Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Senin, 24 Agustus 2026 21:04 WIB

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Senin, 24 Agustus 2026 20:54 WIB

Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!

Senin, 24 Agustus 2026 20:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?
  • Tingkatkan Keamanan Pengguna dan Pengemudi, inDrive Hadirkan Layanan SIAGA di Bandung
  • Utamakan Pendidikan di Tengah Mahkota: Kisah Chika, Siswi SD Asal Bogor yang Harumkan Jawa Barat
  • Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan
  • Modal Manis Musim Lalu, Beckham Putra Bidik Momen Gila: Persib Lolos ACL Two!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 24 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pelatih Klub Spanyol Jadi Korban

By SusanaMinggu, 28 Desember 2025 13:46 WIB2 Mins Read
Pelatih Valencia Femenino B, Fernando Martin. Foto: Dok. Valencia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (27/12/2025), menimbulkan duka mendalam.

Salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan laut tersebut adalah pelatih sepak bola asal Spanyol, Fernando Martin, yang dikenal sebagai pelatih Tim B Wanita Valencia Femenino.

Tak hanya Fernando Martin, tiga anaknya yang masih berusia di bawah umur juga turut menjadi korban jiwa dalam tragedi kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di kawasan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal wisata tersebut mengangkut total 11 penumpang saat insiden terjadi. Kapal mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi. Kondisi laut yang tiba-tiba memburuk membuat kapal tak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

Sementara itu, istri Fernando Martin, Andrea Ortuno, bersama putrinya yang berusia tujuh tahun dilaporkan selamat. Keduanya termasuk dalam tujuh penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh tim penyelamat.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memastikan bahwa penyebab utama kecelakaan kapal wisata tersebut adalah gelombang laut tinggi yang datang secara mendadak.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa ombak besar menjadi faktor krusial yang menyulitkan proses evakuasi awal.

“Ketinggian gelombang di lokasi kejadian berupa swell atau gelombang tinggi yang datang tiba-tiba dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter. Kondisi ini berlangsung singkat, hanya sekitar setengah hingga satu jam, namun cukup menyulitkan upaya penanganan awal,” ujar Stephanus.

Tragedi kapal wisata di Labuan Bajo ini kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata laut yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

Aparat terkait kini terus melakukan evaluasi serta pendalaman untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP

Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?

Pendaki 16 Tahun Tewas Jatuh di Jurang Gunung Sumbing, Sempat Terpisah dari Rombongan

Nasib ASN Bandung Barat yang Viral Live TikTok Saat Jam Kerja

Kasus ISPA Jawa Barat Tertinggi di Indonesia, Tembus 1,8 Juta Kasus!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.