Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 31 Oktober 2026 21:29 WIB

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:36 WIB

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Sabtu, 31 Oktober 2026 20:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hangatkan Tubuh di Tengah Cuaca Dingin Kota Kembang: 7 Rekomendasi Kuliner Berkuah Khas Bandung yang Wajib Dicoba
  • Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama
  • Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen
  • Persib Dapat Angin Segar Jelang Jamu Isenmulang FC, Teja Paku Alam Comeback?
  • Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan
  • Jatuhnya Sultan Andara! Kena Boikot Parah, Saham Ambruk, Raffi Ahmad Diambang Kehancuran?
  • Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis
  • Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

13 Nyawa Melayang dalam Ledakan Pemusnahan Amunisi Usang di Garut, DPR RI Minta Pertanggungjawaban

By Aga GustianaSenin, 12 Mei 2025 19:40 WIB2 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah musibah tragis mengguncang Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi (12/5/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Ledakan hebat terjadi saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa yang dilakukan oleh pihak TNI. Peristiwa ini merenggut 13 nyawa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI.

Menurut laporan dari Unit Intel Kodim 0611/Garut, ledakan terjadi secara tiba-tiba di lokasi yang sudah ditentukan untuk pemusnahan.

Namun, kehadiran warga sipil di sekitar lokasi menimbulkan tanda tanya besar mengenai keamanan dan prosedur yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menanggapi insiden ini, Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.

Baca Juga:  Fakta Baru! Polisi Ungkap Dokter Kandungan di Garut Lecehkan Pasien di Kamar Kos

Ia menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab ledakan dan memastikan pertanggungjawaban dari pihak terkait.

“DPR sangat menyayangkan kejadian ini. Kami tidak tahu apakah prosedur pemusnahan sudah sesuai dengan SOP atau justru ada unsur kelalaian. Ini harus diusut secara tuntas,” ujarnya.

Oleh juga menegaskan bahwa nyawa manusia tidak boleh dianggap enteng. Ia mendorong agar Panglima TNI dan jajaran terkait segera dipanggil untuk memberikan keterangan kepada parlemen.

“Kalau ini bukan kali pertama, artinya ada masalah serius dalam SOP pemusnahan amunisi. Harus ada pembaruan dan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Baca Juga:  AMPG Gelar Aksi, Tuntut Ketua KPU dan Bawaslu Garut Dipecat Terkait Dugaan Gratifikasi

Salah satu hal yang disoroti DPR adalah kejanggalan di lapangan. Informasi menyebutkan bahwa sejumlah warga berada di dekat lokasi ledakan, bahkan disebut sedang mengumpulkan serpihan logam sisa peledakan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengamanan lokasi dan prosedur sterilisasi area peledakan.

“Ini menjadi anomali. Bagaimana mungkin warga bisa berada begitu dekat dengan lokasi peledakan bahan berbahaya? Kenapa mereka tidak dihalau? Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan potensi pelanggaran SOP,” ujar Oleh.

Baca Juga:  Serangan Jantung, Jemaah Haji Asal Garut Wafat saat Hendak Salat Asar di Masjid Nabawi

DPR mendesak dilakukan audit total terhadap pelaksanaan prosedur pemusnahan amunisi, termasuk evaluasi terhadap lokasi, keamanan, serta keterlibatan warga.

Investigasi yang mendalam diharapkan dapat memberikan gambaran jelas dan menjadi dasar untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

“Investigasi ini harus menjadi terang benderang. Harus ada pihak yang bertanggung jawab, dan sistem yang diperbaiki. Jangan sampai nyawa kembali jadi korban karena kelalaian,” tutupnya.

Pihak berwenang saat ini tengah melakukan proses identifikasi dan penanganan korban di RSUD Pameungpeuk. Sementara itu, masyarakat berharap agar hasil investigasi dapat diumumkan secara transparan dan menyeluruh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPR RI garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Aksi Nekat Pemuda Bandung Berujung Maut, Lansia 64 Tahun Gugur Pertahankan Ayam Kesayangan

Sapa Ribuan Warga di Jalak Harupat, Rajiv NasDem Buktikan Janji Kampanye Bukan Sekadar Pemanis

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Kemensos Proses Data Penerima Bansos Tahap 4, KPM Wajib Cek Hal Ini Sebelum November

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.