bukamata.id – Persib Bandung resmi mengakhiri kerja sama dengan Djadjang Nurdjaman menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027.
Kontrak Djadjang sebagai Direktur Teknik Persib Bandung telah berakhir, sehingga ia tidak lagi menjadi bagian dari struktur manajemen klub untuk musim baru.
Kepastian perpisahan tersebut disampaikan oleh PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Deputy CEO PBB, Adhitia Putra Herawan, pada Kamis malam (22/7/2026).
Manajemen Persib menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi besar Djadjang Nurdjaman yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan klub. Dedikasinya tidak hanya terlihat dari prestasi di lapangan, tetapi juga melalui perannya dalam membangun sistem pembinaan dan pengembangan pemain muda Maung Bandung.
Djanur Tinggalkan Warisan Besar di Persib Bandung
Selama satu tahun terakhir menjabat sebagai Direktur Teknik Persib, Djadjang Nurdjaman berperan dalam memperkuat struktur pembinaan usia dini serta membangun fondasi pengembangan talenta lokal.
Meski tidak lagi berada di pinggir lapangan sebagai pelatih, kontribusi Djanur tetap tercatat dalam perjalanan sukses Persib yang berhasil meraih berbagai prestasi dalam beberapa musim terakhir.
Ia menjadi bagian dari keberhasilan Persib meraih gelar Liga 1 2024/2025 dan Super League 2025/2026 melalui perannya dalam struktur klub.
Djadjang Nurdjaman juga merupakan sosok spesial bagi Persib karena memiliki sejarah panjang bersama klub. Ia tercatat sebagai salah satu figur yang pernah merasakan kejayaan Persib dalam berbagai peran, mulai dari pemain, asisten pelatih, hingga pelatih kepala.
Legenda Persib dengan Rekam Jejak Panjang
Sebagai pemain, Djanur menjadi bagian dari generasi emas Persib yang meraih berbagai gelar bergengsi.
Namanya tercatat dalam sejarah klub saat Persib meraih trofi:
- Kompetisi Perserikatan 1986
- Kompetisi Perserikatan 1989/1990
- Kompetisi Perserikatan 1993/1994
- Liga Indonesia 1994/1995
Kemudian sebagai pelatih kepala, Djadjang Nurdjaman berhasil membawa Persib meraih:
- Liga Super Indonesia 2014
- Piala Presiden 2015
Pencapaian tersebut membuat Djanur menjadi salah satu figur yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Bobotoh dan keluarga besar Persib Bandung.
Persib Apresiasi Loyalitas Djadjang Nurdjaman
Manajemen Persib menilai Djadjang Nurdjaman bukan hanya sekadar mantan pemain atau pelatih, tetapi juga simbol loyalitas dan kecintaan terhadap klub kebanggaan Kota Bandung tersebut.
Adhitia Putra Herawan menyampaikan bahwa kontribusi Djanur akan selalu dikenang dan menjadi bagian dari sejarah panjang Maung Bandung.
“Hatur nuhun atas semua dedikasi, loyalitas, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib. Semoga silaturahmi ini akan terus terjaga,” ujar Adhitia.
Menurutnya, hubungan antara Persib dan Djadjang Nurdjaman tidak berhenti hanya karena berakhirnya kerja sama profesional. Djanur tetap dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Maung Bandung.
Perpisahan Jelang Musim Baru Persib
Berakhirnya masa jabatan Djadjang Nurdjaman sebagai Direktur Teknik terjadi ketika Persib tengah mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
Dengan tantangan menghadapi berbagai ajang, termasuk kompetisi domestik dan turnamen antarklub Asia, Persib terus melakukan penyesuaian dalam struktur tim maupun manajemen.
Meski tidak lagi berada dalam jajaran resmi klub, nama Djadjang Nurdjaman akan tetap menjadi salah satu legenda terbesar dalam sejarah Persib Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










