bukamata.id – Legislator Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat I, Ledia Hanifa Amaliah, mengimbau para mahasiswa penerima program KIP Kuliah agar aktif mengasah kemampuan berwirausaha guna menghadapi tantangan masa depan.
Seruan tersebut disuarakan oleh Ledia ketika meresmikan acara Penilaian Proposal Bisnis Kewirausahaan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang bertempat di Institut Teknologi Nasional (Itenas) serta Universitas Winayamukti (Unwim), Kota Bandung, pada hari Ahad (19/7/2026).
Ajang kompetisi bisnis ini merupakan bagian dari rangkaian program bimbingan berkelanjutan yang digagas Ledia khusus bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, dengan tujuan membekali mereka soft skill penunjang setelah menamatkan studi.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta, ”Bu Ledia disini berharap, kalian bukan cuma berprestasi akademis, tapi juga punya keterampilan hidup, yang nanti akan menopang hidup kalian, keluarga, dan tentu support-nya nanti buat bangsa,” ujarnya.
Penguatan Kapasitas dan Integrasi Teknologi
Beliau menguraikan bahwa pendampingan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah ini dirancang secara variatif sesuai kebutuhan akademisi muda.
Pada fase sebelumnya, materi pembinaan mencakup teknik manajemen waktu, strategi belajar efektif, regulasi emosi, hingga literasi keuangan.
Memasuki tahun 2025 dan berlanjut ke tahun ini, kurikulum pembinaan diperluas dengan memasukkan program kompetisi bisnis mengingat krusialnya penguasaan sektor wirausaha di tengah disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan.
Menanggapi hal tersebut, Ledia menambahkan, ”Pelatihan manajemen waktunya sudah, pelatihan mengelola keuangan sudah, maka kemudian kita lanjut berlatih wirausaha agar semakin terampil dan syukur-syukur bisa mengembangkan uang saku yang diterima agar menjadi lebih bermanfaat,” kata Ledia.
Melalui perlombaan ini, para peserta dituntut menyusun proposal usaha yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai indikator penilaian, mulai dari aspek kreativitas, peluang pasar, inovasi produk, rencana operasional, strategi pemasaran, proyeksi finansial, hingga dampak sosial usaha.
Seluruh proses penyusunan tersebut tentu berjalan di bawah supervisi dan pendampingan dosen pembimbing dari masing-masing perguruan tinggi.
Kolaborasi Lintas Disiplin dan Target Kompetisi
Kelompok bisnis yang terbentuk di tiap kampus kemudian mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri gabungan, yang terdiri atas unsur akademisi serta representasi dari Ideapreneur, sebuah lembaga inkubator bisnis yang telah bermitra sejak tahun sebelumnya untuk membina serta membuka akses pasar bagi para juara.
Tahun ini, kompetisi diikuti oleh 12 perguruan tinggi swasta, di mana setiap kampus mengirimkan 6 hingga 10 tim rintisan usaha.
Nantinya, tiga kelompok terbaik dari masing-masing institusi akan melaju ke babak puncak kompetisi antarperguruan tinggi yang dijadwalkan pada 2 Agustus 2026.
Terkait format perlombaan yang lebih luas ini, Ledia menjelaskan, ”Kenapa harus dilombakan antarkampus? Agar mahasiswa terlatih berkompetisi, sebab dalam hidup itu memang penuh kompetisi, apalagi dalam dunia bisnis. Makin diasah tentu akan makin terampil menghadapi kompetisi,” ujarnya.
Selain berorientasi pada gelar juara, ajang ini dirancang sebagai sarana pelatihan mental bersaing sekaligus melatih kemampuan komunikasi dalam memasarkan produk kepada khalayak luas.
Sinergi Tim dan Keterlibatan Publik
Di samping aspek kompetisi, Ledia turut menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas bidang keilmuan dalam merintis sebuah usaha rintisan agar berjalan optimal.
Menurut pandangannya, pembangunan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan satu keahlian teknis saja, melainkan membutuhkan perpaduan kompetensi hukum, pemasaran, hingga teknologi yang tecermin dari terbentuknya tim lintas jurusan dan fakultas.
Hal tersebut ditegaskannya melalui pernyataan berikut, ”Kalau bikin bisnis itu kan misalnya perlu anak fakultas hukumnya yang ngerti legalnya, terus juga perlu ada anak marketingnya supaya penjualannya bagus dan usahanya dikenal, juga anak desainnya dan lain sebagainya, jadi ini juga sebenarnya juga melatih kolaborasi,” lanjut Ledia.
Berbeda dari penyelenggaraan terdahulu, babak final kali ini juga akan mengundang masyarakat umum secara langsung.
Inisiatif tersebut dimaksudkan agar para mahasiswa dapat berinteraksi secara nyata dengan calon konsumen serta mengukur tingkat penerimaan pasar terhadap produk yang mereka tawarkan.
Bagi para finalis dan pemenang, panitia telah menyiapkan apresiasi berupa piala, sertifikat, serta dana pembinaan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Melalui penyelenggaraan kompetisi wirausaha ini, Ledia menaruh harapan besar agar mahasiswa penerima KIP Kuliah mampu memaksimalkan potensi diri, menorehkan prestasi akademik yang cemerlang, sekaligus mandiri secara ekonomi melalui jalur kewirausahaan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










