Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Kamis, 23 Juli 2026 21:53 WIB

iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir

Kamis, 23 Juli 2026 21:47 WIB

Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 21:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap
  • iPhone 18 Pro Bocor! Baterai Jumbo dan Chip A20 Pro Siap Bikin Rival Ketar-ketir
  • Akhir Era Sang Legenda! Djadjang Nurdjaman Tinggalkan Persib Usai Ukir Sejarah Panjang
  • Jordi Amat Kirim Pesan Tegas! Timnas Indonesia Bidik Kemenangan Perdana di Piala AFF 2026
  • Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya
  • Jadwal Lengkap dan Peta Kekuatan Timnas Indonesia di Grup A ASEAN Cup 2026
  • Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026
  • Igor Tolic Belum Puas? Persib Buka Pintu Transfer Lagi Usai Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Evakuasi Sarang Tawon Berujung Maut di Subang

By Aga GustianaSabtu, 26 Juli 2025 07:30 WIB3 Mins Read
Ilustrasi tawon
Ilustrasi tawon. (Foto: Pixabay/ClaudiaWollesen)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Upaya mengevakuasi sarang tawon vespa yang menempel di atap rumah warga di Desa Karang Mulya, Kecamatan Legon Sari, Subang, berujung maut. Seorang warga bernama Warno, atau yang akrab disapa Ano (55), tewas setelah diserang ratusan tawon saat mencoba menangani sarang tersebut secara mandiri.

Peristiwa ini terjadi saat Warno nekat naik ke atap rumah warga tanpa menunggu bantuan dari petugas. Padahal, warga dan pemilik rumah sebelumnya telah melaporkan keberadaan sarang tawon itu kepada BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Subang untuk ditangani secara resmi.

“Katanya mau ada tim damkar ke rumah mau evakuasi sarang tawon, terus ada warga nyari tangga. Kemudian ada almarhum bilang ah kecil itu mah saya udah biasa, saya udah bilang ada petugas mau datang. Uwa malah langsung naik lewat dalam (rumah) tapi gak bisa, kirain gak melanjutkan dia naik dari luar,” tutur Wahidin, kerabat korban, Jumat (25/7/2025).

Menurut penuturan Wahidin, Warno awalnya sempat meminta karung untuk mengamankan sarang tawon. Namun proses evakuasi berjalan tidak sesuai rencana. Sarang tawon malah terjatuh dan memicu serangan agresif dari koloni tawon.

“Kata uwa, mana karung tapi sarang enggak masuk ke karung, terus tangan uwa coba gapai sarang tawon. Tapi tangan uwa langsung dikerubutin tawon, luka dan badan penuh tawon,” lanjut Wahidin.

Dalam kondisi panik dan dikerubungi tawon, Warno berusaha turun menggunakan tangga, namun kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ia pingsan di tempat kejadian. Sayangnya, warga di sekitar tidak langsung menolong karena khawatir ikut diserang tawon.

“Wa Ano udah pingsan dibawa, terus dibawa ke rumah sakit, sempat dirawat tapi tidak bisa tertolong, meninggal dunia,” pungkas Wahidin.

Kepala Desa Karang Mulya, Rodid Saeful Alam, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa korban tiba di fasilitas kesehatan dalam kondisi kritis akibat sengatan yang hampir mengenai seluruh tubuh.

“Betul ada rumah warga yang ada sarang tawonnya. Jadi warga berusaha untuk memusnahkan sarang tawon itu. Sebenarnya sudah melapor karena memang mungkin kecil sarangnya, makanya almarhum berusaha untuk memusnahkan sendiri. Almarhum tersengat hampir seluruh tubuhnya diserang tawon tersebut. Kemudian dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis. Tadi malam korban meninggal,” ungkap Rodid.

Jenazah Warno tiba di rumah duka dengan mobil ambulans dan disambut isak tangis keluarga. Ia kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim BPBD dan Damkar Subang langsung diterjunkan ke lokasi untuk menuntaskan evakuasi sarang tawon yang sempat memicu kepanikan. Sebelumnya, pihak petugas memang telah merencanakan proses evakuasi pada malam hari, saat tawon-tawon sudah kembali ke dalam sarang dan relatif tidak aktif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita Subang BPBD Subang Damkar Subang evakuasi sarang tawon kecelakaan tawon korban sengatan tawon Subang tawon vespa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saldo Belum Masuk Jangan Panik, Ini Alasan Bansos PKH dan BPNT Juli 2026 Cair Bertahap

Farhan Sebut Miras, Obat-obatan, dan Judi Online Jadi Pemicu Utama Kriminalitas di Bandung Raya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal NIK KTP! Cek Sekarang Apakah Anda Terdaftar Penerima Bansos Juli 2026

Dorong Mahasiswa KIP Kuliah Mandiri, Ledia Hanifa Gelar Kompetisi Proposal Bisnis

Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar

Nasib Eks Pengurus GKI Taman Cibunut Ditentukan Senin, Sidang Praperadilan Hampir Berakhir

Terpopuler
  • Geliat, Tekanan, dan Arah Penanganan: Membedah Isu LGBTQ di Tanah Pasundan
  • Tampil Bugar di Usia 50-an, Duet Bos Koi Hartono-Julius Sukses Jadi Runner Up Padel Open Bandung
  • Mengenal Lebih Dekat Frank Alexander Hutapea: Pengacara Independen yang Tak Mau di Bayang-bayang Sang Ayah
  • Sidang Praperadilan Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Bergulir, Polisi Bantah Dalil Pemohon
  • Praperadilan Eks Pengurus GKI Taman Cibunut: Polisi Beberkan Bukti Sah Penetapan Tersangka
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.