Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Selasa, 20 Oktober 2026 20:40 WIB

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Selasa, 20 Oktober 2026 20:16 WIB

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Selasa, 20 Oktober 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital
  • Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu
  • Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?
  • Ranking AFC Terbaru: Indonesia Meroket ke Posisi 16 Asia, Persib dan Borneo FC Jadi Kunci
  • Mengarungi Jadwal Horor 3 Pekan, Pelatih Persib Bongkar Resep Sederhana Jaga Stamina Pemain
  • Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok
  • Sempat Merasa Kesepian dan Frustrasi, Gakuto Notsuda Buka-bukaan Soal Cedera di Persib
  • Bukan Cuma Modal Cantik! Otak Encer & Latar Belakang Alda Callista Miss Indonesia 2026 Bikin Melongo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pelatih Klub Spanyol Jadi Korban

By SusanaMinggu, 28 Desember 2025 13:46 WIB2 Mins Read
Pelatih Valencia Femenino B, Fernando Martin. Foto: Dok. Valencia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (27/12/2025), menimbulkan duka mendalam.

Salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan laut tersebut adalah pelatih sepak bola asal Spanyol, Fernando Martin, yang dikenal sebagai pelatih Tim B Wanita Valencia Femenino.

Tak hanya Fernando Martin, tiga anaknya yang masih berusia di bawah umur juga turut menjadi korban jiwa dalam tragedi kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di kawasan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal wisata tersebut mengangkut total 11 penumpang saat insiden terjadi. Kapal mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi. Kondisi laut yang tiba-tiba memburuk membuat kapal tak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

Sementara itu, istri Fernando Martin, Andrea Ortuno, bersama putrinya yang berusia tujuh tahun dilaporkan selamat. Keduanya termasuk dalam tujuh penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh tim penyelamat.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memastikan bahwa penyebab utama kecelakaan kapal wisata tersebut adalah gelombang laut tinggi yang datang secara mendadak.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa ombak besar menjadi faktor krusial yang menyulitkan proses evakuasi awal.

“Ketinggian gelombang di lokasi kejadian berupa swell atau gelombang tinggi yang datang tiba-tiba dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter. Kondisi ini berlangsung singkat, hanya sekitar setengah hingga satu jam, namun cukup menyulitkan upaya penanganan awal,” ujar Stephanus.

Tragedi kapal wisata di Labuan Bajo ini kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata laut yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

Aparat terkait kini terus melakukan evaluasi serta pendalaman untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pentingnya Modernisasi Pesantren: Alumni Cipasung Ungkap Strategi Jaga Tradisi di Era Digital

Tas Perempuan Dirampas di Cimahi, Korban Terjatuh hingga Patah Tulang Bahu

Misteri Kebakaran BPN Karawang: Murni Musibah atau Sengaja Menghilangkan Jejak?

Ubah Gulma Jadi Berkah: Petani Pasirlangu KBB Bangkit Pascalongsor Lewat Inovasi Eceng Gondok

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Pasundan Beri Rapor Merah dan Desak Evaluasi Kebijakan

Banyak Murid Belum Lancar Calistung, Disdik Cirebon Setuju Kebijakan ‘Tidak Otomatis Naik Kelas’

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.