bukamata.id – Kasus keracunan massal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus bertambah. Setelah puluhan siswa MAN 1 Cianjur dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan, kini giliran siswa SMP PGRI 1 Cianjur yang mengalami gejala serupa setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Selasa (22/4/2025), tercatat sedikitnya 78 orang dari dua sekolah berbeda mengalami gejala keracunan seperti pusing, muntah, dan diare. Mereka diduga mengonsumsi makanan yang berasal dari program MBG yang digulirkan untuk mendukung asupan gizi pelajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas MAN 1 Cianjur, Rahman Jaenudin, menyampaikan bahwa jumlah korban terus bertambah. “Data terakhir ada 55 siswa yang mengalami gejala keracunan. Kami terus mendata, termasuk mereka yang hanya dirawat di rumah atau di puskesmas,” ujarnya.
Sebagian besar siswa yang sebelumnya dirawat di rumah sakit sudah dipulangkan. Namun, lima orang masih menjalani perawatan intensif.
Sementara itu, kasus serupa juga terjadi di SMP PGRI 1 Cianjur. Kepala sekolah Rika Mustikawati mengungkapkan bahwa sebanyak 23 siswa mengalami gejala keracunan, dan tiga di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
“Gejala umumnya sama, mual, muntah, dan diare. Ada juga tiga guru yang ikut menyantap makanan MBG dan mengalami gejala ringan, tapi bisa ditangani di rumah,” jelas Rika.
Insiden keracunan ini bermula dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan bagi siswa. Program ini seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi pelajar, namun kini justru menjadi sorotan karena diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Otoritas kesehatan dan kepolisian setempat tengah mengambil sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Pihak sekolah bekerja sama dengan orangtua siswa dan dinas kesehatan untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan memadai. Pemantauan dilakukan secara berkala, baik untuk siswa yang dirawat di fasilitas medis maupun yang dirawat di rumah.
Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada dan menunggu hasil resmi dari investigasi tim medis dan pemerintah daerah terkait penyebab pasti insiden ini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









