengah situasi tersebut, sektor informal dan UMKM justru menjadi ruang bertahan bagi banyak masyarakat untuk memperoleh penghasilan.

“Ketika sektor formal lapangan kerjanya terbatas, sektor informal justru membesar. Ini tantangan yang luar biasa. Karena itu negara seharusnya memberikan stimulus, bukan malah menambah beban,” ujarnya.

Baca Juga:  Perangi Bank Emok, DPRD Jabar Minta Bank BJB Lebih Agresif Suntik Modal UMKM

Rafael menilai kebijakan yang meningkatkan beban pajak bagi UMKM bertentangan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi salah satu tujuan utama Pancasila. Menurutnya, pelaku usaha kecil memiliki kapasitas ekonomi yang berbeda dengan kelompok usaha besar sehingga tidak tepat apabila diberlakukan pendekatan yang sama.

“Kalau berbicara keadilan sosial, bukan berarti semua diperlakukan sama rata. UMKM penghasilannya tidak sebesar konglomerat. Justru mereka harus mendapatkan dukungan dan insentif dari negara,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa konsep keadilan sosial dalam Pancasila tidak hanya berbicara mengenai pemerataan, tetapi juga keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Baca Juga:  Kenaikan Pertamax Bikin Waswas, DPRD Jabar Sebut Daya Beli Masyarakat Terancam Tergerus

Menurut Rafael, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih mendorong pertumbuhan usaha kecil dibandingkan menambah beban fiskal yang berpotensi menghambat perkembangan sektor tersebut.

Selain itu, Rafael juga menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih terjadi di Indonesia. Ia menilai sebagian besar aset ekonomi masih terkonsentrasi pada kelompok kecil masyarakat, sehingga kebijakan perpajakan seharusnya lebih diarahkan kepada kelompok yang memiliki kemampuan ekonomi lebih besar.

“Saya lebih setuju jika yang diperbesar adalah pajak kekayaan. Karena persoalan kita hari ini adalah ketimpangan ekonomi yang masih cukup tinggi,” ujarnya.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Tolak Wacana Tax Amnesty Jilid III, Sebut Bisa Rusak Kepatuhan Pajak

Menurutnya, penerapan kebijakan ekonomi yang selaras dengan nilai Pancasila harus mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial. Negara, kata dia, perlu hadir untuk memastikan kelompok usaha kecil mendapatkan ruang berkembang sehingga tidak semakin tertinggal.

Rafael menegaskan bahwa sila kelima Pancasila harus menjadi acuan dalam setiap kebijakan publik, termasuk kebijakan perpajakan. Dengan demikian, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan negara, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita berbicara Pancasila, maka keadilan sosial harus menjadi pertimbangan utama. Negara harus memastikan kebijakan yang dibuat tidak memberatkan masyarakat kecil, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat pajak Rafael Situmorang UMKM
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.