Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya

Sabtu, 27 Juni 2026 17:47 WIB

Nestapa Wakil Timur Tengah di Piala Dunia 2026: Gagal Total di Fase Grup, Jadi Bulan-bulanan Netizen Asia

Sabtu, 27 Juni 2026 16:22 WIB

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Sabtu, 27 Juni 2026 15:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Vivo X Fold 6 Bawa Baterai Badak dan Kamera 200 MP, Simak Spesifikasi dan Harganya
  • Nestapa Wakil Timur Tengah di Piala Dunia 2026: Gagal Total di Fase Grup, Jadi Bulan-bulanan Netizen Asia
  • Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!
  • Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja
  • Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU
  • Pendaftaran Online SSK Jabar Dibuka 30 Juni 2026
  • Ukir Sejarah Baru, Bek Persib Jadi Pemain Liga 1 Pertama yang Merumput di Piala Dunia
  • Viral Video Duel ala Gladiator Pelajar SMK di Cianjur, Polisi Buka Suara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pelatih Klub Spanyol Jadi Korban

By SusanaMinggu, 28 Desember 2025 13:46 WIB2 Mins Read
Pelatih Valencia Femenino B, Fernando Martin. Foto: Dok. Valencia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (27/12/2025), menimbulkan duka mendalam.

Salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan laut tersebut adalah pelatih sepak bola asal Spanyol, Fernando Martin, yang dikenal sebagai pelatih Tim B Wanita Valencia Femenino.

Tak hanya Fernando Martin, tiga anaknya yang masih berusia di bawah umur juga turut menjadi korban jiwa dalam tragedi kapal pinisi Putri Sakinah yang tenggelam di kawasan Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal wisata tersebut mengangkut total 11 penumpang saat insiden terjadi. Kapal mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran sebelum akhirnya dihantam gelombang tinggi. Kondisi laut yang tiba-tiba memburuk membuat kapal tak mampu bertahan hingga akhirnya tenggelam.

Sementara itu, istri Fernando Martin, Andrea Ortuno, bersama putrinya yang berusia tujuh tahun dilaporkan selamat. Keduanya termasuk dalam tujuh penumpang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh tim penyelamat.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memastikan bahwa penyebab utama kecelakaan kapal wisata tersebut adalah gelombang laut tinggi yang datang secara mendadak.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa ombak besar menjadi faktor krusial yang menyulitkan proses evakuasi awal.

“Ketinggian gelombang di lokasi kejadian berupa swell atau gelombang tinggi yang datang tiba-tiba dengan ketinggian sekitar 2 hingga 3 meter. Kondisi ini berlangsung singkat, hanya sekitar setengah hingga satu jam, namun cukup menyulitkan upaya penanganan awal,” ujar Stephanus.

Tragedi kapal wisata di Labuan Bajo ini kembali menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan pelayaran, terutama di kawasan wisata laut yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

Aparat terkait kini terus melakukan evaluasi serta pendalaman untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan nasional dan internasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Fernando Martin Valencia Femenino kapal wisata Putri Sakinah kapal wisata tenggelam Labuan Bajo kecelakaan kapal Pulau Padar kecelakaan laut Taman Nasional Komodo Labuan Bajo NTT tragedi kapal pinisi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Pendaftaran Online SSK Jabar Dibuka 30 Juni 2026

Viral Video Duel ala Gladiator Pelajar SMK di Cianjur, Polisi Buka Suara

Dedi Mulyadi Tegas! Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Kasus Penganiayaan di Bandung

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.