bukamata.id – Isak tangis pecah di Jalan Arteri Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, pada Kamis sore (26/3/2026). Sebuah niat mulia untuk kembali mengais rezeki berubah menjadi duka mendalam setelah sebuah truk boks bermuatan telur menghantam sebuah warung hingga hancur lebur. Nahas, sang pemilik warung yang tengah bersiap membuka usahanya kembali, dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Uin Kurniah (35). Saat insiden maut itu terjadi, ia sedang sibuk membereskan warungnya yang baru saja selesai direnovasi. Namun, impian untuk melihat warungnya kembali ramai pembeli sirna dalam sekejap akibat hantaman besi tua bernomor polisi BE-8270-RU.
Kesaksian Mencekam: Truk Mengeluarkan Asap Hitam
Detik-detik sebelum kecelakaan terjadi terekam jelas dalam ingatan Mahdi, salah satu warga setempat. Menurutnya, truk maut tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda tidak beres sejak 500 meter sebelum titik tabrakan.
“Dari jarak sekitar 500 meter itu, mobil sudah mengeluarkan asap hitam pekat. Katanya sempat mau dibuang ke kiri, tapi malah balik lagi ke jalan dan langsung menghantam warung,” ungkap Mahdi dengan nada gemetar.
Benturan keras itu membuat tubuh Uin terseret sangat jauh dari posisi awalnya. Mahdi memperkirakan korban terpental hingga belasan meter akibat hantaman truk yang melaju tak terkendali. “Keseret dari warung sampai ke sana, sekitar 12 sampai 13 meter,” tambahnya.
Diduga Sopir Mengantuk Berat
Pihak kepolisian dari Satlantas Polres Subang langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban yang sempat tertimbun reruntuhan bangunan. Kasat Lantas Polres Subang, Ardian, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor manusia (human error).
“Kendaraan truk boks datang dari arah Subang menuju Purwakarta. Saat tiba di TKP, kendaraan oleng ke kanan dan menabrak kios. Akibatnya satu orang meninggal dunia dan dua orang luka ringan,” jelas Ardian.
Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan Deni, sopir cadangan truk tersebut. Ia menyebut rekannya yang memegang kemudi diduga kuat dalam kondisi mengantuk berat. “Ngantuk yang nyetirnya, terus oleng. Kejadiannya sangat cepat, saya sendiri tidak terlalu sadar karena mendadak,” ucap Deni pasrah.
Jalur Arteri Sempat Lumpuh Total
Proses evakuasi truk yang melintang di badan jalan memakan waktu cukup lama. Ceceran telur dan reruntuhan bangunan warung membuat petugas harus bekerja ekstra keras. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Subang menuju Purwakarta maupun sebaliknya sempat mengalami kemacetan panjang selama beberapa jam.
Jasad Uin Kurniah kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Reyhan Cipeundeuy. Sementara itu, kasus kecelakaan maut ini masih dalam penanganan intensif Unit Laka Lantas Polres Subang untuk memastikan tanggung jawab hukum dari pihak pengemudi.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi para pengguna jalan akan bahaya berkendara dalam kondisi lelah. Sebuah nyawa melayang dan harapan sebuah keluarga hancur hanya dalam hitungan detik akibat kantuk yang tak tertahankan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










